Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Bonus Chapter - Pertolongan


__ADS_3

Sore itu Viana sedang sibuk mengajari Sevina teknik meredam emosi melalui sistem pernafasan dan pikiran. Suasana begitu hening hingga sebuah dering telepon membuyarakan konsentrasi mereka.


"Sayang, lanjutkan ya. Mama angkat telepon dulu." ucap Viana.


"Iya Ma." Sevina mengangguk dan meneruskan latihannya.


Viana mengangkat panggilan masuk di Hpnya yang terletak diatas meja. Terlihat nama si pemanggil adalah Anggun. Viana langsung mengangkat panggilan itu. "Halo Bu Anggun." ucap Viana.


"Halo tante tolongin Mama David." Terdengar suara bergetar David dari seberang telepon.


"David, kau kenapa? Dimana Mama?" tanya Viana yang tampak cemas.


"Mama...Mama dipukul sama Papa. Sekarang Papa mengikat Mama dikursi dan memukulinya. Tolongin Mama tante." ucap David setengah berbisik karena takut ketahuan Papanya.


"Oke oke. Kau tenang ya sayang. Tante akan segera kesana." ucap Viana.


David langsung mematikan telepon itu saat mendengar langkah kaki Papanya terdengar semakin dekat. Dia menyembunyikan hp itu dibawah kasurnya. "Apa yang sedang kau lakukan?" Teriak Papa David.


"Tidak ada Pa." ucap David dengan wajah ketakutan. Dari sela pintu dia melihat Mamanya sedang terduduk lemas di kursi dengan baju yang penuh bercak darah akibat pukulan Papanya.


"Jangan bohong. Kemari kau anak sialan." Papa David menarik anaknya dan membawanya ke kamar mandi. Disana kepala David ditenggelamkan ke dalam bak mandi berkali-kali.


"Ampun Paaaa." David menangis keras saat dirasakan pernafasannya mulai sesak karena kemasukan air dan kekurangan udara karena Papanya menceburkan kepalanya cukup lama.


"Hentikaaaaan!!! Jangan sakiti anakku!!!" Teriak Anggun saat mendengar tangisan David yang sangat menyayat hatinya.


Papa David menghentikan tindakannya. Dia mengunci David didalam kamar mandi. David masih terduduk lemas karena nafasnya sangat sesak.


"Jadi sekarang kau menyetui permintaanku? Aku akan menikah lagi dan kau akan memenuhi kebutuhanku dengan istri baruku?" tanya Papa David.


Dengan terpaksa Anggun mengangguk. "Tapi aku mohon. Keluarkan David dari kamar mandi. Dia tidak bersalah." ucap Anggun ditengah isak tangisnya.

__ADS_1


Sekarang dia menyesal karena menerima lamaran Papa David tanpa melihat latar belakangnya yang ternyata berbanding terbalik dengan yang diperlihatkan selama pacaran. Dia telah dibutakan oleh cinta karena Papa David memperlakukannya dengan sangat lembut namun ternyata itu hanya tipu muslihatnya saja.


"Setelah kau tanda tangani surat perjanjian ini, baru aku akan keluarkan dia." ucap Papa David dengan senyuman licik.


Anggun memandangnya dengan tatapan tajam. "Berikan padaku." ucapnya.


Papa David tertawa lebar. Ini yang aku tunggu. Kenapa tidak dari tadi kau menyetujuinya, dengan begitu aku tidak perlu menyiksamu bukan?" ucapnya sambil mengambil sebuah kertas yang berisikan perjanjian yang sangat merugikan Anggun.


Ikatan Anggun sudah dilepaskan. Sekarang dia sudah memegang pulpen dan hanya tinggal menorehkan tanda tangan kedalam kertas itu.


"Hentikan!!!" Suara seorang wanita membuat Anggun menghentikan gerakan tangannya.


"Viana!!!" Seru Anggun. Dia begitu bahagia melihat ada yang datang menolongnya.


"Viana tolong David. Dia dikunci dikamar mandi." ucap Anggun dengan panik.


Viana langsung menyuruh beberapa pegawalnya mengeluarkan David dari dalam kamar mandi. Saat pintu dibuka, David terlihat pucat dengan nafas yang tersenggal-senggal. Tubuhnya mengigil. Pengawal mengangkat tubuhnya dan melarikannya ke rumah sakit.


"Daviiiid." Anggun menangis histeris saat melihat keadaan David.


Dia pun berbalik dan rasa terkejutnya pun terjawab. "Viana." ucapnya.


"Erik!!!" Viana tak kalah terkejutnya sama seperti Erik. Memang saat peristiwa Sevine meninju David, hanya Anggun saja yang datang. Sedangkan suaminya saat itu sedang bertugas diluar. Namun Viana tidak menyangka bahwa Erik yang dia kenal baik ternyata sekejam ini.


Anggun kaget karena Viana mengenal Erik, suaminya. "Lepaskan Anggun." Perintah Viana pada para pengawalnya. Mereka pun melepaskan dan memapah Anggun.


"Ayo kita bawa ke rumah sakit." ucap Viana. "Dan kau? Kau akan membayar semua yang kau lakukan pada Anggun dan David." Viana memerintahkan pengawal lainnya menangkap David dan membawanya ke kantor polisi.


Sesampainya di rumah sakit, David sudah berada di ruang UGD untuk mendapatkan pertolongan. Anggun juga menjalani pengobatan karena tubuhnya penuh luka. Setelahnya dia menemui Viana di depan ruang UGD.


Anggun menghambur ke pelukan Viana. Dia terus menangis memikirkan keadaan David.

__ADS_1


1 jam kemudian, dokter keluar ruang UGD.


"Dokter, bagaimana keadaan anak saya?" Anggun tampak sangat panik.


"David tidak apa-apa. Pernafasannya sudah kembali normal. Kita hanya menunggu pasien sadar." ucap dokter.


Anggun menghenbuskan nafas lega begitu juga dengan Viana. David dipindahkan ke ruang rawat. Anggun dan Viana menemaninya didalam ruangan itu.


Setelah agak tenang, Viana menayakan perihal peristiwa itu terjadi. Anggun menceritakan semuanya. Sejak awal bertemu hingga terbongkarnya sifat asli Erik yang egois dan kasar.


"Kau harus bersabar. Akan ada hikmah disetiap musibah." ucap Viana.


"Viana boleh aku bertanya? Apa kau mengenal Erik?" tanya Anggun yang masih penasaran dengan kesan pertama Viana saat bertemu Erik.


"Sebenarnya Erik adalah mantan pacarku sebelum aku bertemu dengan Sean. Dia juga membantu Sean saat menjalankan misi membebaskanku dari kakaknya Kenzie. Tapi aku tidak menyangka, kenapa Erik bisa begini. Padahal dulu dia begitu baik. Dan setelah peristiwa itu, Sean memberinya banyak uang untuk modal usahanya. Tapi kenapa dia malah menjadikanmu tulang punggung? Dan kenapa dia tega menyakiti anaknya sendiri?" tanya Viana dengan perasaan kesal.


"Sebenarnya David bukanlah anak kandung Erik. Suamiku meninggal saat aku sedang mengandung David. Setelah David berumur setahun, aku menikah dengan Erik karena dia memberi perhatian dan kasih sayang lebih kepada David. Aku kira dia orang yang tulus. Ternyata dia serigala berbulu domba. Dia hobi berjudi dan mabuk-mabukan sehingga uangnya selalu habis dan tekadang aku harus membayar hutangnya saat dia kalah berjudi. Namun ketika dia menang, dia bersenang-senang dengan pacarnya yang akan dia nikahi sebentar lagi." tutur Anggun mengakhiri ceritanya.


Viana sangat sedih mendengarnya. Tak lama kemudian, beberapa polisi datang dan meminta keterangan dari Anggun dan juga Viana. Mereka pun menjelaskan peristiwa secara rinci. Setelah selesai, para polisi itu pun pamit.


Viana dan Anggun hendak masuk, namun suara langkah kaki terdengar sedang mendekat. Viana menoleh dan itu adalah Sean.


"Viana." Sean langsung memeluknya. "Kau tidak apa-apa kan sayang? Apa ada yang terluka?" tanya Sean sambil meraba wajah dan tangan Viana memastikan dia baik-baik saja.


"Aku tidak apa-apa sayang." sahut Viana sambil menghentikan gerakan tangan Sean.


"Apa yang terjadi?" tanya Sean.


"Anggun masuklah, aku akan menyusul." ucap Viana.


Anggun mengangguk dan masuk kedalam. Viana mengajak Sean duduk di koridor rumah sakit itu. Dia pun mulai menceritakan semuanya dan tidak ada yang terlewat.

__ADS_1


Namun kalimat yang keluar dari mulut Sean mengagetkan Viana. Sean berkata. "Jodohkan Sevina dengan David saat mereka dewasa."


Alasannya besok ya 😀


__ADS_2