Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Kenyataan


__ADS_3

Dio berbalik. Matanya menatap serius ke arah Viana. Dia mendekati Viana dan mencengkram kerah bajunya.


"Katakan dari mana kau tau nama asliku."


Deg,,,Jantung Viana berdegub kencang. Tenyata dugaannya selama ini benar. Dio adalah kakak tirinya.


"Aku adalah adik tirimu." ucap Viana pelan. Raut wajahnya terlihat tegang dan pucat. Rasanya dia belum bisa menerima kenyataan ini.


"Apa? Adik tiri?" Dio melepaskan cengkramannya dan berjalan mundur. Dia sama kagetnya dengan Viana.


"Jadi kau yang selama ini mengacaukan semua rencanaku?" Dio kembali menatap tajam ke arah Viana.


"Kak, berhentilah. Jangan sakiti Sean. Dia tidak bersalah. Dendammu tidak beralasan." Viana mencoba memberi pengertian.


"Apa katamu? Apa kau tau bagaimana rasanya hidupku karena keluarganya. Mereka memenjarakan ibuku dan membuat kami berpisah dengan Ibu selama 3 tahun. Keluarga Armadja tidak memperdulikan kami. Bahkan adikku harus meninggal karena sakit. Dia meninggal tanpa sosok Ibu disampingnya. Ayahku terlilit hutang dan Ibuku di penjara. Apa kau tau rasanya!!! Bahkan Ayahku harus mengganti identitas kami demi menghindari penagih hutang!!!" Dio berteriak kencang.


Anak buahnya terkejut dengan pertengkaran mereka.


"Ayo cabut, bos butuh ruang." Salah satu pria kekar tadi memberi usul. Mereka semua pergi keluar dan meninggalkan Dio bersama Viana.

__ADS_1


"Ayahmu terlilit hutang karena salahnya. Dia berselingkuh dengan wanita lain dan menunmpuk hutang. Bahkan dia yang membuat ibumu menghianati keluarga Armadja agar bisa mencicil hutang ayahmu. Dan bukankah Pak Udin berusaha merawat kalian namun Ayahmu menolak bantuannya." Teriak Viana.


"Tidak, ini semua adalah salah keluarga Armadja. Ayahku adalah korban. Bahkan Ibuku malah menikah dengan ayahmu setelah becerai dengan Ayahku dan dia tidak menginginkanku. Dia tidak memikirkanku. Dia malah bersenang-senang denganmu dan Ayahmu." Suara Dio semakin menggelegar.


"Tidak, itu tidak benar. Ibu selalu berusaha mendapatkanmu. Tapi Ayahmu malah mengganti identitasnya denganmu dan membawamu pergi. Dia membuat Ibu menanggung semua hutangnya bahkan Ibu meninggal setelah mendapat kabar dari Ayahmu kalau dia akan membalas dendam pada keluarga Armadja." Viana masih berusaha meyakinkan Dio.


Entah racun apa yang diberikan Ayahnya sehingga Dio bahkan tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar. Ayahnya benar-benar berhasil membuatnya menjadi pendendam.


"Tidak, aku tidak percaya. Itu semua adalah bohong. Aku tidak ingin orang yang sudah membuatku begini malah bahagia dengan....." Dio menggantung kata-katanya. Dia baru menyadari apa yang bisa dia manfaatkan dari Viana.


"Baiklah, jika kau mau aku tidak menghancurkannya, maka akan aku turuti. Tapi dengan satu syarat." ucap Dio serius.


"Apa syaratnya?" tanya Viana.


"Apa? Tidak Kak aku tidak bisa melakukan itu. Dia suamiku." Viana terkejut dengan tawaran Dio.


"Semua ada ditanganmu. Jika kau tetap bersamanya maka aku akan menghancurkannya secara perlahan. Kau tau kan hukum tidak bisa melumpuhkanku." Dio menyeringai.


Viana terdiam. Dia menatap dio dengan perasaan bingung. Kini dia harus memilih antara cinta atau janjinya pada Ibunya.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak bisa memilih. Sadarlah Kak, hal yang kamu lakukan ini salah. Dalam hal ini Sean tidak bersalah. Tolong jangan ganggu dia." Viana memohon dengan mata berkaca-kaca.


Jika kau mau melakukannya, aku akan memaafkan keluarga Armadja dan aku akan meninggalkan dunia hitam ini." ucap Dio.


Tawaran Dio membuat Viana dilema. Dia tidak tau harus berbuat apa.


"Aku pulang." Viana melangkahkan kakinya meninggalkan Dio. Namun sebelum dia keluar, kalimat Dio membuatnya berhenti sejenak.


"Aku akan terus mengacaukan hidupnya. Ingat, jika kau memberitahunya tentang hal ini. Aku akan mengatakan padanya bahwa kau dan aku bekerja sama untuk menjebaknya. Dan CCTV rumah ini akan menjadi bukti bahwa kau datang kesini dan menemuiku."


Viana melanjutkan langkah kakinya. Dia berjalan gontai. Tidak disangka semua akan jadi begini. Jika Dio berkata bahwa mereka bekerja sama, bahkan Mama Alya sendiri pun tidak akan mempercayainya lagi. Seharusnya dia berpikir dua kali untuk menemui Dio. Harusnya dia tau bahwa Dio bukan orang sembarangan. Dio adalah Riko yang dia cari selama ini namun yang terjadi sekarang benar-benar di luar kendalinya.


Viana sudah tiba di pinggir jalan. Dia menyetop taxi dan segera kembali ke kantor.


Sesampainya di kantor.


"Nona, Anda kemana saja? Kami khawatir." ucap Daniel yang sedari tadi kelimpungan mencari Viana bersama Hendry.


"Kalian terlalu lama, jadi aku pergi sendiri. Tapi salonnya penuh jadi aku ngopi sebentar disekitar situ." ucap Viana.

__ADS_1


Daniel dan Harry heran melihat ekspresi majikannya yang seperti habis mengalami hal yang buruk.


Viana melangkah kembali ke ruangannya. Dia terus memikirkan kata-kata Dio tadi. Dia begitu mencintai Sean. Mana mungkin dia meninggalkannya. Namun jika dia tetap bersama Sean maka nyawa Sean bisa saja terancam karena dia sama sekali tidak tau bahwa ada yang berusaha menghancurkannya. Maka disini Viana akan berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan aksi Dio. Jika Dio masih tetap bersikeras untuk mencelakainya maka Viana akan sekuat tenaga melindunginya.


__ADS_2