Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Serangan Mendadak


__ADS_3

Sean dan Viana sedang menikmati makanan mereka.


Keduanya saling beradu senyum.


"Apakah itu enak?" Tanya Sean. Dia menanyakan makanan yang tengah di makan Viana.


"Iya" Jawab Viana.


"Aku ingin mencicipinya" Kata Sean.


"Ya sudah, ini makan lah" Viana menyodorkan piringnya.


"Bukan ini yang ku maksud" Sean menggeser piring itu hingga kembali ke hadapan Viana.


"Lalu?" Tanya Viana heran.


"Suapi aku dasar tidak peka" Ucap Sean.


"Apa? Ditempat ini?" Bisik Viana.


"Kenapa kau tidak mau?" Tanya Sean dengan tatapan marah.


"Tidak" Viana menyendokkan makanan itu lalu menyuapkannya ke mulut Sean.


Semua mata memandang mereka dan lagi lagi itu membuat Viana merasa risih.


Pengunjung.


"Ih liat deh so sweet mesra banget sih, pengen jadi sendoknya"


"Halu kamu"


"Gimana jadi Viana ya pasti bahagia banget tiap hari romantisan sama Sean"


"Udah ah buruan makan. Jangan kebanyakan mimpi"


"Bagaimana? Enak? Sudah kan?" Tanya Viana.


"Kenapa kau pelit sekali, suapi aku lagi" Kata Sean.

__ADS_1


Viana mengalah, dia menyuapi Sean lagi.


Setelah 5 suapan.


"Hentikan ! Rasanya tidak enak. Kau makan saja sampai habis" Sean kembali fokus ke piringnya.


Apa apaan dia?


Selesai makan, mendadak Sean ingin buang air kecil.


"Tunggu lah disini, aku mau ke toilet" Sean berdiri dan pergi ke kamar mandi.


"Memangnya aku mau kemana?" Gerutu Viana.


Tiba tiba....


"Byurrrr" Sebuah gelas berisi air putih mengguyur wajah dan baju Viana. Semua pengunjung yang melihat kaget begitu juga dengan Viana sendiri. Dia mendangak dan melihat siapa yang menyiramnya.


"Lidya" Viana berdiri dengan tatapan penuh emosi.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Hei wanita murahan, kamu tidak pantas berada di sini!!!" Lidya berteriak sambil menunjuk wajah Viana.


Semua pengunjung terlihat saling berbisik.


"Eh siapa tuh? Mantannya Sean ya? Berarti Viana merebut Sean dari cewe itu"


"Iya, di lihat dari gayanya juga kayaknya selevel sama Sean. Seksi dan cantik"


Telinga Viana panas mendengar bisikan - bisikan yang masih bisa di tangkap indera pendengarannya.


"Jangan asal menuduhku, aku bukan wanita murahan. Jaga mulutmu" Viana menunjuk balik Lidya.


"Hahaha hei semuanya lihat. Apakah wanita ini pantas menjadi istri Sean Armadja? Asal kalian tau dia adalah anak dari seorang tukang urut. Sudah pasti dia menikah dengan Sean demi mengincar hartanya" Teriakan Lidya memenuhi ruangan itu. Lidya menatap sinis ke arah Viana.


Jackpot, kena kamu !!!. Gumam Lidya.


"Memangnya kenapa kalau Ayahku tukang urut? Dia melakukan pekerjaan yang halal. Dan asal kamu tau aku menikahi Sean murni karena cinta bukan harta" Viana menatap tajam.

__ADS_1


Beberapa pengunjung memvideokan momen langka itu. Tentu saja itu akan menjadi trending topik, Seorang Istri dari Sean Armadja di labrak oleh mantan Sean Armadja.


"Apa? Cinta? Hahaha bermimpi lah, cinderella pun akan tetap menjadi upik abu jika pangeran tidak punya istana dan harta" Tawa Lidya penuh ejekan.


"Pergi lah Lidya aku tidak ingin ribut denganmu disini" Viana menunjuk pintu keluar.


"Kenapa? Apa kamu takut semua orang akan tau jika seorang gadis miskin anak tukang urut menikahi seorang pengusaha kaya raya demi harta?" Lidya kembali berteriak.


"Tutup mulutku. Setidaknya cintaku terbalas dan aku tidak mengemis cinta sepertimu. Bahkan kamu membatalkan kerja sama karena Sean menolak cintamu" Ucap Viana.


"Plakkk" Sebuah tamparan mendarat di pipi Viana. Semua pengunjung terkejut dengan kejadian itu. Viana memegang pipinya dengan sorot mata penuh amarah.


"Pulang dan urus saja anakmu. Tidak perlu mengganggu rumah tangga orang" Balas Viana dengan suara agak keras agar di dengar orang lain.


Pengunjung :


"Oh jadi dia janda"


"Nggak tau diri banget ya, nggak malu sama anaknya"


"Aku juga janda tapi ngeliat dia kok rasanya jiwa jandaku jadi terhina dengan kelakuan dia"


"Kamu janda berkelas, bukan janda murahan kayak dia"


"Tau tuh, bisa bisanya ngelabrak istri sah Sean Armadja. Urat malunya udah putus kali ya"


Lidya semakin emosi mendengar hujatan yang di berikan oleh pengunjung cafe yang masih bisa di dengarnya.


Sebuah tamparan siap di layangkan oleh Lidya tapi dengan sigap di tangkap oleh Viana. Lidya berusaha melepaskan tangannya namun tidak bisa karena Viana terlalu kuat.


"Lepaskan aku dasar wanita murahan" Lidya berusaha memberontak.


Tangan kirinya berusaha menjambak rambut Viana namun sebelum itu terjadi, Viana sudah memutar tangannya ke belakang hingga dia mengaduh kesakitan.


"Aaaarrrrhhh" Rintih Lidya.


"Jangan kasar Lidya, apa kamu kira aku wanita lemah?" Bisik Viana.


Semua pengunjung terkejut juga terkesima melihat Viana yang berani dan kuat.

__ADS_1


__ADS_2