Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Bonus Chapter - Sevina Armadja


__ADS_3

Viana sedang senam ibu hamil di ruang olahraga bersama Sean pagi itu. Namun tiba-tiba saja Viana merasakan sakit diperutnya yang kini sudah memasuki usia 9 bulan. Padahal Dokter memprediksi Viana akan melahirkan seminggu lagi.


"Awww sakit." Viana memegangi perutnya.


Sean langsung menghampiri Viana.


"Kau kenapa sayang?"


"Perutku mulas. Sepertinya dia akan lahir." ucap Viana yang masih meringis kesakitan.


Sean langsung menggendong Viana ke bawah. Dia berteriak kepada Bian supirnya agar menyiapkan mobilnya. Sean dan Viana langsung menuju rumah sakit keluarga Armadja. Semua perlengkapan sudah mereka taruh dirumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Viana langsung dibawa ke ruang bersalin. Sean juga ikut masuk kedalam.


"Bagaimana dok?" tanya Sean pada seorang dokter wanita yang akan menangani Viana. Namanya Dr. Aisyah.


"Sudah waktunya Tuan. Nona bisa melahirkan normal. Tuan peganglah tangan Nona." ujar Dr. Aisyah.


Proses persalinan pun dimulai. Semua anggota keluarga Armadja satu persatu datang dan menunggu di depan ruangan itu. Mereka tampak khawatir. Ada yang saling memeluk yaitu Rangga dan Alya. Ada yang mondar-mandir yaitu Raya, Celin dan Oma Laura. Dan ada juga yang duduk diam sambil terus berdoa yaitu Papi Erlangga, Dirga dan Zein.

__ADS_1


Tak berselang lama, suara tangisan seorang bayi terdengar dari dalam ruangan itu. "Oeeeeekkkk".


Oma dan Opa mengucap syukur atas kelahiran cicit pertama mereka. Rangga dan Alya akhirnya memiliki cucu.


Sean telah keluar dari ruang bersalin. Namun raut keluarga Armadja tampak heran melihat penampilan Sean yang acak-acakan. Rambutnya berantakan dan bajunya ada yang sobek.


"Sean kamu kenapa?" tanya Alya.


"Saat proses persalinan tadi Viana terus saja menjambak rambut dan menarik bajuku. Ya beginilah jadinya." ucap Sean pasrah.


Semua menahan tawa mendengar penuturan Sean. "Ya sudah sana ganti bajumu." ujar Rangga.


Sean sudah kembali dari ganti bajunya. Alya menyerahkan bayi itu ke gendongan Sean. Sean mencium putri cantiknya dengan lembut. Bulir air mata membasahi pipinya. Kini dia sudah menjadi seorang Ayah.


"Sean siapa namanya?" tanya Rangga.


"Sevina Armadja. Penggabungan antara namaku dan Viana." ucap Sean.


"Itu nama yang bagus." puji oma Laura.

__ADS_1


"Aku berharap Sevina bisa menuruni sifat Mamanya, bukan Papanya." cibir Rangga.


Sean hanya cengengesan. Jika dia menuruni sifat keduanya maka habislah sudah. Sean yang arogan dan Viana yang kuat. Sean tidak bisa membayangkannya.


***


5 tahun kemudian.


"Sevina kamu dimana. Hmm dimana ya." Viana tampak mencari-cari keberadaan putri kecilnya itu.


"Doooor." Sevina mengagetkan Viana. Sejak tadi mereka sedang bermain petak umpet di sebuah rumah pohon buatan Sean.


Dari kejauhan Sean memperhatikan Istri dan putrinya sedang tertawa riang.



Sean menatap penuh haru. Kini dirinya telah bahagia memiliki keluarga kecil yang bahagia.


__ADS_1


Dengan Viana disampingnya hidupnya jauh lebih berarti. Dia mengerti akan rasa sakit kehilangan, rasa cinta dan kasih sayang dari Viana telah menjadikannya jauh lebih baik lagi. Sean ikut bergabung bersama mereka. Bermain dan berkejar-kejaran di bawah rumah pohon itu. Sekarang mereka hanya bertiga. Karena Reyza Armadja, adik laki-laki Sevina yang berumur 2 tahun masih tidur.


__ADS_2