Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Bonus Chapter - Setuju


__ADS_3

Viana dan kedua anaknya sudah berlalu meninggalkan sekolah.


"Ma kenapa kok senyum sendiri?" tanya Reyza yang sedari tadi memperhatikan Mamanya terus saja tersenyum.


"Tidak apa sayang." ucap Viana sambil mengusap kepala Reyza dan terus saja tersenyum. Sang supir juga heran melihat majikannya sejak tadi terus tersenyum.


Dan sebenarnya...


*Flashback On*


Satu jam yang lalu.


Viana baru saja turun dari mobilnya dan dia melihat Anggun yang sedang duduk bersedih dibangku depan sekolah itu. Viana segera menghampirinya.


"Anggun." Sapa Viana.


"Vi." sahut Anggun sedikit menyunggihkan senyuman.


"Katakan, ada apa?" tanya Viana dengan perasaan khawatir.


"Vi, keluarga Mas Kevin yang berada di kota C ingin mengambil David dariku." Anggun tampak emosional saat mengatakan kalimat itu.


"Keluarga yang mana?" tanya Viana yang masih belum paham.


"Aku tau ini menyangkut harta warisan dari orang tua Mas Kevin. Kakak kandung Papa Mas Kevin ingin mengambil David. Mereka beralasan aku tidak bisa mengurus David dengan baik. Mereka mengaitkan pernikahanku dengan Erik dan menyebabkan David celaka. Memang selama ini aset peninggalan Kevin dan orang tuanya dikelola oleh mereka. Namun saat David berusia 21 tahun maka harta akan jatuh ke tangan David. Dan aku tau itu yang mereka takutkan." Anggun pun menitihkan air matanya. Viana merangkulnya.


"Kenapa mereka baru muncul sekarang?" tanya Viana.


"Hubungan mereka dan Alm Papa Mas Kevin tidaklah baik. Mereka bahkan tidak datang di pemakaman. Namun setelah Orang tua Mas Kevin meninggal, mereka datang dan mengambil alih perusahaan dan aset lainnya." ucap Anggun.


"Berikan saja semua hartanya pada mereka." ujar Viana.


"Tidak bisa Vi. Jika mereka tidak menyerahkannya maka hukum akan mempertanyakannya dan jika kami memberikannya, mereka tidak mau karena mereka tidak ingin disebut perampas harta dan membuat kehilangan rekan bisnisnya karena hal itu." ucap Anggun.


"Sudahlah. Kami akan membantumu." ucap Viana.


"Bagaimana caranya Vi. Kita harus melawan hukum." ucap Anggun.


Viana melepaskan pelukannya dan menatap Anggun dengan serius. "Jodohkan David dengan Sevina." ucapnya.

__ADS_1


Anggun terkejut dengan permintaan Viana. "Apa? Itu tidak mungkin." ucap Anggun. "Maksudku mereka masih kecil dan kami hanya orang...." Menggantung kalimat karena Viana memotongnya.


"Aku dulunya hanya anak tukang urut. Bahkan aku menggantikan Ayahku mengurut pasien wanita agar menghindari fitnah." ucap Viana.


Anggun terdiam dan menunduk. Viana melanjutkan. "Aku akan jadi Ibu paling bahagia di dunia ini jika anakku mendapatkan jodoh seperti David. Ya ampun anak itu sangat baik, pintar dan sopan." Viana memuji-muji David yang pada kenyataannya itu adalah fakta.


"Bagaiamana kita membuktikannya. Tidak mungkin membawa anak-anak menemui mereka." ucap Anggun.


"Surat perjanjian perjodohan. Kita akan menandatanganinya. Berisi bahwasanya David dan Sevina akan kita nikahkan setelah mereka sudah dewasa dan sudah bekerja tentunya." ucap Viana.


"Perjanjian macam apa itu? Aku baru dengar." ucap Anggun sambil mengernyitkan dahinya.


"Aku juga baru dengar dan ide itu keluar begitu saja dari kepalaku. Tapi dengan begitu mereka tidak akan berani mengambil David darimu karena mereka tidak akan mau berurusan dengan Papa mertua dan suamiku." ucap Viana.


"Kau benar. Aku setuju. Minggu depan mereka akan datang lagi membawa pengacara dan polisi." ucap Anggun.


"Baiklah, aku akan menyuruh pengacara keluarga kami untuk mempersiapkan semuanya." ucap Viana sembari tersenyum.


"Terima kasih Viana. Kau selalu saja menolongku. Oh ya kau akan mengadakan meeting di restoran kan?" tanya Anggun.


"Ya, kau sudah mempersiapkannya kan?" tanya Viana.


Mereka pun tertawa bersama. Anggun merasa lega. Dia tidak perlu khawatir dengan kedatangan keluarga Alm suaminya. Untungnya Papa Kevin hanya dua bersaudar sehingga tidak terlalu susah menanganinya. Satu saudara saja sudah sangat merepotkan apalagi dua atau tiga atau lima. Ah sudah lah.


*Flashback Off*


Itulah yang membuat Viana tersenyum. Dia sudah berhasil menjalankan misi perjodohan tanpa memaksa Anggun. Dan David tidak akan terpisah dari keluarga Axel.


Sesampainya di kantor Sean, mereka menuju private room untuk membersihkan Sevina dan Reyza karena stok pakaian mereka ada disana. Mereka juga tidak mungkin menemui klien dengan badan yang berkeringat.


Setelah berpakaian dengan rapi.


"Sudah siap?" tanya Sean.


"Sudah Pa." Jawab Sevina dan Reyza serempak.


"Ayo kita pergi." Ajak Sean sambil menggandeng tangan kedua anaknya dikanan dan kiri. Viana berjalan di belakang mereka sambil terus tersenyum melihat kekompakan ayah dan anak. Dia bahkan belum sempat menceritakan perihal Anggun. Dia akan bercerita nanti saja saat Sean sedang tidak sibuk.


Mereka berempat melaju menuju lokasi meeting sambil makan siang di sebuah restoran milik Sean yang dikelola oleh Anggun. Dan calon besan akan bertemu lagi.

__ADS_1


Sesampainya disana, mereka duduk di ruangan yang memang di sediakan Anggun untuk Sean dan Viana jika mereka ada meeting. Ruangan itu kedap suara jadi mereka tidak akan terganggu dengan pengunjung lain.


Tak berapa lama, muncullah Shaka dan Alena yang merupakan tamu penting mereka. Viana dan Alena saling bercipika-cipiki sedangkan Shaka dan Sean saling berjabat tangan dan merangkul.


"Halo Alea." Viana mengelus pipi tembam Alea yang sangat menggemaskan itu. Dia adalah putri pertama Shaka dan Alena. Usianya baru tiga tahun dan dia sangat cantik seperti Ibunya.


Mereka pun memulai meetingnya. Sebenarnya hanya sebuah tanda tangan dan pembahasan sedikit untuk proyek baru mereka. Selesai dengan itu, mereka pun makan siang bersama. Hidangan yang sangat lezat menambah kesan baik di restoran itu.


"Sevina dan Reyza, kalian sudah kelas berapa?" tanya Shaka.


"Sevina kelas tiga Om. Kalau Reyza kelas satu." jawab Sevina.


"Wah sudah besar ya. Kalian ranking berapa disekolah?" tanya Shaka lagi.


"Reyza ranking satu Om dan Sevina rangking dua." ucap Sevina. Mereka sudah melewati semester ganjil dan sekarang sudah memasuki semester genap.


"Wah pintar semua. Sudah cantik dan tampan ternyata kalian juga pintar." Puji Shaka. Kedua anak Sean tersenyum malu dipuji seperti itu.


"Jelas saja. Siapa dulu Papanya." ucap Sean dengan bangga.


"Dasar kau ini. Sudah tua saja masih banyak gaya." cibir Shaka. Sontak para orang dewasa tertawa mendengar ucapan Shaka sedangkan anak-anak mereka hanya menonton mereka tertawa.


Dunia orang dewasa berbeda ya. Begitu saja tertawa padahal kana tidak lucu. Batin Sevina.


.


.


.


PERHATIAN.


ADA BEBERAPA YANG MENANYAKAN KOK NGGAK GANTI BUKU AJA. KENAPA HARUS DI LANJUTKAN DISINI?


JAWABANNYA : KARENA BUKU BARU AKAN MENGISAHKAN DAVID DAN SEVINA SAJA. SEDANGKAN DISINI MASIH MENGISAHKAN SEAN DAN VIANA JUGA ANGGUN.


SABAR YA. KISAH SEVINA DAN DAVID KECIL NGGAK BANYAK-BANYAK BANGET KOK. KALO LIKE KENCENG AUTHOR PASTI KENCENG JUGA UPNYA HEHEHE.


KAK ADA MISTERINYA?

__ADS_1


YA JELAS ADA DONG, KAYAK NGGAK TAU AUTHOR AJA YANG SUKA MENGACAUKAN PIKIRAN PARA READER HAHAHA


__ADS_2