Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Bonus Chapter - Terbongkar


__ADS_3

Bukti sudah didapatkan. Kini tinggal menyelesaikan semuanya di waktu yang tepat.


Mereka harus menunggu satu bulan lamanya untuk bisa menemui Didi yang sedang ada proyek baru.


Hingga hari ini pun tiba. Sean dan Viana pun menemui Didi yang sedang berada di sebuah restoran sehabis pulang dari pertambangan. Dengan iming-iming kerjasama, akhirnya Didi mau menemui mereka.


Namun anehnya, hari ini Didi terlihat lebih muda dari umurnya. Penampilannya sangat rapi seperti Sean.


"Saya sangat tersanjung, karena ada keluarga Armadja yang menemui saya." Didi tersenyum ramah. Membuat Viana dan Sean ragu, apakah mereka harus melakukan penjebakan terhadap orang ramah ini?


"Kita langsung saja, ya, Pak. Sebenarnya kedatangan kami kesini bukan untuk bekerjasama dengan Bapak. Sebenarnya kami ingin agar Bapak melepaskan Stevi, teman kami." Viana menatap Didi dengan serius.


Didi yang mendengarnya tidak terkejut. Ia malah tersenyum kepada mereka. "Kalian berdua ini memang teman yang baik." Mengambil segelas air dan meminumnya.


Sean dan Viana merasa heran dengan reaksi yang ditunjukkan Didi. "Kenapa Bapak malah tersenyum? Kami sudah mempunyai bukti tentang pengakuan Bapak yang memaksa Stevi menikah dengan Bapak. Berikan video itu, lepaskan Stevi, dan aib Bapak akan aman." Viana menadahkan tangannya.


"Bukti video yang mana?" tanya Didi dengan ekspresi biasa saja.


"Jangan pura-pura tidak tahu, Pak. Bapak punya video aibnya Stevi, makanya dia mau menikah dengan Bapak." Viana terus memaksa.

__ADS_1


"Kalau saya bilang bahwa bukti itu tidak ada, kalian mau apa?" tanya Didi dengan senyum ramahnya.


"Ya sudah, kami akan menyebarluaskan rekaman suara Bapak dan Pak Ngatiran."


"Oh, jadi orang tua bijak itu suruhan kalian?"


'Bijak katanya? Apa aku tidak salah dengar? Dia itu adalah orang yang paling menjengkelkan di dunia ini.' batin Sean.


"Serahkan video itu, Pak." Viana masih belum menyerah.


"Maaf, tapi saya tidak memiliki video itu lagi."


"Sebenarnya,,,," Didi menghentikan ucapannya saat mendengar suara langkah kaki datang mendekat.


"Sayang." Seorang wanita mendatangi Didi lalu memegang pundaknya dengan mesra, seraya mendudukkan dirinya di samping Didi.


"Ste,,,, Stevi!" Sean dan Viana sangat terkejut melihat Stevi memanggil sayang pada Didi.


"Kalian? Ternyata yang suamiku katakan tentang menemui orang yang istimewa adalah kalian?" Stevi tersenyum dengan ramah. Belum pernah Viana melihat senyuman tulus dari Stevi sebelumnya.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya Sean dengan raut wajah yang masih penasaran.


"Sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian karena telah peduli padaku. Aku tahu dari suamiku bahwa kalian berusaha melepaskan aku dari pernikahan ku dengannya. Dan yang paling utama, orang tua yang bernama Pak Ngatiran. Dia telah menyadarkan suamiku tentang kesalahannya padaku." Stevi menjelaskan.


"Apa yang terjadi?" tanya Viana.


"Setelah pertemuannya dengan Pak Ngatiran, dia jadi berubah." Stevi tersenyum.


"Berubah bagaimana?"


"Dia tidak pernah mengancam ku lagi. Dia bersikap baik padaku, dan yang paling mengejutkan, dia sudah menghapus video itu dan,,,,,"


Flashback On


Seminggu yang lalu.


"Ini videomu." Didi memperlihatkan video yang ada di ponselnya kepada Stevi.


"Mau kau apakan? Mau menyebarkannya?" Stevi menatap sinis. Namun, tatapannya berubah menjadi keterkejutan saat melihat Didi menghapusnya. "Apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


"Sekarang aku tidak punya lagi bukti video itu. Kau sudah bebas. Pergilah, aku akan mengurus perceraian kita sesegera mungkin." Didi tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_2