Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 96 Super Junior Kw


__ADS_3

Menyusuri bibir pantai menikmati sore hari dibuai angin sepoi-sepoi membuat Syahla memejamkan mata menikmati momen kesendiriannya selepas berpisah dengan Gina.


"Boleh aku temani?"


Syahla membuka matanya.


Daniel dengan wajah tampannya berdiri disampingnya tersenyum.


Senyuman Daniel menular dan membuat sang Bule terbius pesona indah perempuan yang membuat hatinya selalu berdegup kencang.


"Syahla, boleh aku jujur padamu?" Daniel kini berjalan beberapa langkah didepan Syahla tentu saja menghentikan langkah wanita cantik itu.


"Apa?" Syahla dengan tatapan teduhnya.


"Aku tahu mungkin terlalu cepat bagimu namun aku tak pandai basa basi."


Syahla menatap pria bule yang belum lama ia kenal dan kini mereka dalam obrolan yang serius.


"I Love You Syahla."


Tanpa ekspresi dan senyum Syahla membuat Daniel bingung dengan sikap wanita tang baru saja ia tembak.


"Katakanlah sesuatu, jangan buat aku malu." Daniel yang malu karena Syahla tak bereaksi terhadap pernyataan cintanya.


"Tuan Daniel, terima kasih atas perhatian yang selama ini Tuan dan Dokter Alisha berikan pada Saya, tapi maaf Saya tidak bisa menerimanya." Syahla dengan tenang meski hatinya bahagia mendengar pernyataan cinta Daniel namun ia sadar bahwa siapa dirinya dan siapa Daniel.


"Berikan aku alasan?"


"Saya rasa tidak perlu alasan. Maaf permisi Tuan." Syahla tidak bisa lagi membiarkan hatinya sedih.


"Tunggu!" tangan Daniel menahan Syahla.


"Maaf Tuan Daniel, lepaskan. Jika ada yang melihat maka akan terjadi salah faham." Syahla melepaskan perlahan genggaman tangan Daniel.


"Siapa? Edo? Fajar? atau Pacarmu?" Daniel meninggikan suaranya.


Syahla berbalik menghadap Daniel.


"Mungkin Salah satu dari mereka. Atau mungkin tunangan Tuan akan salah paham." Syahla menatap lekat mata Daniel.


"Tunangan? Alexa maksudmu? Dia anak sahabat almarhum Daddy, kami sejak dulu memang dekat, memang Daddy nya berharap aku menikah dengan Alexa tapi aku tidak mencintainya, karena aku mencintaimu! Daniel mencintai Syahla! I Love You Syahla!" Daniel mengeraskan suaranya.


"Tuan, jangan membuat situasi mencari sulit. Tuan dan Alexa sangat cocok. Kalian berasal dari negara yang sama. Kalian juga berasal dari latar belakang keluarga yang sama. Aku bukan perempuan yang pantas bagimu Tuan."


Syahla berlari meninggalkan Daniel namun Daniel masih menuntut dan belum selesai berbicara mengejar Syahla.


Daniel meraih tangan Syahla dengan menariknya.


Syahla tak siap dan keduanya dalam posisi berpelukan.


"Katakan kalau kamu tidak mencintaiku?" Tatapan Danisl tajam pada Syahla.


Syahla mencoba melepaskan diri dari dekapan Daniel namun tampak sia-sia justru Daniel semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku tak main-main dengan kata-kataku, Aku mencintaimu Syahla. Setiap hari hanya dirimu yang selalu ada dalam kepalaku. Aku tak perduli dengan apa yang tadi kamu katakan. Aku dan Mommy tak pernah memandang siapapun dari statusnya. Aku mencintaimu tulus. Apa kau mencintaiku? jawab aku jujur atau aku akan menciummu saat ini juga!" senyum Daniel dengan pandangannya tajam menatap wajah Syahla yang tinggal berjarak sangat dekat wajah Daniel.


"Ya, aku,,, juga." dendan nafas yang tak teratur, suara bergetar Syahla dengan terbata-bata menjawab pertanyaan Daniel.


"Juga apa?" Daniel menggoda Syahla.

__ADS_1


Syahla semakin terhimpit oleh Daniel dan semakin gugup degup jantungnya semakin cepat


"Jugaaa,,, sama sepertimu."


Daniel mengendurkan dekapannya namun masih tidak membiarkan Syahla lepas dari dekapannya.


"Tuan lepaskan, malu!" Syahla mendorong.


"Panggil aku honey, kalau tidak fak akan kulepas!" Daniel semakin senang menatap wajah memerah Syahla.


"Iya lepas dulu."


"No, Honey! mudah bukan!" Daniel dengan senyum genitnya.


"Iya, lepas ho,,,ney!" Syahla segera menyingkir saat Daniel melepaskan dekapannya.


"Mau kemana honey." Daniel meraih tangan Syahla yang segera pergi.


"Aku mau kembali ke kamar Tuan."


Tanpa aba-aba Daniel mencium pipi Syahla.


"Jika kamu masih memanggilku Tuan, aku rak segan menciummu kembali. Tapi tidak di pipi, disini!" Daniel menunjuk pada bibir Syahla dengan jarinya.


"Jangan macam-macam Tu."


"Eits, kamu tampaknya senang aku cium. Baiklah" Daniel bersiap mencium namun tangan Syahla menahan dada bidang Daniel.


Syahla yang sadar Daniel hanya menggunakan Celana dan tanpa kaos segera melepas tangannya dari dada bidang Daniel.


"Oh jadi sudah berani pegang-pegang aku honey, nakal kamu ya!" Daniel menyolek hidung Syahla.


"Coba panggil aku honey."


"Honey!"


Syahla segera berlari meninggalkan Daniel yang tertawa melihat reaksi kekasihnha yang sangat menggemaskan.


"Honey, tunggu aku!" Daniel mengejar Syahla dengan bahagia.


Syahla tersenyum dalam wajahnya yang tertunduk mempercepat langkahnya menuju hotel.


Malampun tiba


Semua menikmati hidangan makan malam bersama dengan menu khas Bali apalagi kalau bukan menikmati makan seafood dengan pemandangan jimbaran dimalam hari.


"Jeng Dona gapapa tuh makan seafood?" Bunda Arini ibunda Fandi sekaligus besannya mengingatkan.


"Sebenreya ngeri-ngeri sedap, takut kolestrol kambuh. Tapi aku tenang ada Dokter Alisha dan dirimu Shay." Bunda Dona menatap Bunda Arini dan Dokter Alisha.


Dokter Alisha hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Bunda Dona.


"Jeng, aku seneng banget, tadi Gilang cerita minta aku buat melamar Gina." curhat Bunda Sinta.


"Alhamdulillah." kompak para Oma-Oma menjawab.


"Aku ikut seneng dengernya, ya kan Shopia?" Bunda Donda turut menyertakan Bunda Shopia.


"Tentu, Gina seperti putriku, aku senang jika Gina berjodoh dengan Gilang. Kabari kami jika butuh apapun." Bunda Shopia menggenggam tangan Bunda Sinta.

__ADS_1


"Jeng Alisha gimana Daniel sudah ada kabar baik?" Bunda Dona bertanya pada Dokter Alisha.


"Daniel berbicara dengan Syahla, dan mereka akan menjalani dulu. Sebagai orang tua saya menyetujuinya." Dokter Alisha memang sudah diberitahu putranya bahwa keduanya kini dalam hubungan pacaran dan akan saling mengenal.


"Syukurlah kalau begitu. Kami turut senang mendengarnya." Bunda Dona dan diamini oleh semua Oma-oma cantik dan gaul.


"Sayang, kamu nyanyi ya buat aku. Kak Satya juga. Kalian berdua nyanyi. Pokoknya!" Dinda kini meminta Fandi dan Satya bernyanyi.


"Enak aja. Fandi aja, Kakak ga mau." Satya menolak keinginan adiknya.


"Sayang, baby kita juga pingin denger papanya nyanyi, ayo!" Andin justru mendukung permintaan Dinda.


Kedua bumil yang sama-sama selalu happy jika bisa mengerjai ayah dari baby mereka.


"Ayo Sayang cepet! Gina Beib Fandy dan Kak Satya mau nyanyi. Tolong Mic nya dikasih ke mereka." Dinda dengan wajah manis meminta Gina yang kini sebagai MC malam ini memberikan kedua pria itu panggung untuk bernyanyi.


"Emang enak. Pakmil semangat ya!" Gilang meledek Satya saat akan maju ke depan.


Tentu saja bukan Satya namanya kalau tidak melibatkan Gilang akan derita yang kini ia tanggung.


"Kalian Duo Jomblo Karatan, ayo ikut aku ke depan. Atau dua wanuta disana akau minta suruh membatalkan kalian jadi calon suami!" ancam Satya narik Gilang dan Gilang menarik Daniel ikut serta maju ke depan.


Kini Satya, Fandi, Gilang dan Daniel berada di depan tampak layaknya boyband.


"Papa, Uncle Fandi keren!" Abizhar memberikan tepuk tangan menyemangati Papa dan Unclenya.


"Uncle Daniel, yours awesome Uncle!" Andrew dan Angel tak kalah mensupport Daniel.


"Om Gilang jangan kalah, tunjukkan pesonamu Om!" Dito, Bagas, dan Aditya yang begitu sefrekuansi dengan Gilang karena kesamaan sikap yang tentunya sama somplaknya.


4 Pria itu bingung akan menyanyikan apa untuk mereka tampilkan.


Bukan Gilang namanya kalau tidak bisa mencairkan suasana.


Ia meminta Gina sebagai MC untuk memutarkan lagu Mr Simple dari Super Junior.


Tidak menyangka ke 4 Pria itu tampak luwes mengikuti gerakan koreografi Suju sambil menyanyikan lagi Mr. Simple.


Tentu saja suara gemuruh dan riang serta tepuk rangan ramai bagi ke 4 HOt Daddy dan Calon Hot Daddy.


"Fandi Oppa, Saranghe!" Dinda dengan membentuk love dengan tangan dikepalanya.


Tentu membuat membuat Fandi melakukan hal yang sama dengan memberikan love dengan jarinya.


"Sarangheyo Abizhar Appa!" Andin tak kalah heboh memberikan kedipan matanya dan tanda love pada Satya.


Satya dengan genit membalas kedipan pula pada sang istri.


"Ginara, Sarangheyo!" Gilang tanpa malu mengucapkan pada Gina sontak membuat wajah Gina memerah.


"I Love You Syahla!" Daniel tak mau kalah ia pun mengatakan cinta pada Miss Lala.


Miss Lala yang mendapatkan Cie, Cie dari para siswanya menutup wajahnya yang malu dan sudah merah merona.


"So Sweet Uncle jeruk ke Miss Lala. Cie!" Caca menggoda Miss Lala yang kini sedang tersipu malu.


Semua tampak senang, hanya Mr. Edo dan Mr. Fajar kedua pria itu menekuk wajahnya merasa patah hati dengan menyaksikan pemandangan dihadapannya kini.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2