Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Bertemu Lidya


__ADS_3

Sean dan Viana sudah memesan makakan.


Tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan mereka.


Viana menangkap hal aneh. Para pelayan terlihat begitu gugup dan takut saat berhadapan dengan Sean.


Setelah makanan sudah tersaji semua, mereka langsung memakan makanannya.


"Sean, tidakkah kamu memperhatikan para pelayan tadi? Kenapa mereka terlihat takut" Tanya Viana.


"Oh, hampir semua pelayan disini pernah merasakan hukuman dariku saat mereka membuat kesalahan ketika melayaniku" Ucap Sean.


"Hukuman seperti apa?" Tanya Viana lagi.


"Seperti yang kau lihat saat di rumah" Kata Sean. Viana kembali mengingat kejadian saat di rumah Sean ketika dia mengguyur pelayan rumahnya.


"Apakah ada yang menumpahkan air panas kepadamu?" Tanya Viana khawatir.


"Ada" Kata Sean.


"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Viana.


"Aku mengguyur tubuhnya dengan air mendidih" Kata Sean.


Viana terdiam. Dia tidak bisa membayangkan saat air mendidih mengguyur tubuhnya.

__ADS_1


Sean melihat Viana yang terdiam. Dia tersenyum bisa membodohi Viana.


Dasar bodoh, mereka takut karena ini adalah restoran milikku. Dan hanya orang orang terbaik yang aku pekerjakan disini. Jadi kecil kemungkinan mereka akan melakukan kesalahan.


"Makan lah" Kata Sean.


Viana langsung memakan makanannya. Dia tidak mau bernasib sama seperti pelayan restoran ini jika membuat Sean marah.


Satu suapan terkahir dan mereka sudah kenyang.


"Hai Sean" Sapa seorang wanita yang memegang bahu Sean. Terlihat akrab sekali.


Sean mendangak dan melihat bahwa itu adalah Lidya.


"Kamu kenapa sih, aku kan hanya menyapa"


Tanpa di suruh, Lidya duduk di sebelah Sean. Sedangkan Viana duduk tepat di depan Sean.


Viana melirik penampilan Lidya yang sungguh sangat seksi. Ketat dan terbuka, belum lagi gaya duduknya yang memamerkan paha dan membusungkan dadanya hingga belahan dadanya terlihat jelas.


"Sean, aku rindu sekali" Lidya memegang tangan Sean. Sean langsung melepasnya.


Sedangkan Viana? Jika ada bensin, jauhkan darinya karena kini dia sedang terbakar api cemburu.


Jika saja ini bukan tempat ramai, aku pasti sudah menghajarmu. Gumam Viana sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Lidya kenalkan ini Viana" Ucap Sean sambil menunjuk Viana.


Pandangan Lidya beralih ke Viana. Dia menatap Viana dari atas sampai bawah dengan tatapan sinis. Viana berusaha tersenyum.


"Siapa dia?" Tanya Lidya.


"Dia orang yang aku ceritakan waktu itu" Kata Sean.


"Oh jadi ini pacarmu? Apa bagusnya? Tidak ada daya tariknya sama sekali" Kata Lidya blak blakan di depan Viana.


Apa katanya?


"Kau tidak berhak menilainya. Dia jauh lebih baik darimu" Kata Sean mulai emosi kala mendengar Viana di jelekkan seperti itu.


"Apa lebih baik? Dia masih kalah seksi di bandingkan aku. Cantikan juga diriku" Lidya melirik Viana yang masih diam.


"Cukup, Jika aku tidak memandangmu sebagai rekan bisnis aku pasti sudah mengusirmu sejak awal" Kata Sean menatap tajam.


"Sekarang kamu sudah tega berbicara begini demi dia ha?" Lidya berteriak dan membuat semua orang memperhatikannya. Bahkan setelah jadi pusat perhatian Lidya malah berdiri dan menepuk tangannya ke atas.


"Hei kalian semua. Lihat lah kekasih Sean Armadja ada disini. Tidak kah kalian berpikir dia sangat tidak cocok dengannya?" Suara Lidya begitu lantang dan berhasil membuat seisi restoran saling berbisik.


"Lidya cukup!!!!" Suara Sean tidak kalah kuat dari Lidya. Sean terlihat sangat emosi.


"Hentikan, jangan pernah mengatakan hal buruk tentangnya. Dan asal kau tau dia adalah Istriku, bukan kekasihku dan AKU SANGAT MENCINTAINYA!!!"

__ADS_1


__ADS_2