
Sean dan Viana sedang mengobrol di sofa ruang tamu Hendra. Mereka juga sudah berganti baju.
"Kenapa kau jahat sekali. Aku sampai menangis beberapa hari ini karena ulah mu," ucap Viana yang sedang mengobrol dengan Sean di ruang tamu ayahnya.
"Kalau tidak begitu, nanti tidak seru. Kapan lagi aku bisa melihat seorang Viana menangis dan bersedih."
"Apa kau dan ayah bekerjasama?" tanya Viana penuh selidik.
"Tentu saja, kalau ayahmu tidak ku ajak bekerja sama, tentu dia akan meninju wajahku saat tahu kau menangis begini tanpa tahu penyebabnya." Sean mengusap tangan Viana, lalu menciumnya. "Aku sangat mencintai dirimu. Aku tergila-gila padamu, mana mungkin aku berani menyakiti dirimu. Apapun ku lakukan untukmu termasuk ikut mencangkul halaman rumah ayah."
"Apa? Jadi benar yang mencangkul waktu itu adalah kau?" Mata Viana membulat, ia hampir tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Hmm." Sean mengangguk.
"Bagaimana bisa kau melakukan semua itu? Kau ini bos, dan kau mencangkul?" Viana mengernyitkan dahinya.
"Kenapa? Apa ada yang salah dengan CEO yang mencangkul?"
"Aneh saja menurutku. Seorang Sean Armadja mencangkul." Viana pun tertawa geli.
"Itu karena rasa cintaku padamu. Kau ingat 'kan? Kau adalah hidupku. Apapun rela ku lakukan demi dirimu." Sean membelai rambut Viana lalu mencium keningnya.
"Terima kasih telah mencintaiku dengan segenap hatimu. Benar kata ayah, kau adalah suami yang sangat baik. Kau sangat mencintaiku sampai rela melakukan apapun."
"Ya, termasuk merelakan sepatu mahal ku untuk tetangga ayah." Sean menghela nafas pelan.
"Hah? Kenapa begitu? Bukankah itu sepatu kesayangan mu?"
"Kau tidak tahu perjuangan ku saat itu.
__ADS_1
Flashback On
"Sean, kau tidak harus mencangkul, biar ayah saja," ujar Hendra.
"Tidak, Yah. Aku juga harus bekerja demi Viana."
"Kau adalah suami yang baik." Hendra menepuk bahu Sean.
"Apapun akan aku lakukan demi dia." Sean tersenyum sembari melanjutkan kegiatan mencangkul nya.
Namun, beberapa saat kemudian.
"Sean! Itu Viana!" seru Hendra sambil menunjuk Viana yang tengah berdiri di seberang rumahnya. Bertepatan saat itu banyak kendaraan lewat dan Viana kesulitan melihat.
"Cepat! Pergilah ke belakang! Cari orang yang bisa bertukar denganmu! Yang mirip, karena Viana sudah melihatmu," ujar Hendra.
Sontak, Sean langsung berlari ke belakang rumah Hendra. Kebetulan di sana ada beberapa pemuda sedang berkumpul sambil merokok dan menyesap kopi. Ia melihat seorang pemuda dengan gaya rambut dan tinggi badan seperti dirinya.
Pemuda itu langsung melongo. "Hah? Kenapa Bang?"
"Gantikan saya ke depan sana. Berpura-pura lah membantu Pak Hendra mencangkul."
Pemuda itu melirik sepatu Sean yang bagus itu. "Saya mau tapi imbalannya sepatu Mas," ujarnya.
Sean menatapnya tak percaya. Tapi tidak ada waktu untuk berdebat. Ia langsung melepas sepatu dan kausnya untuk dipakai pemuda itu. "Ambillah!"
"Wah, ini benar untuk saya?" Mata pemuda itu berbinar-binar. Ia pun memakai sepatu dan juga kaus milik Sean.
"Iya, cepat gantikan saya!" Sean menyerahkan sebuah cangkul yang lebih besar lalu menyuruh pemuda itu menggantikan dirinya.
__ADS_1
Flashback Off
Viana masih terus tertawa bahkan setelah Sean mengakhiri ceritanya.
"Setelah apa yang aku lakukan, kau masih tertawa."
"Maaf, Sayang. Hanya saja,,,kau sangat menggemaskan. Aku mencintaimu." Viana mengusap pipi Sean dengan gemas.
"Sudahlah. Ayo kita makan cokelat." Sean mengambil sekotak cokelat berwarna pink yang ia bawa untuk dimakan berdua dengan Viana. "Buka mulutmu, aaaaaa." Menyuapi Viana dengan salah satu cokelatnya bak anak kecil.
Viana menerima suapan Sean dengan raut wajah bahagianya. Sean masih sama seperti yang dulu. Manis, penyayang, dan mencintainya dengan sepenuh hati. 'Ah Sean, aku sangat mencintai mu.' batinnya.
*****
Hello gaes, yuk terus dukung aku dengan setia membaca novelku ini. Kalau boleh sih, scroll ulang dari bab 1, kalau mau sih biar aku makin semangat 🤭
Soalnya gini, aku ada rencana mau bikin novel baru di sini. Cerita tunggal (nggak ada hubungannya dengan novel lain) dengan genre CEO dan halu 🤭
Yang pasti setelah novel ini tamat ya. Intinya kalo pembaca naik, maka novel ini akan lebih cepat tamatnya.
Gimana supaya pembaca naik, Thor?
Caranya ya itu tadi, scroll dari bab 1. Nggak usah dibaca, di scroll aja juga nggak papa 🤭
Bagi kalian, pembaca yang baik hati, jangan lupa selalu like setiap bab novelku, tinggalin komentar positif kalau berkenan ☺️
Jangan hate komen ya, nanti aku sakit 🤧
__ADS_1
Makasih semuanya 🤗