
Malam pun tiba. Setelah makan malam, mereka memutuskan untuk sekedar mengobrol ringan.
"Vi, apa kau nyaman dengan pekerjaanmu?" Tanya Sean.
"Tentu saja aku nyaman. Aku selalu bisa bersamamu dan meng....." Viana menghentikan kata katanya. Dia hampir saja mengucapkan kata 'mengawasi'.
"Lanjutkan" Kata Sean
"Dan mengingatkanmu untuk makan agar kamu tidak sakit" Kata Viana tersenyum walau sedang gugup.
"Apa kau sebegitu mencintaiku?" Tanya Sean
"I...iya" Kata Viana.
Aku malu sekali.
Sean mengembangkan senyuman.
"Apa aku terlalu tampan?" Tanya Sean lagi
Ini maksudnya apa ya? Dia ingin di puji terus?
"Mmm ya" Kata Viana yang semakin merasa malu.
"Hahaha matamu ternyata berfungsi dengan baik" Kata Sean
"Bagaimana denganmu? Apa kamu juga mencintaiku?" Tanya Viana.
"Entah lah" Jawab Sean dengan entengnya.
Viana menundukkan kepalanya.
Seharusnya aku tidak perlu berharap. Bagaimana pun juga Sean adalah laki laki normal yang bisa bercinta tanpa harus ada rasa cinta.
"Jika kau mau aku mencintaimu, maka berusaha lah" Kata Sean tersenyum pada Viana.
Viana memaksakan sedikit senyuman.
__ADS_1
Dasar wanita bodoh, kau begitu menginginkan sebuah ungkapan cinta dan mengesampingkan sikap manisku padamu. Kau semakin menggemaskan saja. Guman Sean
"Jadi kenapa kamu bersikap romantis bahkan kita sudah melakukannya" Kata Viana
"Hahaha dasar wanita" Sean mengusap kepala Viana gemas. Viana nyatanya memang seperti wanita pada umumnya. Yang selalu menginginkan ungkapan cinta dulu baru merasa puas.
Viana masih menanti jawaban.
"Sudah lah ayo tidur" Kata Sean.
Viana menganggu dan ikut berjalan menuju ranjang.
Keduanya sudah membalutkan selimut ke tubuh masing masing.
Sean menatap wajah Viana sambil tersenyum.
"Kamu membuatku gugup Sean" Kata Viana
"Memangnya apa yang aku lakukan? Aku kan tidak melakukan hal seperti ini"
Sean merangkak dan menaiki tubuh Viana.
Disatu sisi tentu dia senang bercinta dengan suami yang di cintainya. Tapi di sisi lain dia menginginkan ungkapan cinta dari Sean.
Dengan lembut Sean mencium bibir Viana.
Viana semula biasa saja tapi lama kelamaan dia terbawa juga.
Ciuman itu perlahan menjadi ******* dan desahan di antara keduanya.
Sean segera melancarkan aksinya. Tubuh Viana yang begitu menggoda membuatnya selalu ingin lagi.
Sean mencumbu tubuh Viana tanpa meninggalkan bekas merah seperti kemarin.
Dia tidak ingin semua orang menjadikannya pusat perhatian karena tanda merah itu.
Sean semakin terbawa ke permainannya. Nafasnya memburu dan desahan dari Viana membuatnya tambah bergairah.
__ADS_1
Dia mencoba berbagai gaya yang dia pelajari dari internet dan video terlarangnya.
Sungguh nikmat dan membangkitkan gairah bercintanya.
Setelah melakukan pelepasan Sean ambruk di samping tubuh Viana.
Dia mengecup kening Viana
"Kau selalu bisa menggigitku" Bisik Sean.
Viana hanya tersenyum malu.
Dia segera menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Sean segera menyusul namun tujuannya yang semula hanya untuk mandi, malah berubah menjadi adegan panas karena Sean tidak tahan melihat lekuk tubuh Viana yang memang sangat menggoda.
Viana yang sudah lelah mau tidak mau harus melayani Sean lagi. Setelah selesai dengan kegiatan panas itu mereka segera membersihkan diri.
Kini semua terlihat jelas.
Baik tubuh gagah Sean tubuh indah Viana masing masing sudah saling melihat.
Viana masih malu malu tapi Sean jelas sudah tidak canggung lagi.
Baik tubuh maupun hati Viana kini telah menjadi miliknya.
Setelah selesai mandi, mereka kembali tidur setelah sebelumnya Sean membantu mengeringkan rambut Viana.
Mereka tertidur sambil memeluk satu sama lain.
Sungguh nyaman rasanya saat Viana memeluk orang yang sangat di cintai. Terlebih lagi fisik yang tampan dan sempurna membuatnya semakin terlena.
Andai saja Sean mengucapkan kata cinta tentu Viana akan lebih bahagia lagi.
Saat ini saja dia sudah bahagia karena Sean memberinya kesempatan untuk membuat Sean mencintainya seperti dia mencintai Sean.
Viana sungguh sangat polos dan sekali lagi dia benar benar menjadi seorang wanita pada umumnya yang menginginkan ungkapan cinta.
__ADS_1
Mungkin perlakuan manis masih kurang klop di hatinya sebelum Sean mengatakan 'Aku mencintaimu'
Jangan lupa Votenya 😍