Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Teman Baru dan Mantan Pacar


__ADS_3

Nala turun dari tangga dengan wajah penuh semangat. memakai baju biru muda dan rok selutut, tak lupa sepatu kets warna senada dengan bajunya, membuat sang pemilik nama lengkap Nala Kejora itu begitu mempesona.


"Good Morning Dad, Mom" ucap Nala dengan bahagianya


"Good Morning my Princess" balas keduanya


"Wah, Buryam. tahu aja kalo Nala hari ini pengen makan ini. buatan siapa ini? Ibu atau Bi Lila?" tanya Nala


"hari ini Ibu yang buat sayang. kamu gak suka? enak loh. gak salah sama masakannya bi Lila. ayo cobain" kata Ayah


ya, Ibu itu tak begitu suka memasak. tapiu ayah tak mempermasalahkan itu, ayah sangat mencintai ibu. ayah menerima kelebihan dan kekurangannya ibu,sebaliknya juga ibu, menerima semua kelebihan dan kekurangan ayah. aku sangat bahagia terlahir di dalam keluarga ini. tak kurang suatu apapun, harta maupun kasih sayang orang tua.


"apapun yang ibu masak aku suka. Walaupun ibu jarang masak, tapi sekali masak, pasti enak" ucap Nala"lagian walaupun masakan ibu tidak enak atau ada racun di dalamnya pun aku akan dengan senang hati memakannya." Sambung Nala


Nala melihat sang ibu mulai meneteskan air mata. Ia menghampiri ibunya dan memeluknya erat.


"Nala sayang bangat sama Ibu dan Ayah, apapun yang ayah sama ibu berikan selama ini Nala tidak tau harus membalasnya dengan cara apa" ucap Nala dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu bisa membalasnya dengan menyelesaikan pendidikan kamu dan hidup bahagia tentunya" ucap Ayah Nala"karna hanya dengan melihatmu berhasil dan hidup bahagia, merupakan kebahagiaan terbesar Ayah sama Ibumu Sayang" sambung Ayah Nala lagi


"Ya, aku Nala Kejora berjanji akan menyelesaikan pendidikan dan menjadi orang sukses, selebihnya mencari kebahagiaanku, kalo kebahagiaan yang Nala cari tidak Nala dapatkan, Nala akan menciptakannya sendiri' Janji Nala sambil mengangkat kedua jarinya, membuat ketiganya tersenyum dan tertawa bersama.


"Aku sangat bahagia ya Tuhan, semoga kelak aku dan kak Rain bisa hidup bersama seperti ayah dan ibu" gumam Nala dalam hati. Entah mengapa, ada keraguan di hati dalam Nala.


.


.


Nala tiba di kampus lebih awal, seminggu lagi sudah mulai dengan proses belajar mengajar. Karna dalam 3 hari kedepan kampus akan melakukan Ospek bagi Mahasiswa baru yang telah di terima di kampus ini. dan hari ini merupakan hari terakhir pertemuan sebelum ospek.


Sebelum ke ruangan Nala ke ruangan dosennya untuk memberitahu bahwa ia bersedia menjadi kandidat calon Ratu kampus.


" Slamat siang pak"


"Slamat siang, eh Nala, ayo silahkan duduk"


"Baik pak" ucap Nala sambil tersenyum


" Jadi gimana keputusan kamu Nala?" Tanya pak Dodi


"Saya bersedia pak, untuk menjadi kandidat calon ratu kampus" jawab Nala semangat


" Bagus Nala, gitu dong jadi anak muda harus semangat" ucap pak Dodi tak kalah semangat


"Ok pak, kalo tidak ada apapa lagi saya pamit pak"


"Sebentar Nala, jadi nanti pemilihan ratu kampus diadakan setelah masa ospek selesai."


"Baik pak, saya pamit pak"

__ADS_1


"Iya, silahkan Nala"


Nala kembali ke ruang pertemuan, di tengah jalan ia berpapasan dengan Juan


"Na"


"Eh hai Ju, ayo barengan ke ruangan"


" Ayo"


Nala dan Juan memasuki ruangan yang memang sudah dipenuhi oleh para mari.


Sehabis pertemuan Nala, Juan dan teman-teman Maru bergegas menuju parkiran kampus


"Hai Nala" seorang gadis menyapa


"Hai juga,maaf siapa yah"


"Aku Bella, aku juga Maru disini. Bisakah kita berteman?" Tawar Bella ragu-ragu takut Nala tidak mau berteman dengannya


"Hai Bella. Ayo kita berteman. Dan bukan cuma sama aku. Kenalin, ini Juan. Teman aku juga"


Nala menyenggol Juan untuk berkenalan dengan Bella


"Eh, hai Bella, aku Juan, semoga kita bertiga bisa menjadi teman baik yah" ucap Juan


Juan dan Bella berjabat tangan, Bella yang sedari awal sudah menaruh hati pada Juan menggenggam erat tangan Juan sambil menatap wajah tampan Juan tanpa berkedip.


Bella tidak menyadari bahwa Juan dan Nala sedari tadi memanGGiL namanya.


"Kesambet apa ni orang" Kata Juan


Nala hanya tersenyum, dari cara Bella menatap Juan, Nala tau, Bella suka sama Juan


"Bel, Bel" panggil Nala sambil menggoyangkan bahu Bela biar tersadar dari lamunannya


"Eh. I.i..ii..iaa" ucap Bella terbata-bata tersadar dari lamunannya sambil melepaskan genggaman tangannya dari Juan


"Hahaha" Nala tertawa"naksir ya Bel" sambung Nala masih dengan tawanya


"Apaan sih Na, ada-ada aja kamu" kata Juan


Bella jadi salah tingkah. Malu-malu, dia menundukkan kepalanya. Untuk memecah kacanggungan diantara mereka. Nala meminta nomor hape Bella.


" Gimana kalo kita bertiga buat grup aja"


" Boleh" kata Bella senang. Bella tidak menyangka bisa berteman dengan Nala dan Juan


" Grupnya bernama JUNABEL"

__ADS_1


"Aku terserah kalian para cewek aja sih" kata Juan


"Aku sih ok juga" sambung Bella


Mereka bertiga berpisah di parkiran. Mereka pulang sendiri-sendiri karna membawa kendaraan masing-masing.


...


Di kantor, Rain baru selesai rapat bersama koleganya yang ternyata adalah Mantan pacarnya sewaktu kuliah dulu. Tapi Rain tidak merasa canggung sama sekali, dia merasa tidak memiliki perasaan apa-apa lagi pada Tessa. mereka menyepakati sebuah proyek besar yang kalo berhasil, sangat memberikan keuntungan bagi perusahaan mereka.


"Bisa kita bicara sebentar Pak Rain?" Ucap Tessa


"Silahkan Nona Tessa"


"Di ruangan anda bisa pak Rain?"


" Mari ikuti saya Nona"


Rain dan Tessa kalo di depan teman-teman bisnis mereka memang sangat menjaga image masing-masing jadi begitulah panggilannya.


Tapi kalo hanya berdua atau bersama dengan teman-teman kuliah mereka hanya memanggil nama saja tanpa disertai embel-embel Pak atau Nona


"Mau ngomong apa Sa" Rain memulai pembicaraan


"Lama tidak bertemu Rain. Kamu ternyata tidak berubah"


Rain menatap wajah Tessa, Rain bisa melihat masih ada cinta di mata Tessa untuknya


"Hm, ia lama tidak berjumpa Sa"


"Rain aku..." Tessa tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Matanya sudah mulai berkaca-kaca


"Sa, aku sudah melupakan itu Sa. Kamu tenang saja. Jangan merasa seakan kamu merasa bersalah sama aku Sa"


"maafin aku En, aku tau aku egois"


"Aku sudah tau semuanya dari Rio Sa. Kamu tidak bersalah. Keadaan yang tidak memungkinkan kita untuk bersama. SkaranG kita jalani hidup masing-masing ya Sa. Lupakan masa lalu, ayo tatap masa depan dengan pasangan kita masing-masing"


"Tapi aku masih sayang sama kamu En" Ucap Tessa sambil memeluk Rain dari depan. Rain membiarkan nya saja. Rain merasa ini adalah pelukan terakhirnya untuk Tessa


Rain mendudukan Tessa pada sofa yang berada dalam ruangannya. Ia mengusap air Tessa sambil berkata


" Kita sudah lama berakhir Sa, dan maaf melupakanmu secepat ini. Aku sudah memiliki seseorang yang menempati penuh ruang di hati aku.


Tessa tambah menangis


"Tapi, kita masih bisa berteman kan En, kamu gak ngejauhin aku kan En?"


"Ia, kita masih bisa berteman seperti awal kita bertemu dulu"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2