
Keesokan paginya, Sean dan Viana sudah sampai di kantor.
"Selamat pagi Tuan" Sapa Kevin
"Hmmm" Jawab Sean
"Selamat pagi Viana" Sapa kevin sambil tersenyum ramah.
"Selamat pagi" Jawab Viana singkat.
Viana langsung masuk ke dalam ruangannya tanpa memberi kesempatan untuk kevin berbicara lagi.
Kevin merasa aneh dengan tingkah Viana.
Sedangkan Sean tersenyum saat melihat Viana mengabaikan Kevin.
Saat jam istirahat, Viana terlihat keluar dari ruangannya. Dia hendak menuju ruangan Sean.
Viana hendak melangkah namun tangannya di tarik oleh Kevin.
"Vi, katakan padaku apa salahku" Kevin menggenggam erat tangan Viana
"Lepaskan Kev" Viana melepaskan pegangan tangan Kevin. Sangat mudah karena tenaga Viana jauh lebih kuat dari tenaga Kevin. Kevin sampai merasakan sakit di pergelangan tangannya karena Viana memaksa melepas tangannya.
"Vi katakan lah apa salahku" Tanya Kevin tanpa menarik tangannya lagi. Mungkin kalau dia menarik tangan Viana lagi, maka akan membuat Viana memelintir tangannya.
"Kamu tidak salah apa apa. Aku hanya menjaga jarak agar tidak terlalu akrab denganmu" Kata Viana
"Kenapa harus menjaga jarak? Siapa yang sedang kamu jaga hatinya?" Tanya Kevin
Loh kok dia tau? Siapa yang memberi tahu? Apa jangan jangan Sean?. Gumam Viana
"Maaf Kev, kamu benar. Ada hati yang sedang aku jaga. Aku sudah bertunangan" Kata Viana mencoba menegaskan sikapnya pada Kevin.
__ADS_1
"Bertunangan? Sejak kapan Vi?" Tanya Kevin. Dia tidak menyangka kalau yang di bilang Sean adalah benar.
"Sebelum aku bekerja disini" Kata Viana
"Tapi dia kan tidak tau kalau aku dan kamu dekat disini?" Tanya Kevin berusaha memprovokasi viana.
"Dia tau, dia punya mata mata di kantor ini. Aku juga tidak tau siapa. Yang pasti aku ingin agar kita berbicara perihal pekerjaan saja. Di luar itu jangan bicara apapun" Kata Viana
Kevin menunduk sedih.
"Kamu benar Vi, maaf sudah membuatmu tidak nyaman. Tapi jika suatu saat dia meninggalkanmu, pintu hatiku selalu terbuka untukmu" Kata Kevin
Viana menatapnya sedih.
Kasihan sekali dia. Tapi bagaimana lagi aku sudah menikah dan aku sangat mencintai suamiku. Dan aku juga tidak mungkin mengatakan bahwa Sean adalah suamiku.
"Kev, aku ke ruangan Tuan dulu ya" Viana melangkah meninggalkan Kevin yang tersenyum sedikit memaksa.
Kevin berjalan menuju lift untuk istirahat makan siang. Wajahnya masih kelihatan murung.
Viana hendak mengetuk namun dengan cepat pintu kaca itu di buka.
Viana sedikit terkejut melihat Sean sedang berdiri di depannya dengan tatapan kesal.
"Tuan sudah saatnya ma"
Dengan cepat Sean langsung menarik tangan Viana dan menutup pintu.
"Sean ada apa?" Tanya Viana
Sean masih diam, matanya masih menatap kesal.
Dengan segera dia mencium bibir Viana secara paksa.
__ADS_1
Viana berusaha melepaskan ciuman itu.
"Sean ada apa?" Tanya Viana yang heran dengan sikap Sean
"Kenapa? Kau tidak mau berciuman denganku ha? Kenapa? Apa kau sedang menyukai seseorang?" Sean terbakar cemburu
"Apa? Bukan begitu Sean. Aku hanya heran melihatmu yang dadakan begini" Kata Viana
"Oh ya? Sekarang katakan Apa kau sudah selesai mengobrol dengan kekasihmu?" Sean menatap sinis
"Kekasih apa? Aku hanya mengobrol dengan Kevin. Tidak itu bukan mengobrol, aku baru saja mematahkan hatinya" Kata Viana
Sean menatap lekat ke mata Viana.
"Mematahkan apa? Hati?" Tanya Sean heran
"Aku tau kalau dia menyukaiku jadi aku katakan padanya bahwa aku sudah bertunangan dan mengatakan padanya untuk berjaga jarak denganku di luar pekerjaan" Kata Viana
"Apa kau menyebutkan siapa tunanganmu?" Tanya Sean penasaran.
"Tentu saja tidak. Jika aku boleh menyebutkan namamu tentu aku akan bilang Sean Armadja adalah suamiku bukan tunanganku dan...." Viana menyadari apa yang baru saja dia katakan
Sean tersenyum puas. Viana sangat terlihat mencintainya.
"Apa kau sebegitu mencintaiku?" Sean mendekati Viana dan dengan lembut mencium bibirnya.
Viana juga membalas ciuman itu.
Hanya sebentar saat tiba tiba pintu di buka oleh Rangga dan Alya.
Sean dan Viana terkejut dengan kedatangan Rangga dan Alya.
Begitu juga dengan Rangga dan Alya yang terkejut melihat anak dan menantunya berciuman di dalam kantor.
__ADS_1
Viana menunduk malu. Sedangkan Sean biasa saja.