Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 44 Kontraksi Palsu


__ADS_3

Andin sedang melakukan gerakan senam hamil di taman belakang rumahnya.


Satya yang menemani sambil melakukan gerakan olah raga seperti Push Up, Sit Up, Angkat Beban.


Bunda Dona dan Mama Shopia juga sudah beberapa pekan aktif melakukan gerakan yoga.


Sedangkan Dinda memilih jogging keluar sekitar komplek.


Andin tiba-tiba merasakan perutnya seperti orang keram.


Andin mengaduh memegang perutnya.


Satya yang melihat hal itu segera mendekati istrinya diikuti kedua ibundanya.


"Sayang perut nya sakit?" Satya menahan tubuh Andin yang menahan kram perutnya.


Bunda Dona dan Mama Shopia meminta Andin mengatur nafasnya.


Selang beberapa detik tak sampai 1 menit kram yang Andin rasakan hilang.


Keringat Andin membasahi kening saat terjadi kram perut barusaja.


"Apa sebaiknya kita kerumah sakit?" Satya takut Andin mengalami hal yang sama.


"Belum Mas. Sepertinya aku tadi hanya Kontraksi Palsu." Andin menjawab.


"Maksudnya?" Satya mengerutkan keningnya membutuhkan penjelasan.


Bunda Dona menjelaskan kepada putranya mengenai kontraksi.


Kontraksi palsu adalah kondisi saat otot rahim ibu hamil menegang atau mengalami kontraksi ringan.


Beberapa ibu hamil menggambarkan kontraksi palsu seperti perut jadi kencang.


Ada juga ibu hamil yang menyebutkan rasanya kontraksi palsu mirip dengan kram atau nyeri haid ringan.


Kendati kontraksi palsu bikin ibu hamil tidak nyaman, tapi biasanya otot rahim yang menengang ini tidak menyakitkan, polanya tidak teratur, munculnya tidak berdekatan, tidak intens, dan berhenti ketika ibu hamil berganti posisi.


Kontraksi palsu biasanya hanya berlangsung selama 15 sampai 30 detik, paling lama hanya dua menit.


Bunda Dona dengan sabar memberikan pengetahuannya serta pengalamannya kepada Satya dan Andin.


Satya dan Andin mendengarkan penjelasan Bunda Dona.


Bunda Dona kembali melanjutkan penjelasannya.


"Sebabnya kontraksi palsu itu apa Bun?" Andin penasaran mengapa dirinya mengalami kontraksi palsu.


Bunda Dona menjawab dengan sabar pertanyaan sang menantu.


Ada beberapa hal dan kondisi yang bisa memicu kontraksi palsu pada ibu hamil, di antaranya:

__ADS_1


Dehidrasi atau kekurangan cairan


Penyakit dan masalah kesehatan yang menyebabkan mual dan muntah.


Aktivitas ibu hamil, seperti saat mengangkat beban berat atau berhubungan ****


"Memang sih saat mendekati kelahiran bagus kalau kamu sering "nengok" anakmu, tapi ingat ****** juga bisa menyebabkan kontraksi pada kehamilan. Begitu Satya, calon papa." Bunda Dona menjewer telinga putranya.


Andin tersipu malu sementara Satya garuk-garuk tidak gatal.


Sedangkan Mama Shopia tersenyum melihat tingkah canggung anak dan menantunya.


"Bun, bahaya tidak kontraksi palsu bagi Andin? atsu langsung ke RS saja?" Satya masih was-was takut terjadi hal yang tidak diinginkan.


Bunda Dona memahami kekhawatiran putranya, kembali Bunda Dona menjawab pertanyaan Satya.


Ibu hamil perlu waspada apabila kontraksi palsu terasa sangat sakit atau jaraknya semakin rapat. Atau, ibu hamil mengalami:


Pendarahan


Air ketuban pecah


Kontraksi kuat muncul setiap lima menit selama satu jam


Kontraksi rasanya tidak seperti biasanya


Gerakan bayi jadi berubah, misalkan tidak terasa gerakannya atau gerakan janin berkurang signifikan dibandingkan biasanya


Andin manggut-manggut mendengarkan jawaban Bunda Dona.


"Bunda pengalamannya luar biasa. Bunda juga dulu mengalami kontraksi palsu?" Andin bertanya pada ibu mertuanya.


"2 kali. Waktu hamil Satya dan Dinda. Waktu hamil Satya Bunda panik sekali saat mengalami nya, begitupun Ayah kamu Sat, paniknya luar biasa. Langsung Bunda di bawa ke RS. Ternyata Bunda mengalami kontraksi palsu. Nah, saat hamil Dinda Bunda sudah punya pengalaman jadi tidak khawatir." Bunda Dona menjelaskan kenangannya dulu saat hamil kedua anak-anaknya.


"Oh iya Bun, Mas Satya dulu gimana proses kelahirannya?" Andin jadi penasaran dengan proses kelahiran suaminya.


Bunda Dona tersenyum seakan ia kembali terbawa kemasa melahirkan Satya.


Dengan senyuman Bunda Dona menuturkan kejadian dan pengalamannya yang ia alami saat melahirkan Satya.


Waktu menjelang lahiran, pembukaan Bunda agak lama. Bunda masih ingat betul udah merasa sakit dan mules, setelah ke RS ternyata Bunda udah pembukaan ketiga. Berlanjut sampai tengah malam dan besok siangnya masih di pembukaan tiga. Lalu, kaki Bunda mulai membengkak.


Menjelang waktu Maghrib, Bunda mulas dan kontraksi makin menjadi. Tapi nggak beberapa lama, ketuban Bunda pecah sedangkan jalan lahir masih berhenti di pembukaan tiga.


Sementara tensi Bunda mulai naik dan kaki masih bengkak. Oleh Dokter Bunda dicek tekanan daeah, Ternyata darah Bunda tinggi, kaki bengkak dan ada kelebihan protein.


Sambil menunggu pembukaan lengkap, Bunda dikasih obat penurun darah tinggi.


Keesokan harinya, tepat setelah waktu Subuh, pembukaan lengkap, tensi sudah stabil dan posisi si kecil udah siap untuk dilahirkan.


"Dan kamu tahu Din, apa yang dikatakan Dokter ke Bunda, soal Suamimu ini?" Bunda menunjuk Satya.

__ADS_1


Andin menggeleng, sejak tadi ia fokus dan khidmat mendengarkan cerita ibu mertuanya. Begitupun Satya yang baru kali ini ia mendengar lengkap proses kelahiran dirinya dari sang Bunda.


Tapi ternyata kata dokter, anakku di dalam tidur. Jadi dia nggak bantu untuk dorong keluar. Akhirnya dibantu vakum, lahirlah Satya jam 06.30 pagi.


Andin tertawa mendengar Satya Bayi tertidur saat akan dilahirkan oleh Bunda Dona.


Satya tersenyum getir mendengar fakta kelahiran dirinya.


Bunda Dona melanjutkan cerita.


Bunda berpikir Satya tertidur saat mau dilahirkan, Bunda berasumsi bisa jadi karena ini pengaruh kebiasaannya bangun siang jelang melahirkan.


Bisa juga siapa tahu pas kebetulan aja Satya capek karena selama di perut Satya itu memang aktif, bahkan saat dipantau sebelum Bunda melahirkan.


"Makanya Din, jangan heran kalau kelakuan suamimu suka aneh." Bunda kembalu menjewer telinga Satya.


"Sakit Bun." Satya yang berkali-kali kena jewer Bundanya.


"Oh iya Din, kamu sudah menyiapkan tas bawaan untuk lahiran. Kalau belum mari Bunda dan Mama bantu siapkan." Bunda Dona mengingat barang bawaan untuk keperluan Andin saat melahirkan.


"Makasi Ma. Iya Andin bingung harus bawa apa aja." Sebagai calon ibu dan tak punya pengalaman Andin memang masih belum tahu mana barang yang wajib dibawa lahiran dan memang diperlukan.


Selain bertanya dengan ibu mertuanya Andin juga googling dan lihat youtube untuk membakali dirinya.


"Kalau gitu sekarang kita mandi dulu, terus sarapan baru deh kita siap-siapin. Jadi nanti ketahuan mana aja yang masih belum ada ya kita beli." saran Bunda Dona.


Andin pun mematuhi perkataan sang ibu mertua yang memang berpengalaman melahirkan suami dan adik iparnya.


Sementara Andin dan Satya ke kamar mereka, Bunda Dona dan Mama Shopia menyiapkan sarapan sebelum keduanya mandi membersihkan diri selepas yoga.


Di dalam kamar Andin tersenyum mengingat cerita Bunda kalau Satya tertidur saat akan dilahirkan membuat Andin tak bisa berhenti tertawa.


Satya yang memilih mandi duluan melihat sang istri tertawa jadi penasaran memilih langsung menggendong istrinya.


"Kamu ngetawain apa sayang?"


"Aku lucu aja ada bayi ketiduran pas mau dilahirin." Andin kembali tertawa setelah mengatakan hal tersebut.


Satya dengan gemas melihat Andin menertawakannya.


Ide mesum Satya kembali muncul.


"Mas mau ngapain?"


Tanpa menjawab pertanyaan Andin Satya membopong istrinya kekamar mandi.


"Kita Mandi Bareng!"


Selanjutnya hanya suara-suara keduanya yang begitu membahana dari kamar mandi.


Untung saja kamar mereka kedap suara.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2