
Selepas menyantap makan siang seluruh rombongan check in ke kamar masing-masing.
Mereka yang berkeluarga tentu saja akan berada dalam 1 kamar.
Sedangkan para single harus puas dengan kesendiriannya dikamarnya masing-masing.
"Miss Lala?" panggil Gina.
"Iya Bu Gina?" Sapa Miss Lala.
"Kamar kita disana Miss." Gina menunjukkan kamar keduanya.
Kamar Miss Lala dan Gina bersebelahan.
"Miss ini kamar Miss Lala, dan Ini kamar ku." Gina menunjukkan.
"Panggil Lala atau Syahla saja."
"Gina, tanpa Bu."
Keduanya official berkenalan dan berjabat tangan.
"Oh iya Bu, sorry Gina, nanti ikut ya aku akan menemani anak-anak berenang." Miss Lala menawari Gina.
"Ok, aku ganti baju dulu ya." Gina sebelum masuk kamarnya.
"Sama aku juga, ingin istirahat dulu sebentar." Miss Lala saat akan masuk ke kamarnya.
Kini di pantai kuta bali menikmati sore dengan keindahan alam yang sangat membuai mata.
Anak-anak begitu senang menikmati permainan air yang berada disana.
Para Mommy muda sedang berkumpul dipinggir pantai sambil mengawasi putra putri sekaligus suami mereka tentunya wajib dijaga super ketat mengingat banyaknya bule-bule berbikini.
"Duh, seneng ya liat pemandangan indah!" ketus Dinda pada Fandi sang suami.
"Sayang, kalo gitu kita balik ke kamar aja deh, dari pada kamu cemburuan gini." Fandi bingung dengan sikap posesif Dinda selama kehamilannya.
"Aku ga cemburu, lagi pula aku juga udah bawa bikini, apa aku pake aja ya, ok kita ganti bikini!" Dinda segera beranjak meninggalkan suaminya.
Fandi segera menyusul sang istri yang mode ngambek dan posesifnya bikin stress selama kehamilan.
Dengan sigap Fandi menggendong Dinda ala bridle yang tentunya membuat Dinda kaget, malu sekaligus happy tentunya.
"Jangan macem-macem pake ngancem pake bikini. Aku ga bakal ngebiarin pria lain liat tubuh sexy kamu sanyang." Fandi dengan tanpa malu mencium Dinda dan segera membawanya kekamar.
"Biarin aja, mumpung banyak cowok bule!" Dinda semakin memancing Fandi.
"Dasar nakal! Kamu harus disidang saat ini juga!" Fandi menutup pintu kamar hotel mereka dengan kakinya karena kedua tangan Fandi sibuk menggendong Dinda.
Sementara anak-anak asik berenang, Para hot Mommy bergosip ria, dan Para Oma-oma cantik sedang asik berfoto-foto sekaligus posting kemedia sosial.
Para Hot Daddy mendampingi anak-anaknya berenang termasuk Daniel dan Gilang ikut serta meskipun mereka belum menjadi Hot Daddy.
"Mas, ini kelapa mudanya." Andin membawakan Satya kelapa muda.
"Makasi sayang, tahu aja Mas haus habis berenang." Satya yang tidak kenal malu bermanja pada Andin meski mereka berada di pantai dengan banyak orang.
"Dasar bucin!" Gilang duduk di kursi pantai sebelah Satya meledek sahabatnya yang tak berprikejombloan menurut Gilang.
Daniel yang juga ikut bergabung duduk disamping Gilang hanya tertawa.
__ADS_1
"Makasnya kalian berdua segera nikah. Nunggu apalagi sih, Tuh 2 cewek bakal disamber orang lagi kalo kalian ga gerak cepat." Satya yang begitu nikmat meminum kelapa mudanya.
Andin memukul pelan lengan Satya memberi kode jangan meledek kepada Gilang dan Daniel.
"Biarkan saja Sayang, biar mereka berdua itu jangan kebanyakan tarik ulur, bisa lepas kedua kali. Emang mau jadi jomblo senior?" Satya kembali menskak kedua jomblo kualitas pertamax dihadapannya.
Miss Lala dan Gina yang terlihat sedang asik mengobrol.
Keduanya menjadi dekat setelah beberapa kali bertemu dalam acara keluarga Andin dan Satya.
Sama-sama single, lebih tepatnya jomblo dan kini keduanya juga sedang diincar dua pria jomblo yang sudah ga sabar tapi bagai layangan yang terus tarik ulur.
"La, kamu pacaran ya dengan Tuan Daniel?" tanya Gina.
"Tidak. Kamu sendiri bagaimana dengan Pak Gilang Gin?" Miss Lala bertanya balik.
"Ih, males, cowok rese bin lebay!" Gina melihat Gilang menatap dan memberi kedipan pada dirinya.
"Kayaknya Pak Gilang naksir berat sama kamu Gin, dari tadi senyum terus mandangin kamu. Tih dikasih bonus, dikedipin." Miss Lala tertawa melihat interaksi Gilang dan Gina yang lebih cocok bagai Tom n Jerry.
"Kamu sendiri ga sadar Shayang, Tuan Daniel mandangin kamu terus, sikat La!" Gina yang memang melihat Daniel terus menatap Miss Lala.
"Aku ga tahu Gin, rasanya aku ga pantes aja. Kamu lihat sendiri. Aku cuma orang biasa dan dia, ya kamu tahu lah." Miss Lala seketika dengan wajah teduhnya.
"Tapi kamu suka kan sama Tuan Daniel? Aku lihat Dokter Alisha juga welcome dengan kamu. Aku sih denger waktu Mbak Andin ngomong." Gina dengan ceplosannya sambil menikmati Orange juice nya.
"Kayaknya Kamu sudah kenal dengan ibunya Pak Gilang Gin. Nah itu sudah langkah awal yang bagus." Miss Lala kembali pada Gina dan Gilang.
"Iya adalah waktu itu, aku kerumah dia. Eh tapi bukan sengaja ya, aku cuma tanggung jawab." Gina mengklarifikasi.
"Maksudmu?" Miss Lala mengernyitkan dahinya.
"Ya aku ga sengaja piting dia sampe tangannya terkilir. Ku pikir orang jahat atau copet habis ngagetin." Gina menyeruput hingga tak tersisa minuman digelas yang ia pegang.
Sementara Daniel semakin dag dig dig melihat tawa dan senyum Miss Lala yang selalu membuat hati Daniel bergejolak.
"I Like it!" Daniel tanpa sadar bergumam.
"Eh Bule, Lo ngebayangin apaan? wah pasti jorok nih!" Gilang menebak asal dengan wajah meledek.
"Kayak Lo ga aja Lang, Pasti Lo juga tadi otak Lo ngereskan pas ngedipin Gina!" Satya yang dicubit Andin karena kata-kata Satya membuat Gilang salah tingkah.
"Kalian berdua mending pergi, Gw mau mesra-mesraan sama istri gw! Yuk sayang kita tinggalin dua jomblo karatan ini, lebih baik kita nengokin baby." Satya merangkul istrinya membawa ke kamar sambil melambaikan tangan pada dua jomblo.
"Woy masih sore Sat, gila Lo, Udah mau bercocok tanam aja! Huh!" Gilang meneriaki Satya yang di jawab dengan acungan jari tengah oleh Satya untuk Gilang.
"Loh si Bule kemana? perasaan tadi ada disini?"
Gilang celingak celinguk mencari Daniel yang sudah tak berada ada disana.
Gilang melihat Gina sedang berjalan menuju pinggir pantai.
Tanpa ragu Gilang menghampiri Gina.
"Sore Cantik, sendirian aja nih, Abang temenin boleh?" Gilang berada dihadapan Gina.
Gina yang melihat Gilang hanya menggunakan boxer tanpa kaus membuat dada bidang dan perut sixpack Gilang terekspose begitu menggoda mata Gina.
"Minggir, ngapain kesini. Udah ga pake baju!" Gina menepis Gilang dari hadapannya.
"Gapapa kok kalo eneng mau mandangin tubuh sexy abang, abang ikhlas neng!" Gilang malah semakin menggoda Gina.
__ADS_1
"Seksi konsumsi kali!" Gina asal berkelakar.
"Nanti malam diner yuk" Gilang dengan cepat tanpa basa-basi.
"Emang nanti malem kita makan, semua juga makan malam. Kan bu Andin udah nyiapin untuk semuanya." Gina mengalihkan.
"Ih si Neng Gina bikin Gemes Abang deh. Maksudnya kita Dinner berdua aja. Gimana? Ga boleh nolak!" Gilang masih mensejajarkan langkahnya saat Gina beranjak pergi.
Gina tidak menggubris Gilang, hanya berjalan menuju bebatuan dipinggir pantai.
"Gin. Tunggu!" Gilang memberanikan meraih tangan Gina menahan perempuan dihadapannya agar tidak pergi.
"Lepas Lang, ga enak dilihat orang." Gina kikuk dengan segala pendekatan yang Gilang lakukan.
"Sorry. Aku ga ada maksud apapun. Tapi aku mohon jangan tolak ajakan aku. Mau ya?" kini wajah Gilang sedikit memelas.
Gina menatap wajah Gilang.
Gina tak munafik, Gilang tampan, mapan dan humoris.
Siapapun pasti suka dengan sifat dan karakternya.
Bukan Gilang masalahnya, tapi Gina.
Ya, Gina. ia belum bisa menghilangkan traumanya akan hubungannya terdahulu.
Gina hanya tidak mau kembali sakit dan kecewa akan sesuatu yang tidak jelas.
"Maaf Lang, aku ga bisa." Gina hendak berlalu.
"Aku suka sama kamu Gina. Aku cinta kamu Ginara Khairunisa!" Gilang mengungkapkan isi hatinya pada Gina sontak menghentikan langkah Gina.
Gilang berjalan kehadapan Gina.
"Aku mau mengajak kamu Dinner mau menyampaikan kalau Aku Gilang Saputra mencintai Ginara Khairunisa." Gilang menatap lekat manik mata Gina.
Gina menatap netra milik Gilang. Mencari adakah guratan kebohongan dan bercanda dalam manik elang milik Gilang.
"Gin, aku jatuh cinta sama kamu. Aku ingin bisa selalu dekat sama kamu. Aku ingin kamu menemani hari-hariku. Maukah kamu menjadi bagian dari hidupku?" Gilang kini membawa tangan Gina dalam genggamannya.
Gina senang, bahagia. Hati Gina bagaikan kembang api ditahun baru.
"Tapi aku tra..."
"Aku rahu traumamu. Aku berjanji, tidak akan meninggalkanmu, aku mencintaimu apa adanya Gina. Aku tahu kamu pernah terluka, kamu pernah kecewa. Tapi aku berjanji aku akan menyembuhkan luka dan sakitmu dengan cintaku." Gilang dengan senyum manisnya tak lupa kedipan mata genit.
"Dasar ganjen! Ih pake baju sana. Bikin iman orang ketar ketir!" Gina dengan ceplas ceplosnya.
"Kalo giti kita buruan nikah aja yuk! iman Abang juga jedag jedug setiap lihat Neng Gina, bawaannya takut khilaf!" Gilang sama somplaknya dengan Gina.
"Dasar mesum!"
"Jadi gimana Neng, diterima kan jadi calon suami?" tanya Gilang.
"Enak aja, kalo berani dateng minta ijin dulu ke Babeh Gina, kalo Babeh ngijinin baru Gina mau." Gina yang berasal dari betawi menantang Gilang.
"Siapa takut! Eneng jual Abang Beli! Kontan! Besok kalo gitu Abang datengin Babeh Neng Gina sekalian Abang bawa Bunda Abang." Gilang tak gentar.
"Siapa takut!" Gina menantang.
Kedua pasangan somplak yang hilalnya sudah jelas.
__ADS_1
...****************...