
Packingan rapi. Tidak ada yang tertinggal.
Begitulah Andin dan Dinda saat memastikan seluruh barang bawaan mereka.
Fandi dan Tante Arini juga kembali bersama dengan pesawat yang sama.
Semua sudah dalam keadaan siap.
Pilot pun menginformasikan bahwa kini mereka siap lepas landas.
Ada saja tingkah Abizhar selama dalam pesawat.
Abizhar tidak sabar ingin segera sampai kerumah.
Ia mengatakan sudah rindu ingin bertemu teman-temannya.
Selama liburan kerap Abizhar menceritakan teman-teman sekolahnya pada keluarganya.
Abizhar juga membawakan oleh-oleh untuk teman-temannya.
Tentu saja Andin dan Satya dengan senang hati membelikan oleh-oleh sesuai permintaan Abizhar yang akan ia berikan kepada teman-temannya.
"Papa, Mama nanti kalau liburan sekolah lagi, Abizhar mau jalan-jalan lagi ya."
"Iya sayang, yang penting Abizhar harus rajin belajar." Andin memberikan nasehat pada Abizhar.
"Mama Abizhar mau bobo, bobonya ditepuk-tepuk." Abzihar mode manja minta di Mpok Mpok agar tertidur.
Andin yang dengan lembut menuruti keinginan putranya.
Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih hingga 20 jam membuat masing-masing mencari kesibukannya agar tidak bosan.
Seperti kini Satya dan Fandi sedang Mabar begitu seru dan asik.
Sementara Oma Shopia memilih beristirahat, sedangkan Oma Dona dan Oma Arini bersama Dinda sedang membicarakan soal persiapan pernikahan Dinda dan Fandi.
Andin yang barusaja bergabung setelah Abizhar tertidur segera dibawa Dinda untuk berkonsultasi mengenai mengenai persiapan pernikahannya.
Oma Shopia juga bergabung setelah cukup beristirahat.
Tentu saja Oma Shopia dan Andin akan menghandle mengenai pernikahan Dinda dan Fandi.
Selain WO milik Mama Shopia sudah terkenal seantero negeri dan langganan artis juga para pejabat hal itu bukanlah yang utama.
Bagi Mama Shopia Dinda selayaknya Andin yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.
Bahkan Mama Shopia yang memang juga pemilik butik kenamaan secara langsung mendesign busana pengantin untuk Dinda.
Saat Andin sedang menjelaskan mengenai konsep-konsep yang bisa menjadi pilihan kepada Oma Dona dan Oma Arini, Oma Shopia membuat sketsa design busana pengantin saat Dinda sesang menjelasakn keinginannya mau busana yang seperti apa.
"Coba Sayang, kamu lihat, tolong kamu koreksi, sesuai selera kamu."
Oma Shopia memperlihatkan sketsa kasar pada Dinda.
__ADS_1
"Wow Ma, ini sesuai dengan yang Dinda mau." Dinda terkejut karena kini ia melihat bagaimana Mama Shopia menunjukkan keahliannya dalam mendesign.
"Ini masih sketsa awal sayang, kamu bilang mau ditambah atau dikoreksi apalagi. Pokoknya Mama akan berikan yang terbaik buat putri mama yang sebentar lagi jadi calon pengantin." Mama Shopia begitu menyayangi Dinda layaknya pada Andin.
Dinda memperlihatkan pada Bunda Dona dan Bunda Arini juga Andin.
"Wah memang Shopia is the best pokoknya." Puji Bunda Dona.
"Jeng Shopia boleh tidak jika kita semua juga seragaman didesignkan, aku kepincut design sampeyan." Bunda Arini juga nyatanya adalah langganan butik Mama Shopia selama ini.
Mama Shopia sempat vacum mendesign saat ia tervonis Cancer.
Karena harus bolak balik ke luar negeri untuk berobat oleh karena itu ia percayakan soal design kepada oara designernya di butik.
Sehingga Mama Shopia jarang berada dibutik saat itu.
Sehingga tidak banyak yang bisa bertemu bahkan jika bukan pelanggan lama jarang yang tahu wajahnya.
Kini alhamdulillah setelah Mama Shopia sehat, ia kembali aktif mendesign, tentu saja membuat customer dibutiknya bahagia karena bisa memakai design Mama Shopia, seperti Bunda Dona yang memang awal perkenalan mereka berawal dari Bunda Dona dan Dinda yang Customer VVIP butik Mama Shopia.
Sementara Bunda Arini yang merupakan Customer baru dibandingkan Bunda Dona, belum sempat bertemu, justru takdir berkata lain kini mereka akan menjadi keluarga.
Memang takdir manusia seakan lucu dan layaknya sebuah misteri yang tak pernah kita ketahui apa dan bagaimana selanjutnya.
Kini kelima wanita itu tampak sibuk membicarakan perihal segala hal persiapan mengenai persiapan pernikahan Dinda dan Fandi.
Sementara Satya dan Fandi asik dengan Mabar mereka hingga tak menyadari Abizhar sudah bangun dan kini memilih bersama Papa dan Uncle nya.
Tentu saja Abizhar senang sekali dengan games itu.
Kini mereka seakan memiliki tambahan personil dalam menjalani hobi mereka bermain games.
"Anak ganteng mama sudah bangun? Makan dulu yuk." Andin mendekati Abizhar yang asik memainkan games.
"Sebentar Mama, Abizhar main dulu."
"Ayo, atau..." Andin dengan mata membulatnya membuat Abizhar mengikuti perintah Mamanya.
Abizhar kini makan sesuai dengan perintah mmamanya.
Akhirnya mereka sekeluarga makan bersama.
"Wah cucu Oma pinter deh makan sendiri. Lahap lagi." Oma Dona dengan komentar nya senang melihat Abizhar makan sendiri dan menikmati makanannya.
"Iya dong Oma, kan ga ada brokoli lagi."
Abizhar segera menutup mulutnya takut terdengar Mamanya.
Abizhar yang sedang makan Pasta Aglio Olio tampak happy menikmati makanannya itu.
Sementara yang lain tertawa melihat reaksi Abizhar saat keceplosan soal brokoli.
Andin tentu saja melirik putranya dan menggelengkan kepala seakan mengatakan Mama dengar Abizhar.
Sementara bukan Satya dan Dinda jika sekali saja bersih tanpa pertengkaran.
__ADS_1
Kali ini adalah saat keduanya mengambil gelas jus yang sama.
"Ini punya kakak!"
"Ih iti Dinda Ka!"
"Astagfirullah, Satya, Dinda ga malu. Udah tua masih rebutan!" Oma Dona kini layaknya emak-emak yang punya anak TK.
"Itu jus Dinda Bun."
"Enak aja. Jus Kakak!"
Oma Dona langsung mengambil Jus tersebut dan meminumnya.
"Alhamdulillah segar."
"Bunda, kok diminum!" kompak keduanya saat melihat jus gelas yang mereka perebutkan diminum habis hingga tandas oleh Bunda Dona.
"Lebih baik untuk Bunda, daripada tumpah kalian tarik-tarik. Mubazhir!" Bunda menjewer telinga kedua anaknya yang masih ga sadar mereka sudah tua.
Abizhar yang baru selesai dari toilet diantar Mamanya tertawa melihat Papa dan Auntynya sedang dijewer Oma.
"Papa, Aunty pasti nakal ya Oma." Abizhar berkomentar sambil tertawa.
Tentu saja tawa Abizhar juga menular kepada semua orang yang melihatnya tak terkecuali kedua korban penjeweran yakni Satya dan Dinda.
"Kok kakak masih aja ya kepancing kamu Dinda." Satya senyum berbicara pada Dinda.
"Iya Kak, padahal bisa minta bikin lagi. Tapi kebiasaan dari kecil." Dindapun tertawa sendiri.
Fandi melihatnya hanya senyum tak habis fikir.
Namun ia menjadi berfikir mungkin seperti itu kalau punya saudara sepertinya.
Fandi yang merupakan anak tunggal baru kali ini merasakan suasana ramai bersama keluarga besar.
"Uncle, Abizhar mau main games lagi." Abizhar mengajak Fandi bermain games lagi.
"Abizhar, No!"
Andin tetap mewajibkan paling tidak sebentar meski liburan agar Abizhar tetap belajar.
Kini Abizhar sudah bersama Andin belajar.
Alhamdulillah Abizhar dikaruniai otak yang encer.
Abizhar termasuk anak cerdas disekolahnya
Abizhar sangat mudah mencerna setiap pelajaran.
Andin bukannya galak atau memaksakan anak namun Andin hanya ingin Abizhar tahu bersikap disiplin dan punya skala prioritas.
Andin berharap pembiasaan yang dilakukan agar menjadi kebiasaan baik bagi Abizhar di masa depannya kelak.
...****************...
__ADS_1