
3 hari kemudian....
Sean dan Viana sedang sarapan bersama.
Pagi ini Sean akan berangkat ke Amerika.
Viana tampak lesu dan hanya mengaduk ngaduk makanannya.
Sean memperhatikannya.
"Kenapa tidak dimakan?" Tanya Sean
"Hmm iya tidak selera makan" Kata Viana
"Makan lah atau aku akan membuatmu mengunyah piringmu juga" Ancam Sean
Viana akhirnya memakan sarapannya dengan wajah yang masih di tekuk.
"Kemasi barang barangmu dan ikut lah bersamaku" Kata Sean
"Tidak Sean" Kata Viana menolak
"Apakah aku tidak usah pergi saja?" Tanya Sean
Viana menggeleng.
"Jadi apa maumu?" Tanya Sean agak kesal
"Tidak ada" Kata Viana
Sean mengenggam tangannya menahan kesal.
"Kalau begitu makan lah" Kata Sean
"Iya" Viana tersenyum dan memakan makanannya dengan lahap.
Apa yang baru aku katakan? Kenapa dia seenaknya berubah mood seperti itu di hadapanku. Gumam Sean
Viana menatap Sean yang sedang heran melihat tingkahnya.
Aku tidak berharap di ajak. Tapi ketika kamu bilang mau mengajakku dan tidak jadi berangkat karena aku uring uringan itu saja sudah membuatku senang. Gumam Viana
Mereka sudah selesai sarapan.
__ADS_1
Pengawal sudah menaruh koper Sean di dalam mobil.
Kemudian dia melangkah hendak masuk ke dalam mobil, namun lagi lagi dia melihat wajah lesu Viana.
Sean menduduki kap depan mobil sambil menatap Viana.
"Kemari lah" Sean berdiri lalu merentangkan kedua tangannya.
Viana berlari dan memeluknya.
Sebuah pelukan kerinduan padahal Sean belum pergi.
Viana melepas pelukannya dan tersenyum.
Sean memegang kedua tangan Viana dan berbisik.
"Aku akan segera kembali"
Viana tersenyum mendengar bisikan lembut Sean. Kini wajahnya sudah ceria lagi.
Viana melambaikan tangan kala mobil Sean sudah melaju menuju gerbang sampai hilang dalam pandangan.
Dia segera bersiap menuju kantor.
"Selamat pagi Vi" Sapa Kevin
"Selamat pagi Kev" Balas Viana
Kevin tidak mengatakan apapun. Dia masuk ke ruangannya setelah sebelumnya tersenyum lagi pada Viana.
Viana masuk ke ruangannya.
Apakah dia baik baik saja?. Gumam Viana
Viana langsung berkutat dengan laptopnya.
Tak lama kemudian hpnya berdering.
"Sean" Viana tersenyum senang. Dengan cepat dia mengangkatnya.
"Halo Sean" Jawab Viana
__ADS_1
"Sedang apa kau?" Tanya Sean
"Sedang bekerja. Kamu sudah sampai bandara?" Tanya Viana
"Baru saja. Sebelum aku berangkat aku ingin tau kau sedang apa" Kata Sean
"Apa kamu merindukanku?" Viana tersenyum malu sendiri
"Kenapa kau begitu percaya diri? Aku ingin tau apakah Kevin menyapamu pagi ini?" Tanya Sean
"Iya dia menyapaku" Kata Viana
"Kau bilang telah mematahkan hatinya? Lalu kenapa dia masih menyapamu?" Tanya Sean sedikit kesal
"Entah lah, aku juga tidak tau" Jawab Viana
"Apa kau membalas sapaannya?" Tanya Sean
"Mmmm iya" Jawab Viana ragu
"Kenapa kau harus menjawabnya?" Sean berdecak kesal
"Maafkan aku, aku hanya tidak ingin terlihat jahat" Kata Viana
"Awas saja kalau sampai kau dekat lagi dengannya. Ingat jangan tersenyum padanya, jangan berbicara basa basi padanya atau aku akan menjahit mulutmu" Ancam Sean
Bukannya takut, Viana malah tersenyum mendengar ancaman dari Sean.
Jelas saja dia tersenyum, Sean terlihat begitu cemburu pada Kevin.
"Iya Sean, aku mengerti" Jawab Viana yang masih tersenyum.
"Ya sudah aku pergi dulu. Jaga dirimu" Kata Sean mengakhiri teleponnya.
Viana meletakkan hpnya dan kembali fokus pada laptopnya sambil terus tersenyum mengingat kata kata cemburu Sean.
Sean belum sejam kita berpisah tapi aku sudah sangat merindukanmu. Gumam Viana
Sementara itu...
Pesawat yang di tumpangi Sean sudah lepas landas.
Sean melihat galery hpnya yang menyimpan foto saat dirinya dan Viana di foto oleh Zein di pantai kota Paris.
__ADS_1
Sean tersenyum melihat foto itu.
Viana, bahkan aku baru berankat tapi aku sudah sangat merindukanmu. Gumam Sean dalam senyumannya.