
Angel masih menggenggam tangan Caca membawa Caca ke pojok.
Tampak Angel menengok sekitar seakan sedang memastikan apakah ada orang yang akan lewat dan melihat keduanya.
Caca ikut menengok ke kanan dan ke kiri seperti yang Angel lakukan namun ia sendiri tak paham apa sebenarnya yang Angel lakukan mengajak dirinya kesini.
"Angel, sebenarnya ada apa sih?" Caca heran melihat wajah Angel yang sedikit serius.
Angel dengan mata yang tidak tenang kaki yang bergerak cemas.
"Angel! Angel kenapa?" Caca makin penasaran melihat gelagat Angel yang tidak biasa.
"Ca, aku mau cerita tapi kamu janji, jangan bilang siapa-siapa?" Angel mengacungkan jari kelingkingnya.
"Janji apa sih Ngel? Emang Angel mau cerita apa sampe Caca harus janji?" Caca makin penasaran dibuatnya.
Angel mendekatkan mulutnya berbisik ke telinga Caca.
"Ca, aku dari kemarin ituku berdarah." bisik Angel pelan.
"Itu? Mana Ngel yang berdarah, Caca ga lihat?" Caca yang memeriksa tubuh Angel.
"Ih, bukan diluar. Tapi ini." Angel menunjuk ke bawah.
Lagi-lagi Caca mengecek kini bagian kaki Angel tang Caca periksa.
"Mana Ngel, Caca ga lihat kaki Angel berdarah." Caca yang masih bingung.
"Ini Ca!" Angel memegang kearah bagian istimewanya.
"Serius!" Caca menutup mulutnya.
"Sutttt! Pelan-pelan Ca!" Angel meletakan telunjuk di bibirnya.
"Oke, Oke!"
"Gimana Ca, aku bingung, dari kemarin keluar darah terus." wajah Angel panik.
"Tenang Ngel." Caca tampak berpikir dan mencari ide.
"Gimana kalo kita ke UKS?" saran Caca.
"No! aku sudah bilang kalau aku ga mau orang tahu!" Angel langsung menolak saran Caca.
"Terus mau tanya siapa? Kenapa ga tanya Mommy kamu? Eh sorry Mommy kamu kan ga disini ya!"
"Lagi pula aku takut cerita sama Mommy dan Oma, apalagi ke Daddy dan Andrew." Angel menunduk.
"Kalo Caca tanya Mama Caca nanti Caca yang dipikir sakit. Aduh siapa ya?"
__ADS_1
Angel dengan wajah bingung.
"Ngel gimana kalau kita tanya ke Miss Lala?" Caca memberikan saran.
"Miss Lala? Nanti Miss Lala bakal ngadu ga ke Daddy sama Oma?" Angel dengan takut-takut.
"Kita coba dulu Ngel, dari pada Angel dan Caca bingung. Caca juga ga mau kalau sampe ada apa-apa sama Angel." wajah Caca khawatir.
"Caca jangan nakutin Angel dong."
"Ih Caca ga nakutin, justru Caca bantu Angel kasih saran. Yuk kita temui Miss Lala."
Sejenak Angel berpikir dan akhirnya mengikuti saran Caca keduanya menemui Miss Lala.
Kini Angel dan Caca sudah berhadapan dengan Miss Lala diruangan yang tertutup.
"Angel, Caca ada apa kalian minta bertemu Miss?" Miss Lala mencoba tenang sambil tersenyum agar kedua muridnya bisa jujur berbicara.
Angel melihat ke arah Caca, Caca memberi kode agar Angel menceritakan pada Miss Lala.
"Miss, Angel mau cerita tapi Angel mau Miss tidak memberitahu pada Oma dan Daddy." Angel dengan terbata-bata suaranya pelan.
"Memang Angel mau menyampaikan apa? Katakan sayang yang sejujurnya agar Miss bisa membantu." Miss Lala menggenggam tangan Angel dengan lembut.
"Sebenarnya Angel sejak kemarin," Angel menghentikan kata-katanya.
"Ceritakan Angel, Miss akan mendengarkan."
"Ini?" tanya Miss Lala memastikan.
"Iya."
"Sekarang masih? Rasanya perut Angel sakit atau nyeri tidak?" Miss Lala kini bertanya.
"Ia hari ini baru terasa Miss."
"Lalu, Angel merasa Moody ga? atau ada kebiasaan ingin makan atau minum sesuatu? Bagian ini terasa nyeri dan lebih kencang?" Miss Lala memberikan sebuah ciri-ciri.
"Kok Miss Lala tahu? Angel sejak kemarin rasanya ingin makan yang pedas, Terus Angel juga jadi gampang kesel Miss. Lalu ini Angel juga terasa kencang." Angel membenarkan sesuai apa yang ia rasakan.
Miss Lala menatap kedua siswa wanita dihadapannya.
"Angel, Caca kalian tidak perlu khawatir. Justru apa yang akan dialami oleh Angel kelak akan Caca alami juga. Karena itu adalah kodrat kita sebagai perempuan. Miss Lala juga mengalami kok." Miss Lala dengan senyumannya yang meneduhkan membuat kedua anak perempuan itu bingung.
"Maksud Miss apa? Kok Caca akan merasakan seperti Angel?" tanya Caca tak mengerti.
"Begini, Apa yang Angel sekarang alami disebut dengan Menstruasi atau biasa disebut dengan datang bulan. Mesntruasi akan terjadi pada setiap perempuan pada umumnya dimulai dengan keluarnya darah haid selama periode tertentu biasanya sebulan sekali selama 3 sampai 7 hari. Oleh karena itu pada saat Menstruasi datang kita memakai pembalut. Angel saat ini pakai pembalut?" Miss Lala bertanya.
"Pembalut itu apa Miss?" Angel menatap Caca dan Caca mengangkat bahunya tak mengerti.
__ADS_1
Miss Lala kemudian mengeluarkan dari laci pribadinya sebuah pembalut dan memberikannya pada Angel.
"Ini pembalut Miss? Lalu cara pakainya bagaimana?"
Miss Lala mengajari cara pakainya pada Angel. Dengan kesabaran Miss Lala juga menjelaskan arti pentingnya Memstruasi bagi perempuan dengan bahasa yang mereka mudah pahami.
"Sekarang Angel ke toilet dulu ya, pakai pembalutnya agar tidak tembus." Miss Lala mengantar Angel sampai depan pintu toilet.
Angel masuk dan melakukan tugasnya, sementara Miss Lala dan Caca menunggu diluar.
"Miss apakah semua perempuan akan mengalaminya? Caca juga?" Caca bertanya.
"Ia Caca sayang. Nanti Caca juga akan mengalaminya. Caca sudah tahukan apa yang mesti Caca lakukan saat Menstruasi datang?"
"Iya Miss, tapi kalau Caca masih bingung, Caca boleh tanya Miss?"
"Boleh Sayang, Caca tanya Mami dan Oma juga gapapa. Pasti mereka akan senang, karena putri kecilnya artinya sudah akil balig sudah remaja bukan anak-anak lagi." Miss Lala mengusap kepala Caca.
Angel keluar kamar mandi. Angel merasa kikuk sebab seperti ada tang mengganjal dibagian itu.
"Ga nyaman ya?" tebak Miss Lala.
"Iya Miss, Seperti mengganjal."
"Iya nanti lama-lama akan terbiasa. Yasudah kalian balik lagi ke kelas ya. Angel selamat sekarang kamu sudah remaja, jangan lupa ya pesan yang tadi Miss Lala sampaikan." Miss Lala memeluk Angel dan Caca bergantian.
"Iya Miss. Terima kasih banyak. Kalau begitu Angel balik ke kelas dulu ya. Ayo Ca." Angel pamit pada Miss Lala mengajak Caca.
"Caca juga balik ke kelas dulu Miss. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." jawab Miss Lala.
Miss Lala menatap kedua siswinya.
Miss Lala tersenyum karena tanpa terasa salah satu siswinya kini sudah remaja.
"Sepertinya perlu ada materi khusus mengenai s*** edukasi kepada para siswa, agar mereka tidak panik dan takut saat mengalaminya." batin Miss Lala.
"Sampai jumpa besok ya. Assalamualaikum." Caca saat jemputannya datang dan pamit pada teman-temannya.
"Aku balik duluan ya, Oma sudah jemput. Assalamualaikum." kini Abizhar yang pamit pada Andrew dan Angel.
Dito yang sudah pulang lebih dulu karena tadi dijemput oleh kakaknya untuk menjenguk Omanya yang sedang sakit.
"Angel kamu gapapa?" Andrew melihat cara berjalan Angel yang sedikit berbeda.
"Gapapa. Tuh Uncle sudah jemput." Angel segera berlari menuju mobil Uncle Daniel.
Andrew dengan tatapan penasarannya memilih mengikuti Angel dan tidak bertanya lagi.
__ADS_1
...****************...