Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Akibat


__ADS_3

Viana tengah duduk sambil menggenggam tangannya.


Dia merasa sangat malu dengan apa yang dia lakukan tadi.


Sean yang sudah mandi segera menghambur ke atas ranjang.


"Apa yang kau tunggu?" Tanya Sean


"Tidak ada" Jawab Viana


"Kalau begitu tidur" Kata Sean


Viana melangkahkan kakinya dan naik ke atas ranjang.


"Ingat ya aku masih marah. Kau berusaha menipuku" Kata Sean


"Sean maafkan aku" Kata Viana yang kini menghadap Sean yang malah membelakanginya.


Jika saja aku tidak mencintaimu aku pasti sudah menendangmu. Gumam Viana


"Sean, maafkan aku. Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Viana yang kini menyentuh bahu Sean.


"Menyingkir lah bodoh" Sean menolak tangan Viana


"Baik lah aku akan tidur saja di sofa" Kata Viana yang hendak bangun dan tidur di sofa


"Jika kakimu menyentuh lantai, aku akan mematahkannya" Ancam Sean yang masih membelakangi Viana


"Jadi aku harus melakukan apa Sean?" Tanya Viana lagi


"Tidak tau pikirkan lah sendiri" Kata Sean.


Jawaban Sean benar benar membuat Viana meradang. Dia membalik paksa tubuh Sean hingga kini dia terlentang. Viana menaiki tubuhnya.

__ADS_1


"Dengar ya Tuan Muda, aku sudah melakukan semuanya bahkan kalau aku tidak menolongmu saat Dio menghajarmu, kamu tidak akan pulang dengan wajah tampanmu ini" Kata Viana yang tengah menunjuk nunjuk dada Sean.


Sean menyorot tajam Viana.


"Jangan menatapku seperti itu, berciuman saja kamu masih payah" Viana menatap tajam


Sean yang sudah kehabisan kesabaran langsung menukar posisi sehingga kini Viana sudah berada di bawahnya.


Viana mencoba melawan namun tenaga Sean cukup kuat. Mungkin karena dia sedang marah.


"Berani sekali kau bilang aku payah soal berciuman. Sini aku tunjukan" Sean yang sudah terbakar emosi langsung ******* bibir Viana. Viana berusaha mendorong tubuh Sean namun percuma malah kini kedua tangan Sean menahan tangan Viana.


Ciuman itu begitu liar hingga Viana sendiri kewalahan dan kesusahan bernafas.


Sean melepas ciumannya.


Viana terlihat seperti habis menyelam tanpa selang gas. Dia hampir kehabisan nafas.


"Berani sekali kau bilang aku payah" Kata Sean yang kini merebahkan kembali dirinya ke ranjang. Dia merasa sangat puas. Sejak kejadian di Paris, dia mulai menonton film yang banyak adegan ciumannya. Dan kini dia sudah mempraktekkannya.


"Tidak ada maaf bagimu" Kata Sean


"Sean maafkan aku. Aku akan lakukan apa saja agar kamu mau memaafkanku" Kata Viana


"Baik lah, tidur di lantai tanpa selimut dan bantal" Kata Sean


Viana menatap lekat ke arah Sean.


Bagaimana bisa dia menyuruh seorang wanita tidur di lantai


"Aku tidak mengulang kalimatku" Kata Sean


Viana segera turun dari ranjang dan merebahkan dirinya di lantai.

__ADS_1


Sean tersenyum puas melihatnya.


Rasakan wanita bodoh, kau sudah memancing amarahku.


Selang beberapa lama, Selang beberapa jam Sean terbangun kala dia mendengar suara kertakan gigi yang sedang menggigil.


Sean mengucek matanya. Dia melihat Viana yang kini pucat pasi.


Dia segera turun dan dan menghampiri Viana.


"Hei bangun" Kata Sean


Viana membuka sedikit matanya namun dia segera menutupnya lagi kala di rasakannya matanya sangat panas.


Sean memeriksa suhu tubuh Viana namun sangat panas.


Gawat, dia sakit


Sean mengangkat tubuh Viana ke atas ranjang dan menyelimutinya.


Jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Dia menelpon Dr. Risa.


Untung lah rumah Dr. Risa tidak jauh sehingga datang dengan cepat.


Dr. Risa segera memeriksa keadaan Viana.


"Nona Muda demam Tuan saya akan menyuntiknya dulu" Kata Dr. Risa


Satu suntikan dan Dr, Risa pun pulang setelah sebelumnya memberikan obat untuk Viana.


Sean memandangi Viana yang sudah tertidur pulas.


Kau yang membuat dirimu tersiksa. Bukan salahku jika kau tidak bisa tidur di lantai. Gumam Sean

__ADS_1


Kelanjutannya besok pagi atau siang ya, mata nggak bisa di ajak kompromi nih.


Jangan lupa Votenya ya biar author naik rangking 😊


__ADS_2