Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Episode Spesial - Perjalanan


__ADS_3

Viana sedang berlatih dengan samsak tinju ketika Sean mendatangi ruang olahraga dengan pakaian olahraga miliknya.


"Sean, mau bergulat?" tawar Viana yang masih memukul samsak di depannya.


"Tidak, aku hanya ingin kembali berolahraga agar tubuhku kembali bagus seperti dulu. Lihatlah sekarang perutku jadi agak buncit."


"Baguslah kau menyadarinya. Mau aku latih sekalian?"


"Apa? Tidak, tidak, tidak perlu. Aku bisa sendiri."


"Sevina saja sangat senang dilatih olehku. Kenapa kau seperti ketakutan seperti itu?" tanya Viana dengan heran.


"Kau tidak akan membanting atau memelintir tangan Sevina, Vi."


"Hmm, benar juga. Tapi aku hanya akan membanting mu di atas matras, Sean."


"Tetap saja intinya dibanting dan aku tidak mau."


"Ya sudah." Viana kembali fokus pada samsaknya.


Beberapa menit mereka saling diam, sampai suara Sevina kembali memecah konsentrasi.

__ADS_1


"Mamaaaaa." Sevina berlari menghampiri Viana.


"Kenapa lama sekali? Ini sudah lewat lima menit dari yang kita jadwalkan. Sekarang kau harus dihukum push up dua puluh kali."


"Apa? Dua puluh kali? Yang benar saja, Vi. Apa kau bercanda?" Sean menatap Viana dengan heran.


"Benar, Ma, apa Mama bercanda memberiku hukuman dua puluh kali push up?" tanya Sevina.


Sean mengangguk menyetujui ucapan Sevina.


"Kenapa tidak tiga puluh atau lima puluh saja, Ma," Sevina melanjutkan.


"Kenapa, Pa? Terlalu sedikit? Baiklah, Ma, tambah saja lagi." Sevina terlihat antusias sedangkan Sean memegangi kepalanya yang pusing melihat tingkah anaknya.


Viana membungkuk dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah Sevina. "Hanya dua puluh kali, anak manis. Kau pasti sengaja terlambat agar Mama memberi hukuman padamu, bukan?" Mencolek hidung Sevina.


"Hehehe, maaf, Ma." Sevina tersenyum malu.


"Sekarang pemanasan, lalu lakukan push up dua puluh kali. Setelah itu kita akan berlatih dengan samsak dan treadmill."


"Ma, jangan pakai treadmill. Langsung lari saja di halaman rumah." Sevina menyarankan.

__ADS_1


"Untuk apa repot-repot mencari tempat berlari kalau kalian punya Gym dengan lapangan lari yang sangat luas." Sean menambahkan.


"Haaa!!! Benar, Sayang. Ayo, kita ke Gym. Selesaikan hukuman mu, Mama akan mempersiapkan barang yang akan kita bawa." Viana bergegas keluar, sedangkan Sevina langsung melakukan pemanasan, lalu setelahnya melakukan push up.


Sean hanya bisa geleng-geleng kepala melihat istri dan juga anaknya. Namun ia tidak menyesal telah menyarankan mereka ke Gym. Karena sejujurnya hari ini ia akan menemui seorang designer untuk membuatkan pakaian untuk Viana namun dengan versi lama dipadukan dengan gaya modern. Ia tahu bahwa Lea Boutique, butik terkenal milik temannya adalah tempat yang tepat.


Setelah ibu dan anak pergi, Sean langsung pergi membawa kain dengan motif yang sama dengan yang dijahit ibu Viana dulu. Ia sudah memesan motif seperti ini langsung ke pengrajin yang karena bayaran mahal dari Sean, kain itu cepat selesai.


Sepanjang jalan, Sean terus tersenyum. Tidak apalah jika perutnya tetap buncit karena tidak jadi olahraga. Yang terpenting, ia dapat melanjutkan rencananya dengan baik. Ia memang ingin sekali melihat pembuatan baju itu secara langsung. Meski tidak hari ini, hari apapun akan menjadi hari yang penting ketika ia dapat melihat pembuatannya.


"Mmmmhhhhh, Papa."


Ciiiiiit. Sean langsung menghentikan mobilnya saat menyadari bahwa ada orang lain di mobil itu. Ketika ia menoleh, betapa terkejutnya ia melihat Reyza sedang duduk sembari mengucek matanya seperti orang baru bangun tidur.


"Reyza! Kenapa kau di sini, Nak?"


"Tadi saat bangun tidur aku ingin mandi. Aku ingat kalau bebek mainan ku ada di mobil Papa. Tapi saat memasuki mobil Papa aku langsung ketiduran."


Sean mengacak rambutnya. Bagaimana ini? Jika ia kembali mengantarkan Reyza, pasti akan memakan waktu untuk sampai di butik. Sedangkan ia sudah membuat janji dengan Alena, pemilik butik itu. Rasanya tidak enak membuat orang lain menunggu.


Karena tidak ada pilihan, Sean akhirnya mengajak Reyza ke butik dengan catatan kalau Reyza tidak boleh mengatakan apapun soal ini. Reyza yang penurut tentu langsung menyetujuinya. Yang ia tahu, saat ini ia masih ingin tidur karena malam tadi ia bergadang karena keasyikan membaca buku cerita.

__ADS_1


__ADS_2