
WARNING, ADEGAN 21+
TIDAK DIPERUNTUKKAN DIBACA OLEH ANAK DIBAWAH UMUR
"Aashhh ini nikmat sekali sayang ahhhh." ucap Kevin sambil terus menghentak-hentakan tubuhnya diatas tubuh Anggun yang sebenarnya masih sangat bagus walau sudah pernah melahirkan meski dengan operasi caesar.
"Ahhh terus sayang terus." Tanpa sadar Anggun terus berucap kata-kata yang semakin menambah gairah bercinta mereka.
Satu jam kemudian, terdengar lenguhan panjang dari Kevin pertanda bahwa dia telah mencapai klimaks. Dia pun tumbang disamping Anggun yang terlihat ngos-ngosan karena kegiatan yang menyita tenaga dan energi mereka. Namun semua itu dibayar dengan kenikmatan yang luar biasa.
Sementara itu...
"Sean, haruskah malam ini? Kita sudah melakukannya semalam." ucap Viana yang sedang berada dibawah Sean. Tiba-tiba saja Sean datang dan menyerangnya dengan ciuman bertubi-tubi.
"Entah kenapa aku ingin sekarang." ucap Sean yang tengah membuka kancing kemejanya satu persatu.
__ADS_1
"Oh aku tau. Kau pasti iri dengan pengantin baru itu kan?" ucap Viana penuh selidik.
"Hahaha kau sangat pintar sayang. Simpan lah basa basi itu untuk nanti." Sean membuka baju Viana dan mulai menjelajahi tubuh istrinya.
Viana sendiri juga perlahan menikmati setiap sentuhan Sean yang begitu lembut. Mau bagaimana lagi, Sean adalah suami yang tampan dan perkasa.
Setelah penyatuan tubuh, Sean langsung mengayunkan tubuhnya keatas dan kebawah. Menikmati tubuh istrinya yang masih ramping dan seksi. Wajar saja, dia adalah istri seorang Armadja. Biaya untuk melakukan perawatan yang terbilang cukup mahal tidak masalah untuknya. Yang terpenting dia bisa menjaga penampilannya untuk suaminya.
Desahan demi desahan terdengar sampai sebuah erangan panjang dari Sean mencapai klimaksnya. Mereka tumbang diatas ranjang dengan keringat di sekujur tubuh.
"Aku hanya bilang jika kau mau adik seperti Reyza, maka kau tidak boleh tidur dengan orang tuamu. Biarkan mereka membuatkan adik untuk mu. Itu yang aku bilang." jawab Sean.
"Kenapa kau mengatakan hal itu pada anak-anak? Apa yang akan dia pikirkan?" tanya Viana yang tidak habis pikir dengan Sean.
"Dia hanya anak-anak, bukan anak dengan pikiran kotor sayang." jawab Sean.
__ADS_1
"Terserah lah yang terpenting Anggun dan Kevin aman." ucap Viana.
"Aku yakin mereka juga sudah selesai malam ini." ucap Sean.
"Jangan menggodanya jika bertemu." ucap Viana.
"Baik Yang Mulia." sahut Sean.
"Ih kau ini. Sudah lah ayo tidur." ucap Viana yang menarik selimut dan mencoba memejamkan mata.
Sean mendekat dan memeluknya dan itu membuat Viana merasa risih. "Apa tidak puas tadi?" tanya Viana.
"Aku kan hanya ingin memeluk istriku masa tidak boleh." Gerutu Sean.
"Baiklah sini peluk." Viana menyampingkan tubuhnya dan memeluk Sean. Mereka pun tertidur dengan posisi saling memeluk. Sama halnya seperti Anggun dan Kevin yang sedang memeluk satu sama lain. Namun ini bukan pelukan saat tidur, melainkan pelukan untuk memulai ronde kedua setelah pertempuran tadi. Maklum saja, sebenarnya sebelum ke kamar, Kevin membuka kado Viana dan menemukan obat kuat dari Sean. Dia meminum nya dan jadilah malam yang panjang dengan pertempuran sengit entah berapa ronde.
__ADS_1