Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Ucapan Selamat #2


__ADS_3

"Baiklah sekarang katakan apa tujuanmu? Apa kau ingin mengucapkan selamat lagi kepadaku Dio?" ucap Sean.


Dio tersenyum mengejek. Mungkin hanya Dio yang berani bersikap dan berkata seperti itu kepada Sean. Karena bagaimana pun, Dio adalah anak seorang mafia yang terkenal karena kekejamannya dan kelicikannya dalam menghindari jeratan hukum.


"Ya, sebenarnya tadi aku ingin mengirimmu boneka, tapi itu akan merepotkan kurir jadi aku ganti dengan bunga yang indah. Bagaimana kau suka?" Dio kembali tersenyum.


"Tentu saja aku suka. Kau mengucapkan selamat atas keberhasilanku. Kau mengakui kehebatanku bukan?" Sean tersenyum sinis.


Viana merasa tidak nyaman berada di tengah perang dingin ini.


"Kau hebat. Kau mewarisi perusahaan tanpa memulai dari nol. Itu hal yang patut di banggakan." Dio tersenyum mengejek.


"Berengsek, keluarlah." ucap Sean pelan.


"Kenapa mengusirku? Aku baru sampai." balas Dio.


"Aku heran, kenapa setiap aku makan siang selalu ada saja pengganggu yang datang. Apa kau memang di ciptakan untuk mengganggu kami?" Sean menatap kesal.


"Kami? Ah aku baru sadar ternyata kau bersama istri tercintamu ini ya." Dio mengalihkan pandangannya ke Viana yang tampak gelisah.


"Kau tau Sean, kau sangat beruntung memiliki wanita seperti Viana. Dia cantik, pintar dan....apalagi kelebihannya? Ah ya, dia kuat dan tangguh." ucap Dio sambil berdecak kagum.


"Apa? Kenapa kau bisa berbicara seperti itu?" Sean menatap serius.


"Aku pernah melihat sekilas kalian bertarung di jalanan. Hebat sekali. Sepasang suami istri yang kuat dan tangguh. Bahkan kau bisa kalah darinya." Ejek Dio.


"Sebaiknya kau jangan ikut campur. Pergi lah." usir Sean.


"Baik lah. Selamat menikmati makan siangnya." Dio berdiri dan pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Sean hendak memakan makanannya namum Viana menahan tangannya.


"Ada apa Vi?" tanya Sean. Dia heran melihat sikap Viana.


"Tidakkah menurutmu itu mencurigakan? Dia langsung pergi setelah kamu mengusirnya." jawab Viana.


"Lalu?" Sean menaikkan alisnya.


"Periksa isi makanan dan minumanmu. Sejak tadi kita terus menatapnya tanpa memperdulikan tangannya."


Sean segera memeriksa makanan dan minumannya begitu juga dengan Viana. Betapa terkejutnya mereka ketika mereka menghirup aroma minuman mereka. Aroma yang membuat pusing. Minuman itu sudah di campur obat-obatan terlarang.


Sean hendak pergi namun Viana menahannya.


"Melaporkan ini ke manager sama merusak nama Armadja. Menurutmu apa yang akan dikatakan media saat ada obat terlarang di minuman kita? Dio duduk di posisi buta di ruangan ini. CCTV tidak bisa memperlihatkan tangannya. Lihat lah Sean." Viana menunjukkan posisi CCTV yang menguntungkan Dio.


Sean kembali duduk. Dia terlihat sangat geram. Melaporkan Dio ke polisi sama saja menghantarkan mereka ke dalam lembah kehancuran karena dia tau betul Dio selalu berhasil menghindari jeratan hukum karena trik papanya yang licik. Bahkan dulu Sean pernah mendengar dari mulut Dio sendiri bahwa papanya pernah membunuh saksi mata dan terbebas dari jeratan hukum karena polisi tidak punya barang bukti. Begitu liciknya sehingga hukum bisa dia perdaya.


Di perjalanan.


"Sean apakah dia hanya tinggal bersama papanya?" tanya Viana.


"Kenapa bertanya begitu?" Sean bertanya balik.


"Aku hanya penasaran apakah Ibunya masih berada disisi orang-orang seperti mereka." ucap Viana.


"Orang tuanya sudah bercerai dan dia di rebut dari Ibunya saat masih kecil." tukas Sean.


Deg. Jantung Viana langsung berdegup kencang. Benarkah Dio adalah kakak kandungnya?.

__ADS_1


"Berapa umurnya. Di lihat dari wajahnya, dia seperti berumur lebih tua darimu." Viana semakin penasaran. Tidak, lebih tepatnya dia sedang takut.


"Aku sendiri juga tidak tau. Aku mengenalnya dari Gilang sekitar 1 tahun yang lalu. Dia tidak pernah menunjukkan identitas aslinya. Mereka mafia, bisa saja berganti nama dan umur. Mereka tidak mau mengungkap identitas asli mereka." ucap Sean.


Viana semakin kalut. Dalam hatinya berkecamuk. Rasanya dia ingin sekali menghindari kenyataan bahwa kakak tirinya adalah Dio. Bukti kuat mengarah kepada Dio. Dia yang telah mencoba merusak Sean, umur dan identitasnya tidak diketahui. Itu sangat jelas telihat bahwa Dio lah yang dia cari selama ini.


Aku tidak tau harus berbuat apa. Dio begitu licik. Bagaimana cara menyadarkannya? Apakah aku harus diam-diam menemuinya? Ya aku harus menemuinya dan bicara baik-baik padanya. Aku yakin kamu adalah kak Riko yang aku cari selama ini. Batin Viana.


Sepanjang perjalanan Viana hanya diam. Dia terus memikirkan masalah baru yang akan dia hadapi.


Sean memperhatikannya. "Kau sedang memikirkan apa? Aku tau Dio keterlaluan, tapi melawannya sama saja bunuh diri. Biarkan sajalah. Dia akan menerima balasan yang setimpal. Aku bersumpah tidak akan mengampunya juga keluarganya."


Deg, Viana semakin kalut.


Keluarga katanya, walaupun aku hanya saudara tiri, tapi janjiku adalah membawanya ke jalan yang benar. Dan aku sedang berada di pihaknya. Bagaimana ini. Bagaimana kalau Sean tau bahwa aku adalah adik tiri Dio. Batin Viana.


Sean terus melajukan mobilnya. Tak lama kemudian mereka sampai ke kantor. Viana berjalan dengan langkah gontai. Kepalanya di penuhi dengan bayangan yang akan terjadi di masa depan saat dia gagal menyadarkan Dio dan membuat Sean membencinya seumur hidup.


Tunggu, Mama Alya ada di pihakku. Pasti dia akan membelaku nanti saat aku gagal menyadarkan Dio. Batin Viana penuh keyakinan. Kini hatinya tidak begitu gelisah. Dia akan berusaha menyadarkan Dio. Dan Sean, dia berharap Sean dan Papanya, Rangga mengerti bahwa setiap orang bisa di beri kesempatan untuk berubah.


.


.


.


CIE YANG PENASARAN WKWKW.


SAMBIL MENUNGGU UP BESOK, ADA BAIKNYA KAMU BACA NOVEL YANG SATU INI. EPISODENYA UDAH BANYAK DAN UP SETIAP HARI. HAPPY READING

__ADS_1



__ADS_2