Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 85 Jurit Malam


__ADS_3

Trong,,,Trong,,,Trong,,,


Suara drum dipukul keras secara mengejutkan membangunkan seluruh peserta persami saat itu juga.


Tepat pukul 02.00 dini hari semua peserta persami dibangunkan untuk mengikuti Jurit Malam.


Ibarat pasangan serasi jika pesta api unggun semalam dan jurit malam dini hari saat kegiatan persami.


Abizhar yang memang sejak awal masuk tenda tidak bisa tidur dengan nyenyak akibat kedua sahabatnya yang sangat mengganggu dengan gaya tidurnya membuat tubuh Abizhar terhimpit diantara Andrew dan Dito.


Sambil mengerjapkan kedua matanya Andrew terbangun dari tidur lelapnya sementara Dito tampak masih membuka dan menutup mata seolah ia merasa apakah sedang bermimpi.


"Dit bangun! jurit malam!" Abizhar mengguncang badan Dito yang hendak tidur kembali.


Sementara Andrew meregangkan tubuhnya dengan mulut layaknya singa mengaum.


Kini semua peserta persami telah berkumpul ditengah lapang dengan mimik wajah beragam.


Seluruh pendamping berkumpul. Memeriksa adakah peserta yang belum kumpul di lapangan.


Bapak Kepala Sekolah memberikan arahan mengenai aturan dan hal yang boleh dan tak boleh mereka lakukan selama jurit malam.


Suasana malam masih mencekam dalam diri masing-masing peserta.


Buperta yang memiliki banyak pepohonan rimbun membuat bulu kuduk berdiri dan pikiran menjadi paranoid.


"Abizhar, aku takut!" Dito berbisik pada Abizhar.


"Cemen kamu Dit!" sahut Andrew yang mendengar bisikan Dito pada Abizhar.


"Dasar Bule Depok!" Dito yang tengsin di ledek oleh Andrew.


"Kalo Caca tahu kamu takut pasti bakal seneng!" Andrew masih saja menggoda Dito.


"Dasar Bule Cepu!" kembali dengan ledekan khas Dito pada Andrew.


"Kalian bisa diem ga sih. Tuh dengerin Mr. Fajar lagi kasih arahan." Abizhar yang tidak tidur semalam karena ulah kedua semakin pening dengan pertengkaran keduanya.


Setiap kelompok harus melewati 4 pos yang masing-masing Pos akan dijaga oleh pendamping.


Peserta harus mampu menyelesaikan apapun tugas yang diberikan di setiap pos.


Peserta baru akan lanjut ke pos berikutnya bila telah menyelesaikan secara benar tugas yang diberikan disetiap pos yang mereka datangi.


Hingga semua pos mereka lalui dan kembali ke temoat semula.


Kelompok Abizhar berjalan menyusuri pepohonan rindang ditengah kelamnya malam.


Suara sekecil apapun begitu jelas terdengar ditambah suasana horor begitu membuat mencekam.


Dito yang mulai takut gelisah hingga langkahnya sering tersandung membuat teman-teman kelompoknya jadi tidak konsentrasi.


Sebagai ketua kelompok Abizhar juga baru pertama mengikuti persami sama dengan teman-teman lainnya.


Abizhar dengan hati deg-degan memasang setajam mungkin telinganya dan lebih membulatkan matanya memandang fokus ke depan.


"Apaaan tuh yang goyang!" Dito berteriak saat ada dedaunan bergoyang.


"Itu daun Dit! Dasar bikin kaget kamu!" Andrew reflek memukul bahu Dito yang mengagetkan Andrew yang berada di depannya.


Pos pertama yang didatangi kelompok Abizhar adalah Pos Pengetahuan.


Mr. Edo yang bertugas memberikan kelompok pertanyaan seputar pengetahuan umum.


Tentu saja ketika jawaban mereka benar makan akan dibolehkan meneruskan ke pos berikutnya dan mendapatkan tanda mata sebagai bukti telah melewati tantangan di pos yang mereka sambangi.


Tapi jika jawaban mereka salah, tentunya ada hukuman yang menanti dan tidak diberikan tanda mata.


"Sebutkan nama-nama presiden Indonesia dari Presiden pertama hingga presiden saat kini!" Mr. Edo memberikan soal.


"1. Ir. Soekarno



Soeharto


**. Habibie


KH. Abdurrahman Wahid


Megawati Soekarno Putri


Susilo Bambang Yudhoyono


Ir. Joko Widodo



Para siswa menjawab secara bergantian dan jawabannya adalah benar!


"Karena kalian menjawab benar, maka kalian berhak mendapat tanda mata dan silahkan melanjutkan ke pos berikutnya." Mr. Edo menyerahkan tanda mata dan mempersilahkan kelompok Abizhar menuju pos selanjutnya.

__ADS_1


Kini rute yang mereka lewati begitu mendebarkan. Pasalnya mereka melintasi sebuah pemakaman.


Tentu saja hal itu membuat jantung berdegup kencang dan keringat dingi tak terbendung.


Dito yang memang sejak awal sudah takut kini semakin mengeratkan pegangannya pada Andrew yang berada di depannya.


"Dit, sakit! kamu kok nyubit!" Andrew yang merasakan pinggangnya dicengram Dito.


"Kenapa mesti lewat sini sih! Aku merinding jadinya!" Bagas yang bulu tangannya berdiri merasakan suasana semakin horor.


Memang dalam jurit malam biasanya ada gimmick semacam melintasi pemakaman atau diberikan simultan hantu agar memupuk keberanian..


Saat suasana mencekam dan tegang, tiba-tiba sebuah kain putih melewati mereka dari sebuah pohon.


Tentu saja membuat kelompok Abizhar lari tunggang langgang dibuatnya.


Namun Andrew yang ketakutan reaksinya sambil menimpuki kain putih tersebut dengan batu.


Ternyata sebelum perjalanan jurit malam dimulai, Andrew sengaja mengumpulkan batu-batu kecil sebagai antisipasi jika suatu saat dibutuhkan dalam keadaan terdesak.


"Kamu timpukin pocongnya Andrew?" tanya Aditya.


"Aku kaget, jadi aku timpukin saja biar rasa kain putih itu!" Andrew dengan nafas tersengal nada emosi jelas menambah berat nafasnya.


"Itu namanya pocong! Dasar Bule masa ga kenal pocong!" Dito yang teriakannya paling kencang saat lari hanya bisa geleng-geleng kepala pada Andrew yang dianggapnya ga tahu pocong.


Andrew tak memikirkan perkataan Dito ia hanya merasa lucu mendengar ada hantu bernama pocong.


Maklum Andrew baru pindah ke Indonesia jadi belum sempat mendengarkan cerita nama-nama hantu di Indonesia yang cukup banyak dan aneh-aneh.


Kini mereka sampai di Pos Seni dan Kreasi. Miss Lala sebagai penjaga Pos memberikan mereka tantangan untuk membawakan 1 lagu daerah yang mereka kuasai secara benar


"Jadi kalian rembukkan segera mau menampilkan lagi darah apa." Miss Lala memberikan kesempatan kepada kelompok Abizhar untuk menentukan danberlatih sedikit agar kompak.


"Kami akan menampilkan lagu daerah berjudul kicir-kicir yang berasal daei DKI Jakarta." Abizhar mewakili teman-teman kelompoknya yang sudah berembuk dan sedikit latihan mengajarkan Andrew.


"Silahkan kalian tampilkan." Miss Lala mempersilahkan dan siap menilai penampilan siswanya.


Kicir kicir ini lagunya


Lagu lama ya tuan dari Jakarta


Saya menyanyi ya tuan memang sengaja


Untuk menghibur menghibur hati nan duka


 


Terbang cepat ya tuan tiada tara


Bilalah kita ya tuan suka menyanyi


badanlah sehat ya tuan hati gembira


 


Buah mangga enak rasanya


Si manalagi ya tuan paling ternama


Siapa saya ya tuan rajin bekerja


pasti menjadi menjadi warga berguna


Tepuk tangan dari Miss Lala tentu saja melenggangkan mereka lolos dipos saat ini dan bisa melanjutkan ke pos berikutnya tak lupa kembali memperoleh tanda mata.


"Silahkan menuju pos selanjutnya. Semangat!" Miss Lala saat melepas kelompok Abizhar untuk meneruskan perjalanan pada pos selanjutnya.


Kali ini pos yang didatangi mereka adalah Pos Mental.


"Selamat datang di Pos Mental. Kalian silahkan masukan tangan ke kotak yang tertutup kain hitam. Pegang benda yang berada disana, Tebak dengan benar benda apakah itu." Mom Ayu memberikan tandangan semacam Mystery Box.


Setiap siswa dikelompok Abizhar memasukan tangannya ke dalam kotak tang tertutup kain hitam.


Tampak ekspresi masing-masing siswa beragam.


Andrew yang malah senyum dan terlihat antusias terus meraba benda didalam kotaknya.


Dito dengan wajah jijik dan takut-takut.


Abizhar menarik tangannya kaget namun kembali menampilkan kerut dahinya.


Siswa lain ada yang tak berani namun dengan tatapan tajam Mom Ayu terpaksa memasukkan tangannya.


Mereka diberi waktu 2 menit untuk berembuk dan memberikan jawaban.


"Bagaimana sudah bisa menebak? Jika benar kalian akan mendapatkan tanda mata tapi kalau salah kalian haris meminum ini!" sebuah gelas berisi warna hijau pekat hanya bertuliskan "Jus Rasa Kehidupan" disodorkan Mom Ayu.


Abizhar membaca bismillah takut salah, karena beberapa anggota kelompknya tak yakin apakah jawaban yang mereka berikan benar atau salah.


"Squishy Bentuk Landak Mom Ayu!" dengan lantang namun menutup matanya takut menjawab salah.

__ADS_1


"Benar!!!!!


Tawa dan sorak hore serentak berbahagia karena rak jadi minum Jus berwarna aneh tersebut.


Kini tibalah dipos terakhir yaitu Pos PBB.


Mr. Agus memberikan tes berupa PBB.




Sikap siap




istirahat di tempat




lencang depan




lencang kanan




hadap kanan




hadap kiri




balik kanan




hadap serong kanan




hadap serong kiri




sikap hormat




berhitung




jalan ditempat




Semua anggota alhamdulillah bisa melakukan dengan benar tentu saja tanda mata berhasil mereka dapatkan.


Kini Abizhar dan kelompok kembali meneruskan perjalanan mereka ke tempat semua setelah berhasil melewati dan menyelesaikan semua tugas dan tantangan di setiap pos dan mendapatkan 4 tanda mata.


Setelah menunggu seluruh kelompok kembali dan selesai para siswa diminta bersiap shalat subuh berjamaah sekaligus langsung bersiap senam pagi dilapangan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2