Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Bonus Chapter - Undangan Makan Malam


__ADS_3

Sean dan Viana sudah sampai kamar. Belum hilang rasa curiga Viana, kini Sean malah membicarakan hal yang mengejutkan.


"Kita diundang makan malam oleh Stevi," ujar Sean.


"Apa? Stevi? Kau tidak salah bicara, 'kan?"


"Tidak. Dan bukan hanya dengan dia saja. Tapi juga dengan rekan kerja kami yang lain," sahut Sean.


"Kapan?"


"Malam nanti."


"Aku tidak punya gaun yang bisa aku pakai untuk kesana."


"Sudah ku belikan." Sean mengeluarkan sesuatu dari tas kerjanya.


"Kenapa kau menaruh baju di tas kerjamu?"


"Lalu aku harus apa? Kalau pakai paper bag aku bisa lupa."

__ADS_1


"Ya sudah, mandilah. Aku akan mandi setelah mu."


Sean pun mengangguk lalu pergi ke kamar mandi. Viana mencoba baju yang dibelikan Sean namun tidak memakainya. Hanya menempelkan di bagaian depan tubuhnya. "Bagus sekali. Baiklah, aku akan berdandan secantik mungkin agar si Stevi itu sadar diri." Menatap cermin yang ada di depannya sembari tersenyum penuh kemenangan.


*****


Hingga malam pun tiba, mereka sudah bersiap-siap berangkat ke restoran yang menjadi titik temu mereka.


Viana tampak sangat cantik dengan setelan yang elegan. Rambut yang disanggul rapi, serta baju yang tertutup.


"Bagaimana?" tanya Viana yang sedang berdiri di pintu kamar dengan tangan yang memegangi pinggiran pintu dengan gaya centilnya.




"Berdirilah! Aku 'kan istrimu. Sudah seharusnya aku berdandan yang cantik agar kau terhindar dari godaan syaiton yang terkutuk." Menoleh ke arah Sean dengan senyuman yang menggoda.


__ADS_1


"Ayolah, Vi. Kita mau pergi. Jangan goda aku atau aku akan membuatmu mandi lagi malam ini." Sean berdecak kesal. Kalau saja mereka tidak pergi, sudah pasti ia akan menyerang Viana.


"Kenapa jika aku menggoda suamiku sendiri? Apakah kau tidak suka" Tertunduk sedih.



"Tidak, aku sangat suka jika kau menggoda ku. Tetapi, aku lebih suka kau menggodaku saat kita tidak sedang berencana untuk pergi." Sean langsung merangkul bahu Viana dengan mesra, menuju keluar agar hal yang diinginkannya tidak terjadi.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang ke restoran. Sepanjang jalan, Viana terus menatap keluar. Melihat pohon-pohon berlari akibat laju mobil tersebut.


Sesampainya di sana, mereka sudah disambut oleh Stevi yang terlihat sangat seksi. Ia memakai gaun dengan bagian dada yang terbuka. Bukan hanya itu, gaunnya sangat ketat dan hanya menutupi dari dada ke paha. Memperlihatkan lekukan dan kemulusan tubuhnya.


Viana langsung melirik Sean yang bersikap biasa saja meski di depannya ada ayam gorengnya yang siap disantap. Ia pun menghembuskan nafas lega. Sebenarnya untuk apa ia khawatir? Sean adalah suami yang setia. Terlebih lagi Sean sangat mencintainya dan akan melakukan apa saja untuknya. Namun, pesona Stevi sungguh kuat. Membuat Viana ingin sekali menampol wajahnya sampai semua make up di wajahnya berantakan.


"Silakan masuk, Sean, Viana." Stevi mempersilakan.


Setelah semua berkumpul, mereka pun memulai makan malam yang sudah dihidangkan.


Viana terus memperhatikan sikap dan gaya makan Stevi yang sangat centil itu. Bayangkan saja, ia memotong daging steak dengan sangat tipis dan memakannya dengan sangat anggun dan lama. Sedangkan dirinya saja sanggup memakan setengah potongan daging steak dengan satu suapan. Hanya saja, karena berada di depan banyak orang, tentu ia tidak berani melakukannya. Itu sama saja mempermalukan dirinya dan suami tampannya itu.

__ADS_1


Namun, Viana melihat satu keanehan pada jari manis Stevi yang seperti bekas memakai cincin. 'Aneh, kenapa dia tidak memakai cincin di jari itu? Malah di jari tengah dan telunjuk. Apa jarinya sedang sakit? Ah, tidak, dia menggunakan jarinya dengan luwes. Pasti ada yang disembunyikan olehnya?' batinnya.


__ADS_2