Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 109 Resepsi Daniel Syahla atau Reuni Mantan?


__ADS_3

Malam bertabur bintang diiringi suara merdu melantunkan nada-nada cinta seakan mewakili perasaan kedua mempelai yang malam ini diselimuti sukacita.


Cantik dan Tampan.


Rasanya tak cukup menggambarkan aura yang terpancar dari wajah kedua pengantin yang pagi tadi SAH menjadi pasangan suami istri.


Daniel Harold dan Syahla Humaira.


Keduanya tampak memukau semua mata yang memandang.



Suasana romantis tercipta dalam nuansa putih dalam resepsi pernikahan keduanya.


Tentu saja ini semua tercipta atas tangan dingin si pemilik WO dalam merealisasikan keinginan kedua mempelai siapa lagi kalau bukan Andin dan Team.


Tamu undangan yang hadir begitu menikmati setiap moment dan jamuan yang disajikan oleh pemilik acara.


Andin hadir dalam formasi lengkap Permana Family.


Gilang yang sesuai keinginannya setia menemani sang istri merangkap peran malam itu selalu setia mendampingi seakan perangko yang tak terpisahkan dari kartu pos.


Fandi dengan posesif memeluk Dinda dalam rengkuhan tangan melingkar mesra dipinggang istrinya seakan menegaskan Your Mine, Beib saat melihat mantan sang istri ternyata turut hadir dalam resepsi Daniel dan Syahla siapa lagi kalo bukan Soni dan Istrinya.


Istri Soni nyatanya adalah saudara jauh nenek Syahla.


Ternyata mereka ketahui saat hadir dalam resepsi Daniel dan Syahla.


Satya yang dengan begitu sigap menemani Andin, melindungi dari gangguan pebinor yang kini sedang bertugas sebagai fotografer, tahukan siapa? Betul sekali, Tio dan Tim nya kini bertugas sebagai fotografer dalam resepsi Daniel dan Syahla menggantikan Mario yang baru saja kehilangan ibundanya.


Tak ketinggalan rupanya tanpa sengaja dan terduga Gina bertemu dengan mantan kekasihnya waktu SMP.


"Gina? Benar Gina ya?" sapa seorang pria.


Gina yang didampingi Gilang menoleh sejenak ke suaminya namun Gilang seakan gengsi ia hanya diam saja tanpa ekspresi.


"Siapa ya?" Gina tak mengenali.


"Aku Doni, masa lupa sama aku." dengan wajah yang tersenyum menyiratkan sesuatu.

__ADS_1


Tentu saja nama itu tak akan Gina lupakan. Doni mantan pacar Gina saat SMP. Hanya saja kini wajah dan postur tubuhnya berbeda hingga Gina pangling.


"Doni. Pangling aku." Gina menyapa.


"Masa sih? Tambah cakep maksudnya?" candaan santai namun tidak buat Gilang yang mulai tak nyaman hingga ia memberi kode akan keberadaannya dengan berdehem.


"Oh iya, Doni kenalkan ini Gilang. Suamiku." Gina paham akan kecemburuan suaminya.


"Doni Salmanan. Dulu saya dan Gina pernah pacaran waktu SMP." dengan santai namun terkesan jumawa Doni enteng mengatakan hal itu.


"Gilang Bhaskara. Suami Gina. Kita baru menikah 1 bulan lalu. Ya bisa dibilang masih pengantin baru. Iya kan Yang?" Gilang tak mau kalah menangkis serangan bibit-bibit pebinor.


"Kamu kok nikah ga bilang-bilang, Aku pikir kamu masih single."


"Wah cari mati dan menabuh genderang perang ni si Salaman." batin Gilang.


Gina mengamankan situasi memilih pamit undur diri mengajak Gilang yang ia tahu sudah emosi luar dalam.


"Doni permisi ya, mau kesana dulu. Ayo Yang kita kasih selamat dan foto dengan pengantin."


Gilang masih saja menatap kesal pada Doni si Pebinor menurut Gilang.


"Ga level banget si Yang, masa mantan kamu kayak si salaman begitu!" Gilang emosi tingkat kecamatan.


"Doni Salmanan Yang namanya." Gina membenarkan nama Doni yang sengaja diucap terbalik oleh Gilang.


"Huhhh, mantan terindah sampe inget bener namanya." Gilang semakin termos es, alias emosi.


"Ya ampun Yang, males ah kalo kamu ngambek gini. Aku kan disini kerja juga." Gina memilih meninggalkan Gilang.


Meski cemburu dan kesalnya belum reda tetapi Gilang memilih mengikuti Gina istrinya takut sang pebinor curi kesempatan


"Awas aja tuh si salaman ga bakal gw kasih kendor kalo rusuh!" batin Gilang.


"Mas, Foto yuk, Abizhar mau foto sama Miss Lala katanya." Andin menyampaikan keinginan Abizhar yang memang sejak tadi mau berfoto bersama gurunya Miss Lala.


"Bilang aja mau foto biar bisa pandang-pandangan sama mantan!" Satya entah kesambet angin apa sejak resepsi dimulai bete tingkat provinsi melihat Tio bertugas sebagai fotografer.


"Mas, masa cemburu sih, buntut aku udah 3 loh!" Andin mengingatkan Satya bahwa ia bukan gadis bahkan anaknya sudah 3 orang.

__ADS_1


Keluarga Permana berfoto bersama di pelaminan dengan mempelai dan keluarganya.


Satya yang kembali bete saat melihat Tio dibelakang kamera tengah memberikan intruksi kepada mereka seakan menatap Andin menurut Satya hingga saat-saat kamera menangkap moment mereka Satya dengan sengaja mengecup pipi Andin hingga terjepretlah gambar Satya sedang mencium pipi istrinya.


Satya puas dan ia tersenyum bahagia sambil menggendong Safeea sedangkan Andin menggendong Safeena.


"Mas kamu apaan sih, masa tadi cium-cium. Malu tahu." Andin yang tahu suaminya terbakar cemburu karena Tio kini sedang berada di belakang kameranya bertugas mengabadikan momen.


Ulah Satya membuat ia menjadi bahan candaan para orang tua mereka hingga ledekan Andin diminta hamil lagi bareng Syahla dan Gina.


"Biarin aja, aku kan suami kamu, biar Pebinor terhempas ke laut!" Satya masih dengan senyum lebarnya menuruni tangga pelaminan dan menggandeng tangan istrinya.


Andin hanya bisa sabar melihat tingkah Satya kala cemburu menerpa suaminya itu.


Tak terkecuali Fandi yang begitu posesif saat Soni mantan Dinda menyapa mereka bersama istrinya.


Namun dengan sigap Fandi segera membawa Dinda menuju tempat relasi dan klien Fandi hingga sapaan Soni bagai menguap diudara tak terjawab.


"Beib kamu kenapa sih, masa aku disapa orang tapi ga jawab." Dinda yang tangannya digandeng Fandi melewati Soni yang menyapanya namun tak sempat Dinda jawab.


"Ga perlu dijawab kalo itu sih. Lagian udah punya istri masih aja ngeliatin istri orang!" Fandi mendengus kesal akan sikap Soni yang masih caper dengan Dinda padahal istrinya ada disampingnya.


Guru-guru tempat sekolah Miss Lala juga hadir memberikan selamat kepada Miss Lala dan Daniel.


Kedua Sadboy Mr. Fajar dan Mr. Edo juga hadir memberikan ucapan selamat kepada Miss Lala hingga menjadi bahan ledekan oleh rekan-rekan sesama guru.


"Mr. Edo dan Mr. Fajar jangan pingsan ya, kita-kita ga ada yang bawa tandu nih, lagi pula udah dandan cantik begini masa angkat-angkat Mr berdua." canda Mom Ayu.


"Iya Mr. Edo, Mr. Fajar, Saya habis makan kambing guling dan Sate Ayam, udah kenyang ga sanggup kalo disuruh gotong kalian berdua." Mr Anton menimpali.


"Kalian kayak Rizky Billar KW 100, aku kasih lagunya Lesti aja deh, Ku Lepas dengan Ikhlas." ledek Mom Sonya tertawa geli.


"Ga di sekolah ga disini kok senengnya ngeledek Mr. Edo dan Mr. Fajar. Sudah salaman sama pengantin belum semuanya?" sapa Bapak Kepsek yang turut hadir bersama istrinya.


"Belum Pak, baru mau. Mari Pak." jawab Mr. Danu.


"Ayo kita naik, berikan ucapan selamat dan doa bagi Miss Lala dan suaminya Mr. Daniel. Mr. Edo, Mr. Fajar ayo bareng sama Saya, biar aman ga diledek sama mereka." Pak Kepsek menyelamankan kedua anak buahnya yang menjadi bahan ledekan guru-guru lainnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2