Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Bonus Chapter - Minta Adik


__ADS_3

"Ya, kau benar. Jika ada yang mendekati Anggun, aku juga akan melakukan hal yang sama. Mungkin bukan hanya ban mobilnya saja yang ku copot. Tapi kepalanya juga." ucap Kevin tersenyum sinis sambil mengingat Erik yang bahkan hampir pernah membunuh anaknya.


Sean sedikit ngeri melihat Kevin tersenyum seperti itu.


"Oh ya kenapa kau tiba-tiba minta maaf?" tanya Kevin heran.


"Aku hanya takut terlambat meminta maaf seperti saat terakhir kita bertemu. Waktu itu aku ingin minta maaf tapi gengsi." tutur Sean.


"Lalu kenapa sekarang tidak gengsi?" tanya Kevin.


"Aku hanya takut terlambat seperti waktu itu." jawab Sean.


"Oh, begitu....Tunggu! Jadi kau mewanti-wanti kalau aku akan mati lagi?"


"Hahaha, kau yang bilang ya." ucap Sean di sela gelak tawanya.


"Oh ya apa kau benar-benar akan menjodohkan Sevina dengan David?" tanya. Kevin.


Sean terdiam sejenak. "Awalnya aku hanya berpikir itu wasiat darimu dan demi kebaikan keluarga Axel agar David dan Anggun tetap bersama kami." ucap Sean.


Kevin menunggu kelanjutan dari kalimat Sean. "Tapi sekarang aku tetap ingin mereka berjodoh. David adalah anak yang baik, yaaa sama sepertimu." ucap Sean.

__ADS_1


"Jadi kita akan berbesan rupanya." ucap Kevin sambil tersenyum.


"Oh ya katakan padaku apa banmu pernah dicopot orang?" tanya Kevin.


"Kenapa kau bertanya begitu?" tanya Sean merasa heran.


"Dulu aku selalu berdoa agar si pencopot ban mendapat karmanya." jawab Kevin.


"Pernah sekali ban mobilku bocor dijalanan sepi tanpa pengawal dan aku harus turun tangan dan membenarkannya sendiri hingga penampilanku seperti gelandangan." tutur Sean.


"Buahahahaha." Kevin tergelak saat membayangkan bagaimana Sean yang berpenampilan seperti gelandangan pada waktu itu.


"Tertawalah sesukamu. Tapi perlu kau ingat wajahmu saat kehilangan keempat ban mobilmu pasti lebih jelek dariku hahaha." Sean ikut tergelak. Apalagi besoknya dia memeriksa CCTV dan tertawa melihat Kevin mencari keempat ban mobilnya dengan wajah kebingungan.


Sementara itu Sevina, David, Reyza, Zevin (anak Lyana dan Zein) dan Arly (anak Raya dan Axel) tampak sedang bermain bersama.


"David, bagaimana rasanya mempunyai Mama dan Papa yang lengkap?" tanya Sevina.


"Aku sangat bahagia." jawab David.


"Apa kau akan minta adik?" tanya Sevina.

__ADS_1


"Apa enak mempunyai seorang adik?" tanya David.


"Kalau aku sih enak. Adikku sangat baik dan penurut. Berbeda dengan Zevin. Selalu saja mengajakku balapan sepeda. Ya aku sih yes tapi setiap dia kalah, dia selalu menangis dan kalau dia yang menang dia meledekku sampai berhari hari. Menyebalkan bukan?" gerutu Sevina. Beruntung Zevin sedang asyik bermain kuda-kudaan dengan Reyza jadi tidak dengar.


"Sangat menyebalkan. Aku tidak mau adik yang begitu. Aku ingin adik yang seperti Reyza." ucap David.


"Ya sudah minta sana. Tapi bilang yang seperti Reyza." ucap Sevina.


"Aku kesana dulu ya." ucap David sembari melangkah menghampiri Kevin yang sedang asyik mengobrol dengan Sean.


"Papa, David mau dibuatkan adik seperti Reyza." ucap David yang langsung membuat Kevin dan Sean terhenti dari obrolan mereka.


"David, nanti saja kita bicarakan ya. Sekarang Papa sedang berbicara dengan Om Sean. Tidak sopan loh nanti di gigit Om Sean." ucap Kevin.


David mengangguk dan kembali ke tempatnya.


"Hahaha lihat kan, belum apa-apa anakmu sudah menuntut. Eh apa katamu tadi? Aku menggigit? Memangnya aku apa? Macan? Singa? Kucing?"


"Aku hanya bercanda agar dia tidak terus membahasnya." ucap Kevin.


"Ya sudah beri saja dia adik. Kau kan hanya tinggal mencetaknya saja. Setelah lahir, kau yang harus ikut mengurusnya agar kau tau rasanya." ucap Sean.

__ADS_1


"Iya, siap Tuan Muda." ucap Kevin yang sontak membuat Sean dan dirinya tertawa bersama.


__ADS_2