Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 48 Aqiqah


__ADS_3

Kediaman Satya hari ini dipenuhi para undangan yang hadir pada acara Aqiqah Baby A putra Satya dan Andin.


Oma Dona dan Oma Shopia beserta Dinda juga berada disana sebagai tuan rumah mendampingi kedua orang tua baru itu.


Tampak acara Aqiqah dipandu oleh Al Mukarrom Ustad Adi Hidayat secara simbolik menggunting rambut Baby A.


Selanjutnya rambut Baby A yang dicukur habis akan ditimbang berapa beratnya.


Kemudian di ukur setara dengan nilai Emas saat ini.


Maka uang hasil dari berat jumlah rambut Baby A akan disedekahkan.


Acara berlangsung khidmat.


Pada kesempatan itu Al Mukkarom Ustad Adi Hidayat juga mentahnik Baby A.


Tahnik bayi adalah salah satu ajaran (sunnah) Rasulullah SAW ketika menyambut bayi yang baru lahir.


Tahnik bayi dilakukan dengan mengunyah kurma sampai halus, kemudian mengambil kunyahan kurma tersebut dengan seujung jari, lalu ditempelkan dan gosokkan, sembari sedikit diputar atau dipijat pada langit-langit mulut bayi.


Dalil dari amalan tahnik bayi ini cukup banyak, di antaranya adalah hadits sahih riwayat Imam Muslim,  


عَنْ عَائِشَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ


"Dari Aisyah istri baginda Nabi SAW bahwa Rasulullah pernah dihadirkan kepadanya beberapa bayi, maka Nabi pun mendoakan keberkahan dan mentahnik mereka."


Tahnik bayi yang dilakukan Rasulullah SAW kepada anak para sahabat untuk tujuan kesehatan, serta membuat anak tersebut mendapatkan prebiotik dari metode tahnik.


Tahnîk dilakukan pada bayi dengan cara melembutkan satu biji kurma atau lebih atau yang manis-manis dengan mulut pentahnîk dan menekan-nekan langit-langit mulut bayi.


Satya mengucapkan terima kasih kepada Al Mukarom Ustad Adi Hidayat selaku guru sudah berkenan hadir, serta mentahnik putranya.


Pada momen aqiqah ini Satya juga mengumumkan nama putranya.


..." ABIZHAR HARIZ PERMANA"...


Nama yang Satya sematkan kepada putranya.


"Semoga kelak Abizhar bisa menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada kedua orang tua, berguna bagi agama, bangsa dan keluarganya, serta menjadi jalan kedua orang tuanya menuju surga." Doa Al Mukarom Ustad Adi Hidayat untuk Abizhar.


Al Mukarom Ustad Adi Hidayat memimpin doa sebagai penutup rangkaian acara aqiqah hari ini.


...*Dengan menyebut nama Allah yang selalu penyayang sangat penyayang, Atas Nabi besar Muhammad SAW, dan atas keluarganya juga para sahabatnya. ...


...Ya Allah aku meminta pelindungan untuk anak yang bernama ABIZHAR HARIZ PERMANA kepada Tuhan yang Maha Esa juga Tuhan tempat bergantung dari kejelekan, kejahatan setiap orang yang dengki. ...


...Aku memohon perlindungan padamu untuk ibunya pula dari syetan yang terkutuk. ...


...Ya Allah kehendakilah anak ini menjadi anak yang baik, anak yang shaleh....


...Ya Allah berilah keselamatan dunia dan agama. Tambahkan keberkahan ilmu Mu serta limpahkanlah rizki kepada mereka yang berhak mendapat rizki. ...


...Ya Rabb engkaulah yang mengajarkan kepada Nabi Adam nama setiap benda, dan nabi Mu pun mengajarkan kami untuk memberi nama yang baik kepada anak ini, nama yang layak di negeri ini (pemberian nama). ...

__ADS_1


...Ya Allah saat pagi menjelang kami di atas kesucian Islam, di atas kalimat ikhlas dan atas agama nabi kami Muhammad SAW, dan atas keluarga bapak kami Ibrahim AS sebagai orang yang tunduk dan tidak mempersekutukan Engkau. ...


...Ya Allah sungguh kami mohon kepada engkau dengan lisan yang akan selalu berdzikir, hati yang terus bersyukur, dan diri yang selalu sabar dan pasangan yang akan menolong kami di dunia dan akhirat*…..”...


Semua tamu undangan turut mengaminkan doa yang dilafazkan Ustad Adi Hidayat.


Tampak Satya dan Andin begitu khidmat mengaminkan setiap doa dan kebaikan bagi putra mereka.


Acara ramah tamah pun berlangsung.


Satya dan keluarga mengantar Al Mukarom Ustad Adi Hidayat yang pamit undur diri karena akan ada pengajian yang harus beliau hadiri lagi.


Satya mencium tangan Ustad Adi, memeluk sang ustad, berterima kasih atas waktu dan kehadirannya.


Tampak Al Mukarom pamit kepada semua undangan dengan menangkupkan kedua tangan didadanya.


Satya dan keluarga melanjutkan acara dengan menyantuni anak-anak yatim.


Satya dan keluarga seraya mengusap kepala anak-anak yatim saat mereka menyalami Satya dan keluarga.


Adik-Adik yatim pun menikmati hidangan yang disediakan dengan nikmat penuh sukacita.


Tak lama pengurus panti berserta anak-anak yatim turut pamit undur diri.


Satya dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran adik-adik dari panti asuhan yang sudah bersedia hadir di aqiqahan Abidzhar.


Tak lupa Satya pun melepas kepulangan adik-adik panti yang bergantian menyalami Satya dan keluarga.


Satya tampak mengobrol dengam rekan-rekan kantornya, sementara Andin tengah berbincang dengan rekan WO.


Bunda Dona dan Mama Shopia tengah asik dengan kerabat dan teman-teman mereka termasuk Tante Arini dan Dokter Alisha.


Sedangkan Dinda kini dikelilingi 3 pria yang getol mendekatinya.


Tentunya Gilang, Fandi dan Mr Daniel.


Dinda menyapa ramah ketiganya, karena bagaimanpun semua adalah tamu diacara aqiqah Abidzar.


Dinda memperlakukan ketiganya dengan adil, tak ada yang dispesialkan semua sama spesialnya karena memuliakan tamu adalah kewajiban tuan rumah.


Andin yang melihat Dinda dikelilingi 3 kumbang yang siap menyengat menghampiri sahabatnya.


"Wah ada uncle-uncle tampan nih nengokin Abidzar." Andin menyapa ketiganya dengan gaya ala Abidzar seolah yang menyapa ketiga pria tampan dengan versi yang berbeda.


"Kak Dinda!" Kompak sapa ketiga pria tampan.


"Abizhar ini Uncle." Masih kompak denga kalimat yang sama.


Andin tersenyum dengan sikap ketiga pria yang ada dihadapannya.


"Gantengnya Aunty, anteng banget sayang. Yuk sini gendong sama Aunty."


Dinda memilih menggendong Abizhar agar dapat terlepas dari ketiga pria yang sejak tadi mengekori kemanapun Dinda melangkah.

__ADS_1


Andin pamit pada Dinda, menitipkan Abizhar karena Satya memanggil.


Selepas kepergian Andin Dinda mengajak bicara Abidzar yang berada digendongannya.


"Silahkan dinikmati hidangannya, Saya permisi dulu ya mau bawa Abidzar." Dinda menawarkan ketiganya dan berlalu meninggalkan mereka.


Namun tampaknya hidangan dan jamuan tidak ada tang menarik bagi ketiga pria tampan itu selain bisa berdekatan dengan Dinda.


Dinda melihat kebelakang tampak ketiganya mengikuti Dinda yang hendak masuk kedalam rumah.


"Loh, mau ngapain?" Dinda heran ketiganya masih mengekori dirinya.


"Mau nemenin kamu jaga Abizhar." jawab Gilang.


"Mau main sama Abidzar." jawab Fandi.


"I'm ready if you need my help taking care of Abidzar." jawab Mr. Daniel.


Dinda tersenyum.


"Saya mau ganti popok Abidzar karena sepertinya Abizhar Poop." Dinda seraya masuk akan mengganti diapers Abizhar yang ia rasa hangat dan berat.


Tampak ketiganya kompak menggaruk kepala masing-masing yang tak gatal.


Andin yang mendengar Dinda kalau Abizhar mau ganti diapers menyusul Dinda.


Andin melewati ketiga pria tampan tersebut sambil menahan tawa, sebaliknya ketiganya kompak mengangguk sambil menyapa Andin yang menyusul Dinda.


"Kak Andin." Sapa ketiganya Kompak.


Andin menghampiri Dinda yang sudah selesai memakaikan Abidzar diapers.


"Anak Mama ngerepotin Aunty Di ya, Poop ya Sayang. Makasi ga Din. Panggil aku saja jangan kamu yang ganti diapers Abi." Andin kadang masih sering sungkan jika Dinda yang mengganti Diapers Abizhar namun sebaliknya memiliki keponakan yang ia sangat sayangi Dinda jadi terbiasa menangani bayi termasuk mengganti pokok dan memakaikan baju Dinda sangat terampil kini.


"Gapap Din, hitung-hitung gw latihan kalo nanti punya anak." Dinda menyerahkan Abizhar kepada Andin.


"Jadi udah ambil keputusan siapa yang Lo pilih?" Andin sambil memberikan kode kepada pria yang masih berada di depan pintu menanti Dinda keluar.


"Tau Ah Din. Bingung." Dinda masih belum menentukan siapa yang ia pilih. Hatinya masih belum tergerak dengan salah satu dari ketiga pria yang kini gencar mendekatinya.


"Pilih-pilih boleh tapi asal jangan yerlalu memilih. Nanti nyesel ujung-ujungnya. Takut 3'3 nya kabur semua Loh!" Andin sedikit menakut nakuti Dinda.


"Dih, masa gitu sih? Dinda sedikit terpengaruh.


"Istikharah Din. Minta sama Allah ditunjukkan mana yang terbaik." Andin menepuk bahu Dinda.


Dinda memikirkan perkataan Andin yang sudah keluar lebih dahulu karena suami bucinnya sudah mencarinya.


Sementara Dinda memilih ke kamarnya merehatkan sejenak hati pikiran dan tubuhnya.


Dinda pun melaksanakan shalat Ashar dikamarnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2