Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Dia Adalah


__ADS_3

"Akulah Riko yang asli." seorang pria yang sangat di kenal Viana tiba-tiba saja datang dan membuat Viana terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang dia cari selama ini tak lain dan tak bukan adalah......


"Kak Zie." Teriak Viana.


"Hai Vi, sudah lama tidak bertemu ya." ucap pria yang akrab disapa Zie.


"Apa maksud dari semua ini Kak? Bagaimana mungkin kamu adalah Riko. Sedangkan Kamu adalah Kakaknya Erik."


Viana masih bingung dengan semua ini. Yang dia tau Zie adalah Kakak Erik yang sering dia temui dulu saat main ke rumah Erik. Tentunya saat dia masih menjadi kekasih Erik.


"Hahaha Viana...Viana. Biarkan aku perkenalkan diriku. Namaku adalah KENZIE. Atau biasa dipanggil Ken. Dan sayangnya kau hanya tau bahwa namaku adalah Zie. Ckckck bodoh sekali" ucap Zie dengan sambil menggelengkan kepalanya.


Viana terdiam. Ken? Dia ingat betul saat Gilang menyebut nama Ken. Temannya yang tinggal di Amerika.


"Apa Gilang....."


"Benar, Aku memang tinggal di Amerika seperti kata Gilang." Kenzie melebarkan senyumannya.


Viana berusaha mencerna semua ini. "Apakah Erik, Gilang dan Dio adalah rencanamu?" Menatap tajam.


"Hahaha kali ini kau bisa membaca situasi dengan baik." Suara tawa Kenzie memenuhi ruangan itu.


Viana memperhatikan sekeliling ruangan itu. Ini jelas bukan markas Dio. Sepertinya dia dan Ayahnya telah dibawa saat pingsan. Bahkan dari luar jendela hanya terdapat banyak pepohonan, bukan dinding bangunan seperti di markas Dio.


"Dimana ini?"


"Kenapa? Apa kau mau memberitahu Sean dan memintanya menjemputmu? Hahaha berhentilah bermimpi. Saat ini Sean pasti sangat membencimu." Kenzie mengeluarkan ponsel Viana dan memperlihatkan apa saja yang dikirim ke ponsel Sean.


Viana terbelalak melihat isi pesan itu. Semua adalah kata-kata menyakitkan dan pengakuan tentang pengkhianatannya beserta video-video yang menguatkan pengkhianatan itu.


"Apa kamu yang mengirimkannya?" Viana berteriak.


"Tentu saja? Aku pintar kan." ucap Kenzie dengan bangganya.


"Apa sebenarnya rencanamu?"


"Apa kau mau tau? Baiklah akan aku ceritakan. Lagi pula Sean tidak akan menerimamu lagi bukan? Jika kau mengatakan ini padanya pun dia tidak akan percaya."


Kenzie melangkah dan mengitari Viana yang masih duduk dengan tubuh terikat. Bahkan dia sampai menggunakan tali rantai dan gembok untuk mengikat Viana. Jika yang mengikatnya hanya tali biasa pasti Viana akan mudah melepasnya mengingat tenaganya yang cukup kuat.


"Ayahku menikahi dengan Ibu Erik dan lahirlah dia. Namun sayang, Ibunya meninggal. Tapi dia meninggalkan harta warisan yang sangat banyak sehingga bisa mencukupi kami. Aku tinggal di Amerika bersama Ayahku setelah kematian Ibu Lusi dan kami mulai menyusun rencana.


Aku melibatkan Dio dan Gilang karena Dio adalah orang yang kebal hukum dan Gilang adalah teman Sean."

__ADS_1


"Lalu kenapa Dio harus mengaku sebagai dirimu?" Viana masih belum puas dengan jawaban Kenzie.


"Kenapa? Menurutmu apakah aku bisa menjalankan rencanaku ketika kau masih berada disisi Sean?"


Viana melotot ke arahnya.


"Kau benar, Aku menjadikan Dio sebagai pengecoh agar kau menjauh darinya. Karena ketika kau sudah tak lagi disampingnya, maka Gilang akan melakukan tugasnya." Kenzie menyeringai. Senyumannya sangat menakutkan.


Hendra yang sedari tadi mendengarkan hanya bisa pasrah. Dia begitu sedih melihat putrinya harus melewati semua ini. Begitu besar hasutan yang diberikan Ayahnya kepada Kenzie sehingga dia tega melakukan hal ini.


"Sean tidak bersalah. Berhentilah mengganggunya." Viana mulai menitihkan air mata. Rasanya dadanya begitu sesak ketika melihat Sean harus menghadapi semua ini. Saat ini mungkin Sean sedang terpuruk dan Gilang akan berusaha mempengaruhinya. Bisa jadi Sean akan minum lagi atau bahkan memakai obat-obatan terlarang. Karena melihat Sean menghancurkan hidupnya sendiri adalah tujuan utama Kenzie.


"Ya ampun ternyata kau benar-benar mencintainya. Cinta? Cih menjijikkan. Kau bahkan sudah seperti Erik." ucap Kenzie sambil menatap sinis.


"Apa Erik tau semua ini?" tanya Viana.


"Tentu saja. Memangnya apa tujuannya mendekatimu? Dengan dia yang berada di dekatmu, dia akan lebih mudah mengorek informasi darimu. Tapi sayangnya dia malah terjebak dengan rencanaku. Dia jadi tergila-gila padamu. Dia buta karena cinta dan hampir mengacaukan rencanaku." Kenzie menggelengkan kepalanya dengan raut wajah prihatin.


Viana terdiam ternyata Kenzie jauh lebih licik dan pintar dari yang dia kira. Bahkan jika hanya mengandalkan tenaga saja Viana akan tetap kalah.


"Apakah orang-orang yang menyerang kami dijalan adalah rencanamu?" Viana menatap curiga.


"Pintar sekali." ucap Kenzie.


"Aku tidak peduli. Saat aku melihat ada kesempatan, disitulah aku akan beraksi. Tentu saja aku tidak akan me mengotori tanganku sendiri." Kenzie tersenyum penuh kemenangan.


"Bagaimana bisa Dio dan Gilang mau melakukan perintahmu?" Viana menatap tajam.


"Itu mudah. Aku punya kartu As mereka. Mereka akan hancur jika berani melawanku. Bahkan Dio yang kebal hukum akan dengan mudah aku jebloskan ke penjara karena semua bukti kejahatannya ada padaku. Sedangkan Gilang akan melihat karirnya hancur saat video syurnya bersama dengan seorang PSK aku sebarkan di sosial media."


Viana menggelengkan kepalanya. Lawannya sungguh diluar dugaan. Rencananya begitu rapi bahkan Viana sendiri telah diperdaya olehnya. Seharusnya waktu itu dia mendengarkan Mama Alya jika pada akhirnya kakak tirinya tidak bisa diajak bicara baik-baik.


"Raya? Apa kalian juga menjebaknya?" Viana menyadari fakta bahwa Raya menyukai Gilang.


"Kalau soal itu, kau tanyakan saja pada adik iparmu. Salahnya sendiri kenapa dia menyukai Gilang. Tapi dengan begitu aku akan sangat beruntung. Bukan hanya Sean saja yang akan hacur, tapi Adiknya juga akan hancur." Kenzie tersenyum memikirkan hancurnya Sean bersamaan dengan Raya.


"Sadarlah Kak. Selama ini kamu sudah salah paham. Kematian adikmu bukan salah keluarga Armadja. Pak Udin selalu mensuplay kebutuhan kalian melalui Ayahmu. Bahkan dia juga mentrasfer uang yang banyak untuk biaya operasi Adikmu." Viana berusaha meyakinkan Kenzie.


"Ya aku tau. Karena itu aku membunuhnya 2 hari yang lalu. Orang sepertinya tidak pantas hidup" Kenzie tersenyum sinis.


"Apa? Kamu membunuh Ayahmu sendiri?" Viana terkejut dengan pernyataan Kenzie.


"Tentu. Sebuah kecelakaan hasil sabotaseku. Dan tentu saja tidak terendus polisi." ucap Kenzie bangga.

__ADS_1


"Lalu kenapa Kamu masih mengincar Sean?" Viana menjadi geram. Ternyata orang yang ada didepannya ini adalah pembunuh berdarah dingin. Bahkan dia tega membunuh Ayahnya sendiri. Dia sudah menyerupai psikopat.


"Karena kau mencintainya. Karena dia bahagia dengan harta, kekuasaan, keluarga dan dirimu. Aku tidak bisa membiarkannya hidup enak sedangkan aku harus kehilangan semuanya. Dan semua berawal dari keluarga Armadja."


Viana menatap penuh keheranan. Bahkan sudah terbukti bahwa keluarga Armadja tidak bersalah, namun dia masih tetap mengincarnya.


"Kamu sudah tau kalau dirimu salah Kak. Tapi kamu tidak mau mengakuinya. Saat itu Ibu yang mengkhianati keluarga Armadja karena hutang-hutang Ayahmu. Akuilah Kak, kamu memang salah."


"Diam!!!!!" Suara bentakan Kenzie menggema dalam ruangan itu.


"Apa kamu iri padanya Kak? Apa kamu ingin dia bernasib sepertimu?" Viana menyadari bahwa Kenzie iri. Sepertinya dulu dia memang dendam pada Sean. Tapi setelah bukti kejahatan Ayahnya, rasa dendam itu berubah menjadi rasa iri karena Sean bahagia sedangkan dia harus menjalani dunia yang hitam.


Plakkkkkk.


Sebuah tamparan mendarat di pipi Viana.


"Jangan sakiti anakku!!!!" teriak Hendra.


Kenzie beralih ke Hendra dan memberi pukulan di perutnya hingga Hendra muntah darah.


"Tidaaaaak. Hentikan!!!! Ayaaaaaaah!!!" Viana menjerit sekuat-kuatnya saat melihat Ayahnya dipukuli seperti itu. Dia menangis sejadi-jadinya. Namun tiba-tiba seseorang menarik Kenzie dan mendaratkan sebuah pukulan di wajahnya.


Bugggg


Kenzie jatuh tersungkur. Dia mencoba berdiri dan melihat siapa yang berani memukulnya. Jika itu orang lain rasanya tidak mungkin karena tempat ini dijaga ketat oleh anak buah Kenzie.


Kenzie menatap dengan jelas siapa orang tersebut. Dan ternyata dia adalah......


"Erik!!!!" Kenzie menatap Erik dengan tatapan penuh kemarahan.


.


.


.


CIE YANG TEBAKANNYA SALAH.


SAMPAI JUMPA HARI SENIN 😊


Sambil nunggu, Yuk baca karya author yang lain 😊


__ADS_1


__ADS_2