Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Bonus Chapter - Insiden


__ADS_3

Keesokan paginya, Sean dan anak-anak sudah berangkat berkerja dan sekolah. Viana pun pergi menuju kota B untuk berziarah di makam ibu kandungnya. Sepanjang perjalanan, ia terus saja melamun memandang keluar jendela.


"Ibu, kita akan bertemu," gumam Viana sembari tersenyum.


Daniel masih fokus menyetir mobil bersama dua mobil pengawal di belakang dan depan mereka.


"Daniel, apa Sean baru saja merekrut pengawal baru?" tanya Viana tiba-tiba.


"Tidak, Nyonya."


"Lalu siapa pengawal yang memakai kacamata hitam dan masker tadi?"


"Di,,,,dia sedang mengalami detox di wajahnya sehingga memakai masker, Nyonya. Sedangkan kacamata hitam memang diharuskan dipakai semua pengawal jika ingin bepergian." Daniel menjelaskan namun dengan tingkah yang gugup seperti menyembunyikan sesuatu.


"Sepertinya aku kurang fokus belakangan ini hingga melupakan hal-hal penting." Viana menghela nafas pelan.


Daniel hanya mendengarkan.


"Nyonya, kita lewat jalan mana?" tanya Daniel saat mereka sudah dekat dengan persimpangan.


"Mana jalur terdekat?" tanya Viana.

__ADS_1


"Saya rasa tidak usah, Nyonya. Jalur terdekat melewati jalanan sepi dan jauh dari pemukiman," ujar Daniel.


"Berapa jama perbedaannya jika kita melewati jalan biasa?"


"Sekitar satu jam, Nyonya."


"Satu jam itu lama. Lewat jalur terdekat saja," ujar Viana.


"Baik, Nyonya."


Daniel pun segera menginformasikan kepada semua pengawal untuk mengambil jalur terdekat sesuai permintaan Viana.


Sepanjang perjalanan mereka hanya melihat pepohonan dan bukit-bukit yang menjulang tinggi. Sangat menyejukkan mata memang, namun tetap saja jalanan tersebut sangat sepi. Hanya ada beberapa kendaraan yang melewatinya terutama truk-truk besar.


Perjalanan masih aman-aman saja, sampai sebuah mobil truk bermuatan kayu berusaha menyalip mobil mereka saat melintasi jalanan yang terdapat jurang kecil di bawahnya.


Daniel terkejut karena mobi mereka hampir saja terserempet. Sedangkan Viana masih bersikap tenang.


"Nyonya, apa Anda baik-baik saja?" tanya Daniel dengan wajah tegangnya.


"Tidak apa-apa. Fokuslah pada jalan, jangan hiraukan truk itu. Tetaplah melaju dengan kecepatan normal," ujar Viana yang masih berwajah tenang.

__ADS_1


"Baik, Nona." Daniel mengangguk mengerti.


Namun, tak berselang lama, datanglah mobil truk tanpa muatan melaju dari arah berlawanan. Namun anehnya, truk itu mengambil jalur mereka sehingga membuat mobil pengawal yang di depan mereka langsung banting stir ke sebelah kanan dan bertabrakan dengan mobil mini bus di belakang truk itu.


Dan kini, truk itu mengambil jalur mobil yang ditumpangi Viana.


Daniel gelagapan karena bingung harus mengambil jalur yang mana. Jika ia mengambil jalur sebelah kanan, maka mobil itu akan masuk ke dalam jurang, dan jika ia mengambil jalur kiri, ada sebuah truk besar di belakang truk itu.


Viana yang sudah memahami situasi ini langsung menerobos ke bangku depan. Ia membuka kunci pintu di samping Daniel dan langsung mendorongnya keluar hingga ia selamat.


Viana tak memiliki kesempatan. Dengan cepat, ia langsung membelokkan setir ke sebelah kiri dan mobil pun jatuh ke dalam jurang.


"Nyonya!!!!" teriak Daniel.


Truk itu masih mengambil jalur kiri dan kini berhadapan dengan mobil pengawal. Salah satu pengawal langsung mengeluarkan pistol dan menembak ban mobil bagian kanan truk tersebut sehingga truk itu oleng dan jatuh ke dalam jurang bersama sang sopir yang tak sempat menyelamatkan diri.


Setelah insiden itu, semua pengawal langsung keluar dari dalam mobil. Mereka pun segera melihat ke arah jurang yang terdapat mobil Viana. Beberapa dari mereka berniat turun dengan alat yang mereka bawa berupa tali pengait dan dan pengamanan.


Namun saat mereka hendak turun, pengawal yang memakai masker mengentikan aksi mereka. Ia menodongkan pistol ke arah beberapa pengawal itu dan berkata, "Tetaplah di tempat kalian!!"


Masker pun di buka dan terlihatlah siapa yang telah menyusup ke mobil mereka dan berpura-pura menjadi salah satu dari mereka. Sedangkan Daniel berdiri sembari tersenyum menatap orang tersebut. 'Rencana kita berhasil.' batinnya.

__ADS_1


__ADS_2