Menjadi Seperti Ibu Sambungku

Menjadi Seperti Ibu Sambungku
BAB 22


__ADS_3

Melati sampai pada jam 10.13, ia terengah-engah di depan pintu apartemen itu. Ia pun mengetik sandinya dan terbukalah pintu tersebut.


Langsung saja ia pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Perasaannya benar-benar dongkol saat ini. Belum juga satu Minggu ia bertemu dengan Azein, namun pria itu sudah membuatnya begini.


Kamar adalah tempat tujuannya saat ini, ia benar-benar lelah. Bahkan ia tertidur sebelum mandi. Ia tak menghiraukannya, toh di sini ia hanya sendiri. Entah kemana Lulu dan putrinya.


Sedangkan Lulu sendiri tengah berada di supermarket untuk belanja bulanan. Stok yang kemarin sudah habis. Untuk Asyifa ia telah menitipkan ke tetangga yang satu apartemen dengannya.


Tak sengaja ia melihat dua orang yang sangat ia kenali. Yah, mereka adalah suami serta madunya. Hatinya begitu sakit tatkala melihat perlakuan lembut suaminya pada madunya.


Sedangkan padanya, tak pernah Zahdan berprilaku seperti itu padanya. Melihatnya bahkan tidak, meski ia telah mengorbankan segalanya.


Entah kenapa dunia begitu tak adil padanya. Tinggal dengan seorang Ayah yang gila kerja, dijodohkan dengan pria yang tidak dicintainya bahkan menganggapnya sampah, memiliki madu yang sama sekali tak menghormati bahkan menghargainya sebagai yang pertama. Hanya Asyifa lah yang membuatnya bertahan hingga sekarang.


Sebelum kedua pasangan suami-istri itu melihatnya, ia segera pergi dari sana. Meski suaminya tak pernah mengharapkannya namun dia sangat membutuhkan rahim Lulu. Ia tak mau lagi jatuh ke lubang yang sama.


Namun sialnya, Zahdan melihatnya dan langsung memanggilnya dengan nada yang tinggi.


"Lulu..!!" Teriaknya, Lulu gugup dibuatnya. Dengan belanjaan yang cukup banyak membuatnya agak kesulitan dalam berjalan. Namun ia tetap tak mau menyerah untuk melarikan diri dari Zahdan.


Apalah daya kecepatan Zahdan sudah tentu melebihinya. Pria b****** itu berhasil menangkapnya. Tak peduli dengan keadaan sekitar kemarahan Zahdan memuncak hingga ia menampar pipi Lulu yang hanya dengan satu kali tamparan membuat sudut bibirnya terluka.


Sedangkan wanita yang berada di belakang Zahdan tersenyum sinis dan senang. Ia merindukan wanita malang di depannya. Bukan karena apa, hanya sudah cukup lama ia tak melihat drama menyedihkan secara langsung. Ya, dia adalah Siska madu Lulu.

__ADS_1


Zahdan dengan segera menyeret paksa Lulu dan membawanya menuju mobil miliknya. Sedangkan belanjaan Lulu sudah berceceran entah kemana saja karena insiden tadi. Tamparan yang begitu keras yang mendarat di pipinya tentu membuat Lulu tak mampu menopang tubuhnya sendiri.


Orang-orang yang melihatnya sungguh merasa iba pada Lulu. Namun melihat siapa pelakunya membuat mereka tak dapat membantu Lulu. Zahdan sudah dikenal dengan kekejamannya pada musuh. Mereka yang tidak tahu status Lulu tentu hanya bisa menduga bahwa semua ini adalah kesalahan Lulu sendiri.


Zahdan menghempaskan kasar tubuh Lulu dan dengan sengaja menutup pintu mobilnya sebelum Lulu duduk dengan sempurna di kursi penumpang. Yang mengakibatkan jari-jari di tangannya terluka.


Lulu hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Tidak ada satupun orang yang memiliki hati untuk menolongnya. Bahkan Ayahnya sendiri selama ini hanya menganggapnya beban. Menikah dengan orang seperti Zahdan seperti membuatnya merasa dijual oleh Ayahnya sendiri.


Pintu mobil kembali di buka dan masuklah gadis cantik nan seksi. Tubuhnya sangat mulus dan tentunya karena jutaan uang yang ia keluarkan untuk merawat tubuhnya.


Ia bergelayut manja pada bahu sang suami. Sama sekali tak melihat seorang wanita yang begitu kacau penampilannya.


"Sayang aku kan belum selesai belanja. Kenapa kau membawaku pergi?" Ucapnya dengan nada merajuk, bahkan bibirnya terlihat maju beberapa milimeter.


Zahdan memasangkan sabuk pengaman pada Siska, lalu pada dia sendiri. Kemudian menghidupkan mobilnya dan pergi ke kediamannya.


Lulu yang sudah sangat lelah dan sakit hanya bisa memalingkan wajahnya ke arah samping. Ia begitu iri dengan pemandangan yang ada di depannya. Ia juga merasa iri dengan orang-orang luar yang ia lihat. Bisa ia lihat bagaimana bahagianya mereka.


Menangis, tentu tidak dilakukan lagi oleh Lulu. Ia sudah sangat sangat bahkan tidak ada habisnya untuk mendefinisikan lelah baginya untuk mengeluarkan air mata. Bahkan ia tidak merasa sedih atau cemburu melihat apa yang ada di hadapannya.


Hanya sakit pada fisiknya saja yang ia rasakan. Hatinya akan kembali tumbuh jika dia bisa keluar dari penjara bak neraka ini. Lulu sudah sama sekali tak memikirkan harga dirinya di hadapan suami dan madunya.


Hatinya sudah sangat gersang saat ini. Satu yang ia pikirkan hanyalah satu, melepaskan diri dari tangan para manusia b***** di depannya. Tatapan matanya kosong dan rasa lelahnya membawanya menuju alam mimpi.

__ADS_1


Dengan tanpa membawa hati dan perasaannya, Zahdan menarik kasar tangan Lulu. Hingga membuat Lulu mencium tanah. Ia begitu terkejut kala itu.


Sedangkan Siska setelah langsung turun ia melenggak lenggokkan pinggulnya melewati Lulu dan suaminya itu. Tubuhnya butuh istirahat karena seharian ini ia telah bersenang-senang dengan suaminya.


"Cepat masuk dasar bodoh!," Melihat Lulu yang menurutnya lelet dalam berjalan membuatnya mau tak mau menarik tangan Lulu dengan paksa.


Lulu hanya bisa meringis sakit dan mengikuti langkah Zahdan. Tangan yang tadi terjepit oleh pintu mobil dan darah yang masih mengalir membuat sakit lebih terasa karena dicengkeram kuat oleh Zahdan.


Zahdan menghempaskan kasar tubuh Lulu hingga membuat tubuh istri pertamanya itu membentur sudut meja yang lancip. Ia juga bahkan mengibas-ngibaskan tangannya seolah tubuh Lulu layaknya kotoran.


Ia menatap nyalang ke arah Lulu. "Kau harus membayar hutangmu karena tingkahmu itu membuatku harus mengeluarkan uang lebih. Aku tidak tahu kenapa kehadiranmu di hidupku hanya bisa membawa sial. Jika saja kau tidak memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh istriku sudah tentu aku membuangmu jauh-jauh!!"


Lulu tak bergeming dan hanya bisa membungkam mulutnya. Hinaan demi hinaan yang keluar dari mulut suaminya hanya dianggap angin lalu oleh Lulu.


Bahkan Zahdan sendiri lelah dengan perkataannya sendiri. Lulu memang tidak pernah membalas perkataannya sendiri selama ini, yang hanya ia tunjukkan hanyalah air mata. Namun kali ini, ia tak lagi melihatnya. Hanya wajah datar dan tanpa ekspresi sama sekali.


Zahdan tentu merasa sangat aneh. Jujur saja melihat Lulu yang terpuruk dengan keadaannya membuatnya memiliki kepuasan tersendiri.


Anehnya meski ia sudah memberinya hinaan, perkataan kasar bahkan perbuatan wajah Lulu benar-benar tak berubah. Zahdan yang merasa frustasi sendiri akhirnya meninggalkannya begitu saja. Hatinya begitu dongkol dengan tanggapan Lulu atas perbuatannya.


Lulu yang melihat langkah kaki jenjang yang menjauh dari arahnya pun mulai mengangkat wajahnya. Terukir senyum sinis dari wajahnya. Dahulu ia memang sama sekali tak memiliki jalan untuk keluar dari masalahnya.


Makanya ketika ia memiliki kesempatan untuk keluar dari rumah itu tentu ia tak menyia-nyiakan kesempatan yang dimilikinya. Entah apa yang ia pikirkan saat ini, semua akan terpecahkan di hari esok.

__ADS_1


Jika biasanya Lulu diseret paksa oleh Zahdan atau Siska menuju gudang. Namun tidak dengan hari ini, ia justru dengan santainya melangkah ke ruangan itu.


__ADS_2