Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Kehebohan


__ADS_3

Keesokan paginya.


Seisi kantor di buat heboh dengan kedatangan Sean dan Viana.


Pasalnya, Sean dan Viana berjalan sambil bergandengan tangan mesra.


Awalnya Viana agak ragu namun pada akhirnya dia mengikuti arahan Sean untuk diam dan tenang.


Sepanjang berjalan, semua berbisik.


Para karyawan wanita.


"Eh serius itu Tuan Sean jadian sama Viana"


"Wah gila, sejak kapan ya"


"Mungkin selama ini mereka backstreet"


"Kok Tuan Sean mau ya, cantikan lagi aku"


"Iya tuh setau aku kan Viana orang dari kalangan biasa. Kok bisa gitu ya deketin orang kaya"


"Pake pelet kali"


Para karyawan pria.


"Mulai sekarang aku tidak akan meliriknya atau aku akan kehilangan mataku"


"Sayang sekali dia tidak mau jadi istri ke 5 ku"


"Tuan Sean sangat pintar memilih perempuan"


"Aku patah hati"

__ADS_1


Sesampainya di depan ruangan Viana, mereka berhenti.


"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Sean.


"Aku sangat gugup. Aku yakin mereka sedang membicarakan kita" Kata Viana.


"Tenang saja, aku akan menjahit mulut mereka jika mengatakan hal jelek tentang kita" Ucap Sean.


"Tidak jangan, lupakan saja. Sebaiknya kita mulai bekerja" Kata Viana.


"Ya sudah" Sean memegang kedua pipi Viana lalu mengecup keningnya.


Setelah kecupan berkahir, baik Sean maupun Viana sama sama kaget melihat ada Kevin yang baru saja menyaksikan mereka.


Kevin sedang berdiri di depan pintunya yang berhadapan dengan ruangan Viana. Sedangkan ruangan Sean berada di antara lorong ruangan mereka.


Kevin terlihat seperti habis melihat hantu.


Sean yang pada dasarnya sangat cemburu pada Kevin kini merangkul pinggang Viana mesra.


Kevin semakin kikuk.


Dia tidak tau harus berbuat apa. Dia tidak menyangka jika tunangan Viana adalah atasan mereka sendiri.


Kalau begini bagaimana mau bersaing. Jika di bandingkan, Sean dan Kevin bagaikan burung puyuh dan elang.


Sangat tidak mungkin jika menang dari Sean yang punya segalanya.


Ketampanan, kekayaan, dan kekuasaan.


Sudah lah Kevin tidak mau membayangkannya lagi. Dia akan semakin tenggelam ke dasar jurang.


"Selamat pagi Tuan" Kevin menunduk memberi hormat.

__ADS_1


"Hmm jika kau heran melihat kemesraan kami, aku tegaskan bahwa Viana adalah istriku" Ucap Sean yang membuat hati Kevin semakin runtuh.


"I....istri? Bukannya Viana bilang kalau...." Kevin menggantung kata katanya.


"Ya, dia memang bilang kami bertunangan karena suatu hal. Tapi yang jelas kami sudah menikah dan dia adalah milikku" Kata Sean semakin mempererat pelukannya.


Viana merasa risih dengan suasana seperti ini.


Sean, tidak bisakah kita lewati saja ini? Kenapa kamu sepertinya senang sekali meruntukan hatinya.


"Oh, selamat ya Tuan. Selamat juga untukmu Viana" Kata Kevin.


"Berani sekali kau memaggil namanya. Panggil dia dengan sebutan Nona" Kata Sean memelototi Kevin dan membuatnya semakin kikuk.


"Maaf, maksud saya selamat ya Nona Viana" Ucap Kevin sekali lagi.


"I..iya terima kasih" Jawab Viana.


"Sayang, segera masuk ke ruanganmu dan bekerja lah dengan semangat" Kata Sean sambil tersenyum.


"I..iya sayang" Ucap Viana.


Pasti dia sengaja memanggilku begitu di depan Kevin. Dasar Sean, mau sampai kapan kamu membakarnya? Dan kenapa lidahku terasa geli sekali setelah mengucapkan kata sayang. Telingaku juga risih mendengarnya. Mungkin saja karena ini kali pertama aku memanggilnya dengan sebutan sayang. Aaaaaa sekarang hatiku terasa geli.


Viana akhirnya masuk ke dalam ruangannya setelah kepergian Sean.


Kevin tersenyum pahit.


Seandainya aku tau sejak awal mungkin hatiku tidak akan sesakit ini. Hahaha bodohnya aku 😭


Sean tersenyum puas setelah berhasil membalas Kevin.


"Lihat saja kalau kau berani mendekatinya lagi, aku akan membuatmu kehilangan ban mobilmu setiap hari" Sean tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2