Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Musuh Baru


__ADS_3

Ka-kamu" Viana terkejut melihat orang yang kini sedang berada di depannya.


"Dio!!"


"Kenapa?" Dio terlihat tidak suka.


"Kamu kenapa menyalip mobil kami seperti tadi?" Tanya Viana.


"Apa kau keberatan?" Dio terlihat menantang.


"Iya aku keberatan" Viana juga terlihat tidak suka.


"Lalu kau mau apa?" Dio melangkah maju hingga kini dia semakin dekat dengan Viana.


"Katakan kenapa kamu melakukan hal tadi" Kata Viana.


"Itu bukan urusanmu" Dio berbalik hendak melangkah namun Vina menarik tangannya. Dio menepis tangan Viana namun Viana memegang erat tangannya sekuat tenaga.


Dio meringis kesakitan. Dia mencoba mencekik leher Viana namun kakinya keburu di tendang Viana hingga kini dia berlutut mengerang kesakitan.


"Aaaaarrrrggggghhhhh"


Viana memutar kedua tangan Dio ke belakang.


"Katakan apa maksudmu melakukan hal tadi?"


"Aku hanya tidak suka dengan Sean sejak kejadian di apartemen Gilang" Kata Dio sambil menahan sakit.

__ADS_1


"Jadi kamu ingin mencelakainya? Dan logo di mobil itu yang membuatmu yakin bahwa Sean sedang ada didalam?" Viana terlihat begitu geram.


"Ya" Jawab Dio.


"Berapa umurmu?" Tanya Viana.


"Apa? 24 tahun" Jawab Dio.


Bukan, umur kakak lebih tua darinya.


Viana melepaskan tangan Dio hingga dia tersungkur. Dio memegangi tangannya yang sakit.


"Apa kau monster?" Tanya Dio menatap heran.


"Ya, aku hulk. Kenapa? Kamu takut?" Viana berkacak pinggang.


"Kenapa? Aku hanya melindungi suamiku" Ucap Viana.


"Kalian memang pantas aku benci" Dio menatap tajam.


"Heh, lihat lah dirimu. Kau sedang terduduk di tanah seperti anak kecil" Ejek Viana.


Dio berdiri dan menatap tajam. Dia berlari hendak menerjang Viana. Namun dengan sigap Viana terus menangkis serangannya. Dio berhenti dengan nafas ngos ngosan.


"Capek? Pulang sana mengadu pada Papamu. Kamu laki - laki pertama yang ku lihat yang berani memukul perempuan" Kata Viana.


Setelah Sean. Tapi itu dulu. Gumam Viana.

__ADS_1


Dio kehabisan kata - kata. Dia melangkah memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi. Sorotan matanya penuh dendam dan kebencian.


Lihat saja aku akan membalasmu wanita sialan. Kau sudah mempermalukanku. Jika aku tidak bisa membunuhmu jangan panggil aku Dio anak seorang Fredi, Mafia yang paling berkuasa.


Viana menghela nafas panjang. Tak lama kemudian sebuah taxi berhenti di sampingnya. Daniel dan Harry keluar tergesa - gesa.


"Nona, apakah anda baik baik saja" Ucap Daniel yang tampak begitu khawatir.


"Iya aku baik baik saja. Tunggu? Darimana kalian tau aku disini?" Tanya Viana.


"Dari GPS mobil ini Nona. Tuan bisa membunuh kami jika terjadi sesuatu dengan Nona" Kata Daniel.


"Nona sebenarnya siapa yang Nona kejar?" Tanya Harry.


"Bukan siapa siapa, tidak penting juga. Pemilik mobil itu juga tidak bisa ku temukan" Kata Viana berbohong.


"Mungkin dia pembalap profesional makanya Nona tidak bisa mengejarnya. Nona tadi kencang sekali" Ucap Daniel.


"Jangan katakan hal ini pada Sean" Kata Viana.


Aku yakin Dio juga tidak akan memberi tahu Sean tentang ini. Ah Kini aku jadi punya musuh. Tapi aku bersyukur Dio bukan lah kakak tiriku. Walaupun begitu aku tetap akan mencari tau tentangnya.


Daniel dan Harry saling pandang.


"Baik Nona, tapi kami mohon jangan lakukan ini lagi" Kata Daniel memohon.


"Iya, ayo pergi" Viana melangkah dan masuk ke bangku belakang mobil.

__ADS_1


Mobil pun melaju. Baju Viana yang sudah lusuh dan berkeringat membuatnya harus ke laundry terdekat untuk mengeringkan bajunya dulu. Jika tidak, Sean pasti akan curiga. Sean juga pasti akan lama di perusahaan Zein, jadi dia tidak perlu memusingkan masalah keterlambatannya saat kembali ke kantor nanti.


__ADS_2