Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Resepsi pernikahan


__ADS_3

Tanpa terasa waktu terus berlalu. Hari ini adalah saat yang di tunggu - tunggu oleh Sean maupun Viana. Pasalnya hari ini mereka akan melangsugkan resepsi pernikahan.


Pernikahan itu di selenggarakan di salah satu gedung milik Rangga. Dikamar rias pengantin, Baik Sean maupun Viana sudah selesai di rias. Mereka terlihat sangat serasi. Viana yang terlihat anggun dengan gaun pengantin warna putih dan Sean yang terlihat tampan dengan setelah jas berwarna senada dengan Viana.


Semua keluarga Armadja hadir kecuali Oma Laura Sedangkan Opa Erlangga datang. Media tidak di perbolehkan masuk dan hanya boleh meliput dari luar.


"Jika hari ini kita menikah maka nanti malam adalah malam pertama kita." Bisik Sean.


Viana hanya tersenyum malu. Dia menepuk dada Sean. Tapi Sean malah memegang tangannya.


"Aku tau kau sangat senang, tapi jagalah sikapmu." Bisik Sean lagi.



"Wah cantik sekali anak Mama" Alya dan Rangga masuk ke dalam. Dia terlihat sangat senang begitu juga dengan Rangga.


Sean dan Viana menoleh ke arah mereka dan tersenyum.



"Papa tau kau sangat mencintai istrimu Sean, tapi cobalah untuk melepaskan dia sebentar" Sindir Rangga yang melihat Sean masih memeluk mesra Viana.


Sean dan Viana tersadar dengan posisi mereka. Sean segera melepas pelukannya lalu tersenyum malu.


"Jika sudah selesai, keluar lah. Pak Hendra juga sudah hadir" Kata Rangga.


Senyuman Viana mengembang kala mendengar Ayahnya sudah datang.


Sean dan Viana melangkah menuju pelaminan. Sepanjang mereka berjalan, para tamu undangan yang sudah hadir berdecak kagum melihat keserasian mereka.


"Wah lihatlah mereka serasi sekali"


"Iya, si wanita begitu cantik dan si pria begitu tampan"

__ADS_1


"Duh beruntungnya jadi Viana bisa menikah dengan Sean Armadja. Sudah tampan, kaya, gagah, aduuuuh jadi pengen"


"Jika Viana bisa menaklukkan hati Sean. Itu artinya Viana orang yang sangat spesial dan bukan orang - orang seperti kita"


Viana dan Sean sudah duduk di pelaminan. Terlihat seperti putri dan raja.


Para tamu semakin banyak dan memberi ucapan selamat kepada mereka tak terkecuali Gilang dkk, namun Dio tidak ada.


Gilang, Efan, dan Aldi memberi ucapan selamat kepada Sean.


"Aku tidak menyangka kau bisa mendahuluiku." Kata Gilang.


"Hahaha kau akan segera menyusul kami." Balas Sean.


Viana memperhatikan dengan seksama. Baru kali ini dia melihat Gilang dari jarak dekat. Saat di apartemen Gilang pun kondisi sudah malam sehingga wajahnya tidak jelas.


Wajah Gilang terbilang tampan namun sedikit garang seperti Sean.


Pesta pernikahan mewah itu berjalan dengan lancar. Tidak ada gangguan seperti yang di takutkan Viana.


Seampainya di rumah.


Tanpa aba - aba Sean langsung menggendong Viana.



Viana terkejut.


"Sean kenapa menggendong?"


"Kenapa? Aku kan hanya ingin melakukan hal yang bisa di lakukan pengantin baru" Ucap Sean sambil tersenyum.


__ADS_1


"Bukan itu? Apakah tidak berat?" Tanya Viana


"Aku seperti membawa kapas yang ringan" Ucap Sean yang kini membuat Viana tertawa.



Sean terus melangkahkan kakinya hingga ke kamar. Dia bahkan menaiki tangga demi menunjukkan keperkasaannya.


Sean merebahkan Viana ke atas ranjang.


"Apa kau bahagia hari ini?." Tanya Sean.


"Aku sangat bahagia" Ucap Viana.



"Lakukan lah kewajibanmu sebagai istri" Goda Sean.


"Maaf Sean sepertinya aku sedang PMS" Ucap Viana.


Wajah Sean langsung berubah drastis. Tampak begitu lesu dan tidak bersemangat. Dia lelah menggendong Viana menaiki tangga hanya untuk mendengar kalimat terkutuk itu.


"Sean" Panggil Viana.


"Hmmm" Jawab Sean malas.


"Aku hanya bercanda" Ucap Viana sambil tertawa. Ekspresi wajah Sean langsung berubah drastis. Yang tadinya lesu dan tidak bersemangat sekarang malah terlihat berseri - seri.


"Kau ini kenapa usil sekali" Sean mencoba mencium bibir Viana tapi Viana malah menutup mulutnya dengan tangannya.


"Lepaskan, berani sekali kau menutup mulutmu" Sean berusaha melepaskan tangan Viana sambil tertawa.


__ADS_1


Viana melepaskan tangannya lalu mengalungkan tangannya di leher Sean dan mereka pun...heh, udah udah, skip, ya, skip. Pikir aja sendiri wkwkw.


__ADS_2