Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 88 Baby Twin


__ADS_3

"Assalamualaikum Sayang." Satya dengan senyum termanis saat masuk ruang kerja istrinya.


"Waalaikumsalam Cintaku." Andin merentangkan kedua tangannya menunggu suami tercintanya datang memeluknya.


Dengan takzim Andin tak pernah lupa mencium tangan Satya.


"Sayang, kantor kamu sepi?" Satya tidak melihat asisten Andin dan pegawai lainnya.


"Mereka sedang ada kerjaan diluar. Gina juga belum balik. Padahal tadi aku sudah bilang akan balik cepat." Andin yang kini dipeluk Satya sambil duduk nyaman dipangkuan suaminya.


"Coba telp aja Sayang."


"Sudah, tapi sepertinya HP Gina Lowbat."


Andin menelpon ke stafnya yang lain.


"Ci, Saya mau balik dulu, kamu stand by dikantor ya sampai Gina kembali." Andin mendelegasikan staf lain sementara Gina belum kembali.


"Mas mau minum apa?"


"Nanti saja sekalian kita jalan."


"Kalo gitu kita berangkat sekarang saja Mas."


"Siap laksanakan Ratuku!"


Satya dengan siap sedia memberikan lengannya untuk digandeng sang istri yang kini perutnya semakin membesar dan terasa melelahkan melihatnya saat berjalan.


"Pelan-pelan Sayang." Satya saat membukakan pintu mobil untuk Andin sambil meletakkan tangannya melindungi kepala Andin agar tidak terbentur.


...Duh Suami model Satya cuma ada di Noveltoon aja kali ya Wak!...


"Siap Pak. Besok Saya akan berkordinasi dengan Gilang. Iya Pak, Baik Pak."


Satya mengakhiri panggilan telponnya.


"Gilang, Gilang kemana sih tuh anak! ngilang kok dari sebelum istirahat sampe pulang! Untung Pak Irban ga curiga." Satya mendengus kesal karena Gilang 1/2 hari tidak jelas dimana keberadaannya.


"Ada apa Mas?" Andin bertanya.


"Maaf Sayang, Mas kesel aja sama si Gilang, daei sebelum istirahat keluar ga bilang. Tadi pas dikantor Pak Irban ada perlu ke Gilang, tapi orangnya ga ada diruangannya di telp ga diangkat. Ya Mas deh jadinya yang di telpon." Satya dengan berapi-api menjelaskan kepada Andin.


"Nah persis tuh. Cuma kalo Gina memang ada kerjaan ke Kempinski, buat ngecek dekor wedding lusa. Kira-kira jam 11an tadi udah otw. Soalnya schedule dengan hotel pas makan siang." Andin juga jadi curhat soal Gina yang sejak siang belum balik kantor dihubungi ga bisa.


"Kok bisa pas begitu ya? Masa iya mereka kencan?" Satya dengan senyuman menganggapnya sebagai candaan.


"Mas emang Gilang ga punya pacar?" Andin tampak memikirkan sesuatu.


"Mas ga tahu juga sih Sayang, mau nanya ga enak juga. Memang kenapa?" Satya menoleh pada Andin penasaran dengan pertanyaan istrinya.


"Beberapa kali aku cuma denger aja ga sengaja anak-anak kantor ngobrol becandain Gina, katanya beberapa kali Gina dapat kiriman." Andin dengan wajah mengingat momen yersebut.


"Maksud kamu Gilang sama Gina pacaran gitu?" Satya segera menyimpulkan.


"Ya aku sih ga tahu Mas, tapi seandainya pun bener, gapapa juga. Bagus malah. Tapi ada sesuatu yang harus Gilang tahu soal Gina." wajah Andin serius.


"Ya sudah Sayang, biarin aja dulu. Selama mereka yang bersangkutan belum cerita ya kita pura-pura ga tahu aja." Satya santai menanggapinya.


Keduanya kini sedang menunggu antrian di Poli Executive Obgyn.

__ADS_1


"Ibu Andin Aisyah." panggil perawat.


"Kamu Sayang.Yuk pelan-pelan jalannya." Satya menggenggam tangan Andin yang mulai sulit bangun jika sudah duduk lama.


Dokter memeriksa kondisi kehamilan Andin.


"Bu Andin, Pak Satya bayi kembarnya sehat, dan sangat aktif." Dokter saat ini sedang USG menjelaskan pada keduanya.


"Kembar Dok?" Satya dan Andin kaget karena pemeriksaan terakhir ia tidak diberi tahu janin mereka kembar.


Memang Dokter yang biasa menangani Andin pindah le luar kota. Kini Andin dirujuk ke dokter Obgyn lain masih di RS yang sama.


"Iya Pak, Bu. Janin Bu Andin kembar. Jenis kelaminnya perempuan dua-duanya." jelas sang dokter.


"Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah." Satya reflek langsung sujud syukur mengetahui kehamilan Andin baby kembar.


"Ini dia Ibu Andin bisa melihatnya kan?" Dokter memperbesar dan mengeraskan suara detak jantung baby Andin.


"Masya Allah Mas. Putri kita, Twin Girls." Andin terharu hingga matanya berkaca-kaca.


Kini Andin dan Satya duduk berhadapan dengan Dokter.


"Janin dalam kandungan Bu Andin keduanya dalam keadaan sehat, normal dan tumbuh dengan baik. Usia kehamilan Bu Andin kini sudah memasuki 30 minggu. Kurang lebih HPL nya sekitar 7-8 minggu lagi. Tetap jaga kondisi tubuh ya Bu Andin. Nutrisi lebih diperhatikan. Senam hamil juga bagus membantu tubuh Bu Andin agar lebih relax dan mempermudah saat proses persalinan. Ini Saya resepkan Vitamin." Dokter memberikan penjelasan dan menyerahkan resep kepada Satya.


"Terima kasih Dok."


"Sama-sama Bapak, Ibu."


Satya dan Andin kini sudah berada dimobil kembali menuju pulang kerumah.


"Sayang, Mas seneng banget, kita bakal punya 2 anak perempuan. Mas bahagia banget!" Satya tak henti-hentinya mencium tangan Andin.


"Pasti Abizhar seneng Sayang. Abizhar akan jadi Kakak laki-laki yang akan selalu melindungi kedua adik kembarnya." Satya dengan lembut mengusap perut Andin.


"Princess Papa, Sehat-sehat ya diperut Mama, ga lama lagi kita akan ketemu." Satya mengajak bicara kedua putri kembarnya dalam perut Andin.


Angin begitu mengucap syukur kepada Allah atas semua nikmat ya Allah berikan padanya Andin dan keluarganya.


Betapa Andin merasakan setiap hari kebahagiaan begitu terasa dalam hidupnya.


Andin sejak kecil berjuang untuk hidupnya bersama sang ibu sampai ia SMP dangan airmata dan keringat Andin selalu tegar dan semangat menjalani hidupnya.


Hingga saat Andin merantau ia bertemu dengan Mama Shopia yang berhati malaikat.


Andin pun tersenyum bila mengingat pernikahannya dengan Satya.


Siapa sangka berawal dari pengantin pengganti kini Andin bisa merasakan cinta yang begitu besar dari Satya suaminya.


Memiliki mertua yang baik seperti Bunda Dona membuat Andin sangat amat bahagia, tak perlu mengalami penderitaan layaknya menantu di sinetron ikan terbang yang mengalami kejahatan mertua.


Sahabat sekaligus adik ipar, Dinda. Andin bersyukur memiliki Dinda sebagai sahabat dan iparnya.


Satya dan Andin sampai dirumah.


"Assalamualaikum." Satya dan Andin saat mengucap salam.


"Waalaikumsalam." Jawab Oma Dona dan Oma Shopia yang sedang menemani Abizhar menonton TV.


"Papa, Mama." Abizhar segera lari menyambut kedua orang tuanya mencium tangannya.

__ADS_1


Andin dan Satya bergantian mencium tangan Bunda Dona dan Mama Shopia.


"Sayang, gimana tadi kata Dokter? Mama sama Shopia penasaran." Oma Dona yang tak sabar ingin mendengar.


Bukan Satya namanya bila tak membuat penasaran, sebelum sampai rumah ia mengirim pesan ke Bundanya akan menyampaikan kabar. Tapi ia tak bilang kabar baik atau buruk.


Tentu pesan yang dikirim Satya sukses membuat kedua ibu mereka khawatir.


Satya lupa kalau efek jail pada Bundanya berimbas juga pada sang mertua Mama Shopia yang kini raut wajahnya tak kalah cemas dari Mama Dona.


"Sayang, cepet kasih tahu apa kata dokter." Mama Shopia tak sabar.


"Dokter bilang, janin yang ada diperut Andin, kembar Bun, Ma." Andin berbicara sambil memegang perutnya.


"Kembar? Alhamdulillah." dengan bahagia Oma Dona dan Mama Shopia kedua berpelukan.


"Adik Baby kembar Ma? Bener?" Abizhar dengan tak sabar segera pindah duduk disebelah mamanya dan mengusap penuh kasih sayang pasa adik kembarnya.


"Kembar cewek atau cowok Ma?" Abizhar menatap wajah Andin.


Andin melirik pada Satya seolah ragu takut Abizhar tak senang.


"Adik Baby kembar cewek Sayang." Andin menjawab sambil mengusap kepala putranya yang kini terlihat sudah besar.


"Alhamdulillah. Makasi ya Allah. Abizhar diberi adik perempuan kembar." Abizhar mengucap syukur kepada Allah sambil mengangkat kedua tangannya.


"Alhamdulillah. Kita bakal punya 2 princess Shopia." Oma Dona begitu antusias hingga Oma Shopia yang menjadi sasaran pelukannya kembali.


"Ia Dona, bakal ada yang nerusin hobi kita ya." Mama Shopia dengan ngedipkan mata pada Bunda Dona.


"Oh itu pasti Shopia."


"Seneng banget nih, ada apose ketinggalan berita baik kayaknya?" Dinda yang masuk bersama Fandi mendengar sejak dari pintu suara tawa dan bahagia keluarganya.


Fandi mengingatkan istrinya agar memberi salam dulu saat masuk.


"Assalamualaikum." Fandi mengucap salam.


"Waalaikumsalam." jawab serentak yang ada diruang TV.


"Aunty Abizhar bakal punya adik perempuan kembar!" Abizhar menjawab langsung duduk disebelah Dinda.


"Beneran Mama Andin?" Dinda memanggil Andin dengan tambahan Mama saat ada Abizhar didekat mereka.


"Iya."


"Alhamdulillah Ya Allah. Seneng banget. Bakal punya temen Shopping dan ada penerus." Dinda segera nyerocos kegirangan.


"Bakal terkontaminasi deh anak Kakak." Satya memutar bolamatanya.


"Wah harus Shopping deh besok. Kita beli baju-baju bayi. Duh mana kalo baju dan perlengkapan baby cewek itu lucu-lucu, bikin gemes." Dinda yang membayangkannya semakin ga sabar ingin segera esok dan shopping.


"Bener juga Din ide kamu. Oke besok kita Shopping untuk baby twin girls." Oma Dona dengan semangat 45.


"Besok kamu ikut juga ya Fan."Satya seolah memastikan adik iparnya tak menghindar agar ia tak lelah sendiri menemani para ratu shopping keluarga permana beraksi.


"Iya Ka." Fandi tak bisa mengelak karena semua itu juga berawal dari ide istrinya Dinda.


"Mukanya jangan sedih gitu dong Yang, Kak!" Dinda menatap kakak dan suaminya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2