Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 86 Sayonara


__ADS_3

Setelah Jurit Malam yang menegangkan penuh drama horor bikin jantung dar der dor berujung suka cita tibalah pagi menjelang.


Peserta persami bersama-sama berkumpul dilapangan melakukan senam pagi dan memasak sarapan.


Hari ini kegiatan terakhir persami adalah bakti sosial.


Iringan musik Gemu fa mi re membuat suasana senam pagi menjadi ceria dan bersemangat.


Para guru pendamping juga ikut kegiatan senam bersama para peserta persami.


Semua menggunakan pakaian olehraga dan sepatu olahraga.


Dito yang sejak tadi sudah siap bersama Abizhar sedang menunggu Andrew yang masih berada di toilet begitupun Aditya dan Bagas.


Kini semua bersiap senam pagi dengan riang.


"Ca gimana badan kamu sudah gapapa?" Andrew mendekati Caca menanyakan kondisi Caca.


Caca yang semalam jatuh pingsan saat Jurit Malam tentu kabar tersebut segera diketahui seluruh peserta persami.


Saat itu kelompok Caca akan menuju Pos Mental, diperjalanan Caca sebagai ketua kelompoknya yang berjalan didepan tampak melihat seekor Ular jatuh dari pohon didepan matanya.


Caca yang phobia ular tentu saja kaget dan pingsan.


"Gapapa Andrew Caca baik-baik aja." Caca masih lemas jika mengingat peristiwa semalam.


Abizhar berjalan kearah Caca bersama Dito.


"Abizhar ini, terima kasih." Caca mengembalikan bola anti stress milik Abizhar.


"Buat kamu aja Ca. Kalo tiba-tiba suatu saat kamu takut, kamu pakai ini aja ya." Abizhar sambil tersenyum pada Caca sahabatnya.


"Terima kasih Abizhar." Caca tersenyum balik.


Suasana sarapan terasa nikmat.


Makanan yang mereka masak sendiri dengan usaha dan jerih payah membuat cita rasa makanan tersebut rasanya lebih enak walaupun sederhana dan tidak sesempurna masakan ibu dirumah.


Menikmati nasi goreng hasil karya gotong royong peserta persami dengan telur mata sapi dan segelas teh manis hangat cukup membuat perut yang lapar terisi dan kenyang.


Acara bakti sosial pun dimulai.


Semua peserta tampak antusias mengikuti kegiatan terakhir dalam rangkaian acara persami di Buperta.


Seluruh rangkaian acara telah selesai.


Tenda-tenda tempat mereka beristirahat kini dibongkar.


Meski begitu kenangan tak akan pernah hilang akan selalu tertanam dalam ingatan.

__ADS_1


Semua peserta berkumpul dilapangan.


Mengikuti upacara penutupan persami.


Bapak Kepala sekolah memberikan pidatonya kepada seluruh peserta persami dengan begitu semangat dan rasa bangga.


Upacara penutupan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) dan pelepasan tanda peserta Perkemahan berlangsung khidmad di lapangan utama Buperta.


Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut bertujuan untuk membina dan mewujudkan generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan, berdisiplin dan bermoral.


Pada saat upacara, dalam amanatnya Pembina upacara menyampaikan untuk tidak lupa bersyukur kegiatan perkemahan bisa berjalan dengan lancar.


Berkaitan dengan kegiatan tersebut, ia berharap semua siswa yang melakukan kegiatan pramuka bisa mengamalkan dan menghayati Dasa Dharma Pramuka. ''Terlebih tentang Darma Pramuka yang pertama, yaitu Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,'' tambah Bapak Kepala Sekolah.


Bapak Kepala sekolah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kegiatan baik dari dewan guru, orang tua murid dan seluruh peserta perkemahan telah turut serta membantu jalannya kegiatan, acara dilanjutkan dengan pelepasan tanda peserta Perkemahan yang di wakili 2 orang yaitu Abizhar dari regu Putra dan Caca dari regu Putri oleh Pembina upacara sebagai tanda telah ditutupnya kegiatan Perkemahan.


Sambil bersalaman seluruh peserta menyanyikan lagu sayonara, acara selanjutnya Pramuka peduli yang diikuti seluruh peserta maupun panitia dengan kegiatan membersihkan lingkungan Buperta.


Kegiatan Pramuka peduli merupakan agenda terakhir Perkemahan, kegiatan dilakukan karena setelah perkemahan banyak menyisakan sampah selama dari 2 hari perkemahan.


''Kegiatan ini dilaksanakan karena merupakan kesadaran tanggung jawab dari semua peserta demi menjaga lingkungan madrasah agar tetap bersih dan terawat." ujar Bapak Kepala sekolah.


Kini semua sudah siap kembali ke rumah.


Segala Ilmu, Pengalaman dan Nilai-nilai yang tertanam selama persami akan menjadi pedoman dan bekal hidup para siswa yang telah mengikuti dari awal hingga akhir kegiatan persami.


Kembali naik truk tentara sambil menyanyikan lagu Sayonara dan secara kompak tepuk pramuka menemani sepanjang perjalanan.


Para orang tua sudah menunggu putra dan putri mereka untuk menjemput anaknya masing-masing.


Tak terkecuali orang tua Abizhar, Satya dan Andin.


"Assalamualaikum Papa, Mama." Abizhar saat bertemu Papa dan Mamanya sambil mencium tangan kedua orang tuanya.


Andin melihat wajah Abizhar sedikit lebih gelap segera memeluk putra nya mengusap kepalanya.


"Anak ganteng Mama kok gelap sedikit?" Andin mencubit sedikit pipi putranya.


"Gapapa, item-item kereta api, biar item banyak yang cari." Satya membela Abizhar dengan pantun nya yang aneh.


"Gimana sayang, seru ga?" Andin yang sejak beetemu Abizhar melihat rona bahagia tak sedikitpun lelah diwajah Abizhar.


"Seru banget Ma, Pa. Pokoknya asik deh!" Abizhar dengan binar bahagia.


Daniel tampak menghampiri Andrew dan Angel untuk menjemput keduanya. Daddy dan Mommy kedua bocah kembar tersebut sedang berada diluar negeri sedangkan Oma mereka sedang kurang enak badan.


"Hai Miss Lala." sapa Daniel melihat Miss Lala yang sedang menyapa para orang tua siswanya.


Miss Lala yang kini sedang bersama kedua fans favoritnya siapa lagi kalau bukan Mr. Edo dan Mr. Fajar.

__ADS_1


"Mr. Daniel, mau jemput Andrew dan Angel ya." Miss Lala memanggil kedua siswa kembarnya yang baru turun dari truk.


"Uncle Daniel!" keduanya memeluk Daniel.


Andrew dan Angel kini memang semakin dekat dengan Daniel terlebih kedua orang tuanya Daddy dan Mommy mereka sedang diluar negeri.


"Boys, Girls, what's up?" Daniel merangkul kedua putra dan putri sahabatnya.


"Amazing Uncle. Unpredictable. But, so happy!" jawab Andrew antusias.


"Angel, are you ok girl?" Andrew menyapa Angel saat melihat ada plester ditangan Angel.


"I'm fine this is just a minor injury. Tadi kita kerja bakti dan aku terluka saat sedikit." jawab Angel santai.


"My strong little girl." Daniel sambil mengacungkan jempol pada Angel.


"Miss Lala, Mr. Edo dan Mr. Fajar, kami pamit pulang ya. Bye Miss, Mr." Andrew dan Angel menuju Abizhar, Caca, Bagas, Dito dan Aditya sekalian pamit pulang.


"Bye, hati-hati dan lekas istirahat Andrew, Angel." jawab Miss Lala.


"Miss Lala apakah mau pulang sekalian bersama kami." Daniel ingin mengajak Miss Lala pulang bersama.


"Mr. Daniel kami para guru akan berkumpul dulu. Masih ada rapat disekolah. Benar begitu kan Mr. Fajar?" Mr. Eso menyelak jawaban Miss Lala atas pertanyaan Daniel.


"Terima kasih Tuan Daniel, Maaf, Saya masih ada urusan disekolah." Miss Lala yang tidak enak dengan sikap kedua rekan gurunya.


"It's Ok Syahla, lain waktu aku akan menjemputmu. Aku pamit pulang dulu ya." Daniel pamit sambil tersenyum pada Miss Lala, namun wajah Daniel berubah menatap tajam pada kedua pria disamping Miss Lala.


Keduanya baik Mr. Edo maupun Mr. Fajar mengajak Miss Lala untuk pulang berasama, namun Miss Lala menolak.


"Terima kasih Mr. Edo, Mr. Fajar. Saya ada keperluan dulu jadi saya permisi duluan." Miss Lala pamit meninggalkan kedua rekannya yang terus memepet dirinya layaknya bus antar kota.


Miss Lala yang mampir ke pasar tradisional sepulang dari sekolah membeli bahan-bahan makanan karena teringat stok dikosannya habis.


Miss Lala yang duduk menunggu angkot di halte dikejutkan dengan suara klakson mobil.


"Miss Lala. Ayo naik. Saya antar pulang." Daniel membuka kaca mobilnya meminta Miss Lala naik dan akan mengantarkannya.


"Tidak usah Tuan Daniel. Saya naik angkot saja." Miss Lala merasa tak enak.


Daniel turun dari mobilnya, berjalan ke halte tempat Miss Lala berdiri.


Dengan sigap Daniel mengambil kantong belanjaan ditangan Miss Lala.


"Belanjaanmu banyak, sepertinya kamu mau masak ya? Kebetulan aku belum makan. Bisakan masakan aku makan siang?" Daniel segera memasukan belanjaan Miss Lala ke bagasi mobilnya.


"Ayo Miss, aku sudah lapar!" Daniel sambil tersenyum.


Miss Lala pun akhirnya menuruti Daniel, masuk kedalam mobil dan menyetujui Daniel mengantarnya pulang.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2