
Saat jam istirahat, Viana masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Mau sampai kapan kau fokus dengan pekerjaanmu? Apa kau tidak ingat janjimu?"
Viana terkejut mendengar suara Sean. Dia tampak berdiri di ambang pintu.
"Sean, maaf apa kamu sudah lama berdiri disana?" Tanya Viana
"Sepertinya kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu sehingga tidak menyadari keberadaanku" Sean melipat tangannya di dada.
"Maaf Sean, ayo pergi makan siang" Viana menghampiri Sean.
"Tidak" Jawab Sean
"Kenapa?" Tanya Viana heran.
"Kau belum membayar kesalahanmu" Kata Sean.
"Baik lah potong gajiku" Kata Viana.
"Apa menurutmu aku membutuhkan uang?" Sean memasang wajah masam.
"Tidak, lalu aku harus membayarnya dengan apa?" Tanya Viana.
"Ini" Sean menyentuh pipi kanannya.
Viana ingin menolak, tapi itu akan memunculkan perdebatan panjang dengan Sean.
Cupp
Sebuah kecupan di pipi kanan Sean.
"Ulangi, aku bahkan belum bersiap" Kata Sean kembali menunjuk pipi kanannya.
"Apa?"
"Lakukan" Kata Sean.
Viana sudah mendekatkan wajahnya namun Sean malah menoleh dan membuat Viana mencium bibirnya.
Sean tidak menyia - nyiakan kesempatan itu. Tangan kanannya langsung menekan tengkuk Viana dan mempererat ciuman itu sedangkan tangan kirinya mengunci pintu yang berada di belakangnya.
Viana hendak melepas ciuman itu namun Sean tetap menekan tengkuknya. Akhirnya Viana membiarkan Sean melahap bibirnya.
__ADS_1
Tangan Sean hendak meraba dadanya namun Viana menahan tangannya.
Sean melepaskan ciumannya.
"Ada apa?" Sean yang sudah terbawa nafsu mencoba mengatur nafasnya yang mulai tidak beraturan.
"Ini kantor Sean. Jangan sampai Papa dan Mama memergoki kita lagi" Kata Viana mengingatkan.
"Ya kau benar, tapi kini aku sudah menegang" Kata Sean.
Viana melihat sekilas.
"Kita tidak akan melakukannya disini" Ucap Viana.
"Lalu dimana? Dijalan?" Bisik Sean sambil mencium telinga Viana. Viana merasa kegelian.
"Sean, sadar lah" Viana berusaha menjauhkan bibir Sean dari telinganya.
"Ayo ikut aku" Sean menarik tangan Viana keluar.
Sean mengemudikan mobilnya menuju sebuah hotel milik Papanya.
Seampainya di sana dia langsung menarik Viana ke salah satu kamar hotel yanga ada disana.
Viana juga menikmati ciuman itu dan mereka mulai mendesah kala nafsu sudah menguasai mereka.
1 jam mereka bertempur.
Setelah itu mereka mandi bersama namun Viana punya masalah. Dia tidak punya baju ganti dan tidak mungkin dia keluar dengan baju yang sudah basah oleh keringatnya saat sedang berc*mbu dengan Sean.
Sedangkan Sean sendiri sudah punya stok baju yang di pakai saat dia dan keluarganya menginap di hotel itu.
"Sudah lah, untuk apa kau memusingkannya. Aku akan menyuruh pelayan hotel membawakan baju untukmu" Kata Sean.
"Memangnya bisa?" Tanya Viana.
"Hei, kau lupa siapa aku? Bahkan aku bisa membelikanmu baju untuk kau ganti 1 jam sekali setiap hari. Apa kau mau?" Tanya Sean
"Tidak, Tidak perlu" Kata Viana menggeleng.
Sean menelpon pelayan hotel, 10 menit kemudian pelayan hotel datang sambil membawa baju ganti untuk Viana.
Viana langsung memakainya. Dia juga mengeringkan rambutnya dan kembali berdandan.
__ADS_1
Dia terlihat anggun dengan dress yang cantik.
Sean menoleh dan tersenyum melihat kecantikan istrinya yang baru dia sadari setelah jatuh cinta.
"Ayo kita makan siang" Ajak Sean.
Viana mengangguk lalu mereka berjalan keluar sambil bergandengan tangan.
Para pelayan hotel berbisik melihat kemesraan mereka.
Mereka baru saja tau kalau Sean sudah menikah saat hendak memasuki kamar di hotel itu. Dia tidak mau para pelayan hotel itu menganggapnya laki laki yang tidak benar.
"Sultan mah bebas"
"Tuan Sean baru menikah wajar kalau Tuan mau terus. Kan pengantin baru"
"Huss udah masih mau kerja kan. Diam lah"
Viana dan Sean mencari sebuah restoran terdekat untuk makan siang bersama.
Saat mereka masuk ke restoran, banyak pasang mata yang memandang mereka.
Ini karena pertama kalinya mereka melihat seorang Sean bergandengan mesra dengan seorang wanita. Bahkan Sean memperlakukan Viana dengan sangat istimewa.
Semua wanita yang ada disana sangat iri melihat Viana yang beruntung mendapatkan seorang Sean Armadja yang tampan dan berwibawa.
Tentu saja, siapa juga yang tidak mau punya suami tampan, kaya dan punya kekuasaan.
Hai hai hai
Yuk mampir ke karya teman author di bawah ini.
Ceritanya menarik dan penulisannya sangat bagus dan mudah di mengerti.
Klik aja di kolom pencarian 'Tumbal Cinta Tuan Muda' maka akan muncul novel seperti di bawah ini.
Happy reading 😊
__ADS_1