Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Semanis Cokelat


__ADS_3

Sean dan Kevin sudah sampai di kantor.


Sebentar lagi jam pulang kantor tiba.


Sean semakin tidak sabar ingin bertemu Viana.


Jam pulang sudah tiba, Sean segera melajukan mobilnya ke rumah.


Sepanjang jalan dia hanya tersenyum.


Bahkan tadi dia sudah membeli bunga untuk Viana.


Bunga? Viana kan tidak suka bunga? Sean langsung membuang bunga itu ke jalan.


Tidak, di tidak membuangnya. Dia memberikannya pada sepasang muda mudi yang dia temui dijalan.


"Semoga cinta kalian bersemi selamanya" Kata Sean dengan wajah datarnya


Sepasang muda mudi itu saling pandang.


Setelah kepergian Sean.


"Apakah dia Sean Armadja yang sering aku lihat di Tv?" Tanya si wanita


"Tidak mungkin. Sean Armadja mana mau turun ke jalan dan memberi kita bunga


Mungkin dia hanya mirip saja" Kata si pria


"Entah lah, tapi kita hanya teman, tidak ada cinta di antara kita. Berikan ini pada wanita yang kamu cintai" Kata si wanita


Nasib Friend zone. Aku berharap bisa menjadi Palm dan kamu adalah Gink. Friend zone di awal namun pada akhirnya menjadi pasangan sehidup semati hahaha. (nangis dalem hati)


Sean sudah sampai di rumahnya.

__ADS_1


Dia segera turun dari mobil dan masuk ke dalam.


Dia mencari keberadaan Viana.


"Heni dimana Nona Muda?" Tanya Sean


"Nona muda sedang membuat kue untuk Tuan" Kata Heni


Sean mengembangkan senyumannya.


"Baik lah terima kasih" Kata Sean yang berlalu ke atas.


Dia segera menyegarkan tubuhnya. Setelah itu dia berdiri di balkon kamarnya dan memandang keluar.


Tak lama kemudian muncul lah Viana.


"Sean" Sapa Viana.


Sean menoleh melihat sumber suara itu.



"Aku sudah membuat kue, ayo cicipi lah sebentar" Kata Viana


Sean masuk ke dalam kamarnya dan melihat sepiring kecil brownies kesukaannya.


Sean langsung mencicipinya.


"Ini enak sekali Vi, kau belajar dari mana?" Tanya Sean


"Dari Mama" Jawab Viana


Sean tersenyum mendengarnya. Padahal Mamanya baru sekali mengajarinya tapi rasanya sangat enak.

__ADS_1


"Makan lah" Sean menyendokkan kue dan menyuapkannya ke mulut Viana.


Viana merasa malu dan gugup, dengan perlahan dia membuka mulutnya dan menerima suapan Sean.


Pipinya bersemu merah mendapat perlakuan seperti itu dari Sean.


Ini adalah suapan pertama Sean untuknya.


Mereka saling melempar senyuman.


Saat tengah mengunyah, pinggir bibir belepotan oleh cokelat.


Sean yang melihatnya berusaha memberi tahu Viana.


"Vi, ini" Kata Sean mengisyaratkan kalau ada cokelat di bibir Viana.


"Mana?" Tanya Viana berusaha mencari cokelat yang berserakan di pinggiran bibirnya.


Sean sungguh tidak sabar. Dia mendekatkan bibirnya dan mengemut cokelat yang menempel di bibir Viana lalu kemudian menelannya.


Viana tercengang. Dia tidak menyangka Sean yang dulu membencinya mau memakan sisa cokelat yang berserakan di bibirnya. Menurutnya itu akan sangat menjijikkan bagi Sean.


Viana memegang bibirnya yang habis di kecup oleh Sean.


Dia tersenyum malu.


Hari ini sean bertingkah sangat manis, bahkan semanis cokelat yang mereka makan sekarang.


Sean juga merasa sangat malu akan apa yang barusan dia lakukan.


Dia sendiri juga tidak menyangka bahwa dirinya akan bertingkah seromantis itu kepada Viana.


Padahal dia sendiri type orang yang mudah jijik terhadap sesuatu. Apalagi hal yang dia lakukan barusan.

__ADS_1


Aku sudah melakukan hal hal di luar kendaliku. Apa yang terjadi? Apakah ini yang di sebut cinta. Bahkan aku mau menelan bekas makanannya. Viana kau berhasil menaklukan hatiku.


__ADS_2