
"Tante Sophia." Andin bangkit dari kursinya saat kehadiran Tante Sophia ke kantor.
"Jangan capek-capek Bumil." Tante Sophia menyuruh Andin duduk kembali.
"Kapan Tante kembali? Tante sudah sehat? Bagaimana kondisi Tante?" Andin memberondong Tante Sophia dengan banyak pertanyaan.
"Tante baru kembali kemarin Andin. Tante sudah selesai terapi. Tante bosan, Mau pulang, rindu Indonesia."
Tante Sophia pemilik WO tempat Andin bekerja.
Bukan hanya sebatas Boss atau atasan bagi Andin.
Tante Sophia layaknya malaikat penolong bagi Andin.
Saat Andin sebatang kara tidak memiliki siapapun berjuang mempertahankan hidupnya di Ibukota tanpa sanak family disaat itulah kehadiran Tante Sophia sebagai malaikat bagi Andin.
Tante Sophia mengajak Andin bekerja di WO miliknya.
Dengan sabar Tante Sophia mendidik Andin hingga bisa menjadi saat ini.
Bahkan Tante Sophia sangat mempercayai Andin menghandle WO miliknya.
Hingga 2 tahun terakhir saat Tante Sophia divonis Dokter terkena Kanker Tante Sophia mempercayakan sepenuhnya WO miliknya pada Andin.
Tidak hanya itu Tante Sophia bahkan menitipkan kepada Andin jika suatu saat ia meninggal maka Andinlah yang berhak mewarisi WO dan semua yang ia miliki.
Tante Sophia seorang janda tanpa anak.
Suaminya meninggal kecelakaan sedangkan dirinya sendiri memang divonis tak bisa memiliki keturunan.
Tante Sophia melihat Andin tak ubahnya nasib dirinya.
Seperti bercermin. Tante Sophia melihat hidup Andin begitu persis seperti dirinya.
Perbedaannya Tante Sophia memiliki adik tiri yang memang betul-betul mengincar harta nya namun Tante Sophia lebih sudi mewariskannya pada Andin dari pada adik tiri yang memang selalu menjadi duri dalam daging dalam hidup Tante Sophia.
"Tante bukankah Tante masih harus menjalankan pengobatan?" Andin tampak khawatir dengan kondisi Tante Shopia yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya.
"Tante masih terus berobat Sayang, namun Tante tak mungkin melewatkan kabar bahagia ini kan." Tante Sophia mengusap lembut perut Andin.
"Andin, Tante menganggap kamu layaknya putri Tante sendiri. Maafkan Tante saat pernikahanmu Tante tak berada disisimu. Tante juga mendengarnya. Namun kini Tante senang Satya dan keluarganya betul-betul menyayangimu." Ucap Tante Sophia mengusap bahu Andin.
"Tante, apa masih ada yang Tante rasakan? Tante semakin kurus." Andin menganggap Tante Sophia layaknya seorang ibu, Andin khawatir dan ia mencemaskan Tante Sophia.
Tante Sophia menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
__ADS_1
"Andin ada yang ingin Tante bicarakan padamu. Tunggu sebentar lagi pengacara akan datang." Raut wajah Tante Sophia begitu serius menatap Andin.
Andin tampak heran, apa maksud Tante Sophia.
Pengacara? Ada apa gerangan?
Tante Sophia dengan tatapan teduh menggenggam tangan Andin sambil terus tersenyum.
Tak lama pengacara yang dimaksud Tante Sophia datang.
Pengacara menjelaskan maksud dan tujuannya disini atas permintaan Tante Sophia.
Panjang lebar pengacara menjelaskan duduk perkara sebenarnya, Tante Sophia mengangguk menyetujui setiap kata-kata yang keluar dari mulut sang pengacara.
Sementara Andin dengan ternganga mendengarkan setiap penjelasan yang keluar dari mulut sang pengacara sambil menatap Tante Sophia.
Seolah Andin tak kuasa menahan airmata kesedihannya.
Betapa tidak Andin hanya menangkap bahwa umur Tante Shopia oleh Dokter diprediksi tidak akan lama lagi.
Andin berderai airmata. Seakan tak percaya.
Andin tak rela takdir seperti itu terjadi dalam suratan hidup Tante Sophia.
Tante Shopia yang selalu mendukung dan memberikan semangat bagi Andin.
Memotivasi Andin menjadi wanita mandiri, pekerja keras dan kuat.
Kini Andin harus mendapati Tante Shopia dengan vonis Dokter hidupnya tidak akan lama lagi.
"Andin, jangan menangis Nak. Tante mau kamu menyetujui keinginan Tante. Terimalah amanah ini. Dan Bolehkah Tante meminta mu menjadi putri Tante?" Tante Sophia menggenggam tangan Andin.
Andin bukannya menghentikan tangisnya, malah semakin kencang isakan tangis Andin yang kini dipeluk Tante Shopia.
Tante Shopia tak kuasa menahan airmatanya.
Keduanya menangis sambil berpelukan.
Darah tidak selalu menjadi alasan seseorang memiliki ikatan ibu dan anak.
Namun hati, cinta dan kasih sayang tulus mampu melebihi ikatan darah.
Kasih sayang tulus seorang ibu dan anak itulah yang kini dirasakan Tante Sophia dan Andin begitupun sebaliknya.
Tante Sophia meminta Andin menandatangani surat Adopsi yang menyatakan Andin sebagai putri sahnya sekaligus pewaris satu-satunya yang berhak atas seluruh harta dan aset sekaligus perusahaan WO milik Tanye Shopia bila kelak Tante Shopia meninggal.
__ADS_1
Sejak lama Tante Sophia mengajukan hal tersebut namun Andin berkali-kali menolak.
Bukan karena Andin tak mau atau tak tahi balas budi menolak menjadi anak adopai Tante Sophia.
Andin menjelaskan ia tidak mau kelak akan timbul masalah dengan adik tiri Tante Sophia yang memang mengincar harta kekayaan Tante Sophia.
Karena bagi Andin tanpa hitam diatas outih, Andin menganggap Tante Sophia selayaknya Ibu bagi Andin.
Tante Sophialah malaikat bagi Andin.
Namun Tante Sophia justru ingin melindungi Andin dengan legalitas hukum dan tertuang dalam dokumen yang SAH sebagai Anak dan ahli warisnya selepas ia meninggal agar Sang adik tiri tidak bisa merebut apapun dari Andin yang memang Tante Sophia wariskan.
Tante Sophia melakukan itu semua agar ia bisa tenang.
"Bagaimana Sayang, Boleh Tante memintamu memanggil Mama pada Tante?"
Manik mata Andin basah dengan airmata yang masih mengalir tak henti.
"Andin selalu berdoa akan kesehatan, panjang umur, serta yang terbaik bagi Mama." Andin memeluk Tante Sophia dan memanggilnya Mama.
"Terima kasih sayang, Mama senang. Ya Mama akan selalu berdoa agar bisa melihat cucu mama lahir." Tante Sophia berlinang airmata dalam dekapan Andin.
"Sayang, jangan khawatir Adel tidak akan bisa mengusikmu. Mama sudah selesaikan semuanya. Betul begitu Pak Tino?" Tante Sophia meyakinkan pada Sang pengacara.
Anggukan pengacara melegakan Tante Sophia dan Andin yang menatap lekat pada Tante Sophia.
"Ma terima kasih atas semua kebaikan Mama pada Andin. Andin tidak bisa membayangkan jika saat itu tidak ada Mama entah akan bagaimana hidup Andin. Andin juga berterima kasih Mama mendidik Andin menjadi mandiri, pekerja keras dan wanita yang kuat. Andin mau mama sehat, Mama terus terapi dan melanjutkan pengobatan Mama, agar Mama bisa melihat cucu Mama." Andin membawa tangan Tante Sophia ke perutnya.
"Pasti Sayang, Mama akan sehat, akan berjuang. Mama mau melihat cucu Mama. Pasti Cantik dan Ganteng seperti kedua orang tuanya." Tante Sophia memiliki semangat baru.
"Dan yang pasti akan secantik dan sekuat Omanya yang cantik, baik dan strong." Andin menambahkan.
"Sayang, malam ini Mama ingin berkunjung ke rumah mu, sekalian mama mau bersilahturahmi dengan jeng Dona, sudah lama tidak berjumpa." Tanye Sophia mengutarakan keinginannya.
"Mama tidak boleh hanya berkunjung, menginap kalau perlu tinggalah bersama kami. Mas Satya tentu akan senang juga jika Mama mau tinggal bersama kami." Ajak Andin.
"Baiklah. nanti Mama pikirkan."
Senyum keduanya tampak bahagia memancarkan perasaan keduanya.
"Mama Shopia."
"Andin Putriku."
...****************...
__ADS_1