Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Serangan Mendadak #2


__ADS_3

Sesampainya di apartemen, Viana langsung mengganti baju yang telah di bawakan pelayan di apartemen itu.


Setelah berganti baju, mereka bergegas kembali ke kantor.


Tak lupa Sean juga menelpon pengacaranya untuk datang ke cafe itu dan meminta rekaman CCTV perbuatan Lidya guna menjadi bukti untuk laporan Sean. Semua akan di urus oleh pengacaranya.


Selama perjalanan Viana banyak diam. Dia masih memikirkan kata - kata Sean tadi.


"Apa kau keberatan jika aku memberimu pengawal?" Tanya Sean yang sedari tadi memperhatikan Viana yang sedikit bad mood.


"Tidak" Viana menggeleng sambil memaksakan senyuman.


"Jika kau tidak ingin tersenyum, sebaiknya jangan di paksakan" Ucap Sean yang kembali fokus ke jalan.


"Aku merasa risih jika pergerakanku di awasi" Kata Viana jujur.


"Mereka hanya akan mengawalmu saja bukan memata - mataimu" Sean mencoba memberi pengertian pada Viana.


Sean bukan itu. Jika mereka mengawalku, maka aku tidak akan punya kesempatan untuk memantau pergerakanmu. Gumam Viana.


"Bukan kah selama ini kamu tidak mau dikawal?" Tanya Viana.

__ADS_1


"Aku tidak ingin kejadian tadi terulang lagi" Jawab Sean.


"Sean aku berjanji lain kali aku akan menyumpal mulut orang orang sebelum mereka melabrakku" Viana mencoba bernegosiasi.


"Hahaha aku suka keberanianmu, tapi aku tidak ingin lebih banyak orang yang tau tentang tenaga monstermu. Bisa bisa mereka menganggap aku pria lemah karena membiarkan Istriku bertarung dengan orang lain" Ucap Sean.


Viana terdiam. Dia kalah telak. Sean benar, orang - orang akan menganggapnya suami tidak berguna jika membiarkan Istrinya bertarung. Viana menghela nafas panjang.


"Baik lah" Ucap Viana pasrah.


"Good girl" Sean mengusap kepala Viana.


Saat berada di jalanan sepi, tiba tiba saja ada mobil yang menyalip dan berhenti di depan mereka.


"Berengsek, berani sekali dia berhenti di depanku" Sean mengumpat kesal lalu keluar dari mobilnya.


Dia berjalan dan menggedor mobil itu agar sang pemilik keluar.


"Keluar kau!!!" Teriak Sean.


"Sean sudah lah, ayo kita kembali ke mobil" Viana mencoba meredam emosi Sean.

__ADS_1


Namun belum sempat Sean menjawab, pintu mobil itu terbuka.


4 orang pria berbadan kekar keluar dari mobil itu.


"Berani sekali kau menggedor pintu mobilku" Kata Pria 1. Tampangnya brewokan dan tangannya banyak tato. Dia terlihat seperti preman.


"Berengsek, kau yang berhenti mendadak di depanku" Kata Sean tak kalah emosi. Matanya menatap tajam.


"Sean sudah lah" Viana berusaha menarik lengan Sean agar pergi dari situ.


"Cantik sekali" Pria itu hendak menyentuh dagu Viana namun tangannya sudah di pengang Sean sebelum Viana melakukan itu. Mata Sean memerah, rahangnya mengeras menandakan emosinya siap meledak.


"Singkirkan tangan kotormu dari Istriku atau ku patahkan tanganmu" Sean melepaskan tangan pria itu secara kasar dan membuat pria itu hampir jatuh.


"Berengsek!!!!"


Pria itu hendak mendaratkan tinju di wajah Sean namun dengan sigap ditangkap oleh Sean. Sean balik meninju wajah pria itu. Tak hanya itu, dia mencengkarm kerah baju pria itu lalu menghajar beberapa bagian tubuhnya yang lain. Sepertinya emosi Sean sangat besar sehingga tenaganya sangat kuat dan membuat pria yang tubuhnya lebih kekar darinya tidak mampu melawan.


3 pria lain tak tinggal diam, mereka ikut membantu temannya yang sedang di pukuli Sean secara membabi buta. Sean meladeni mereka satu persatu namun dia sedikit kewalahan karena mereka mengeroyoknya.


Viana tidak tinggal diam, dia masuk ke arena pertempuran. Dia melawan satu orang.

__ADS_1


Beberapa para pengguna jalan yang melihat kejadian itu enggan mengabadikan momen itu setelah mereka tau yang bertarung adalah Sean Armadja.


Meskipun begitu mereka berdecak kagum melihat Sean dan Viana begitu keren melawan para preman itu.


__ADS_2