
Karena merasa kesal, Lisa bermaksud menendang keranjang bekal piknik milik Anggun. Namun sebelum dia melakukannya seseorang menarik rambutnya.
"Hei hei hei kau mau apa pelakor?" ucap Viana yang masih menarik rambut Lisa dengan kuat.
"Aaakkkkhhh lepaskan sakit." rintih Lisa sambil memegangi rambutnya yang masih ditarik Viana.
"Sayang...Sayang lepaskan. Banyak orang disini." ucap Sean yang baru saja datang dengan sedikit nafas yang ngos-ngosan. Sebenarnya tadi dia berlari mengejar Viana yang tiba-tiba berlari kencang dan ternyata ingin menarik rambut Lisa yang hendak menendang keranjang bekal milik Anggun.
Viana pun melepaskan jambakan nya pada Lisa. Lisa memegangi kepalanya yang sakit.
"Kenapa kau masih menunjukkan wajahmu disini? Apa urat malumu sudah putus? Maksudku mana Selly? Kau kesini sendirian hanya untuk mengganggu Anggun." ucap Viana sambil menatap tajam.
"Dia sudah menghancurkan rumah tanggaku." ucap Lisa.
__ADS_1
"Bukan dia yang menghancurkan rumah tanggamu tapi suamimu sendiri yang tergila-gila padanya." ucap Viana.
Viana menarik nafas panjang. Dia memegangi kedua bahu Lisa dan berkata dengan serius. "Lisa, dengarkan aku. Kalau banyak uang jangan kebanyakan beli baju. Perbanyaklah perawatan wajah dan tubuh. Karena kalau wajah dan tubuh terawat, mau pakai baju seperti apapun dengan harga berapapun pasti akan terlihat pantas.
Begitu pun sebaliknya kalau tidak ada kemauan untuk merawat wajah dan tubuh, mau pakai baju semahal apapun tetap saja tidak sedap dipandang mata. Apalagi kalau flek hitam di wajah menumpuk." tutur Viana.
Viana mendekati Lisa dan membisikkan kalimat lagi. "Apalagi jika kau tidak bisa memuaskan suamimu diatas ranjang, itulah kesalahan paling fatal. Sedikit rahasia untukmu. Meskipun aku melahirkan kedua anakku secara normal, tapi aku melakukan perawatan dan bisa membuat suamiku tergila-gila padaku saat di ranjang." bisik Viana.
Viana menyilangkan tangannya di dada. "Pergi." ucapnya dengan tatapan dingin.
Lisa yang merasa situasi tidak memungkinkan untuk melawan Viana memilih pergi dari tempat itu.
"Sean, dimana anak-anak?" tanya Viana setelah menyadari hanya ada Sean dan dirinya saja disitu.
__ADS_1
"Mereka langsung menghampiri David disana." ucap Sean sambil menunjuk tempat mereka bermain. Bersamaan dengan itu, Anggun menghampirinya dan memeluknya.
"Aku hanya menunggu dia pergi agar kembali kesini." ucap Anggun diikuti anggukan dari Sean dan Viana.
"Oh ya, tadi kata-katamu bagus sekali. Kau merangkainya sendiri?" tanya Sean.
"Tidak, aku hanya copy paste dari artis yang merupakan istri salah satu konglomerat di negeri ini. Mana mungkin aku bisa sebijak itu." jawab Viana.
"Siapa? Kata-kata apa?" bisik Anggun.
Viana membisikkan sesuatu pada Anggun. Setelah mendengar bisikan Viana, Anggun pun mengangguk dan tertawa cekikikan.
"Ya sudah aku menemani anak-anak dulu. Kalian lanjutkan saja ghibah nya." ucap Sean sambil melangkah pergi meninggalkan Anggun dan Viana yang masih tertawa cekikikan.
__ADS_1