Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
71


__ADS_3

-SELAMAT MEMBACA-


.......


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam dari bandara S.H Jakarta, kini Nala dan rombongan telah sampai di Bandara Changi Singapore dengan segala baik. Mereka telah di sambut oleh utusan dari pihak kampus X. Rombongan pun melanjutkan perjalanan ke salah satu kampus di Negara Singa itu.


Nala dan teman-teman di tempatkan di Asrama kampus x, jadi selama kegiatan ini berlangsung, mereka akan di pantau oleh pihak kampus mereka maupun pihak kampus di sini. Peraturan di sini di mulai dari jam kampus yang mulai beraktifitas dari jam delapan pagi, hingga jam lima sore. selepas itu, jika ada mahasiswa yang mau keluar, diberi ijin tetapi hanya sampai pukul sembilan malam waktu Singapura. Selepas jam tersebut gerbang akan di tutup, dan jika kedapatan mahasiswa yang masih berada di luar asrama, akan di kenakan denda berupa pembayaran sejumlah uang dan penurunan poin atau nilai.


Di asrama Nala dan teman-temannya di tempatkan secara acak. Nala dari Indonesia menempati kamar yang berisikan empat orang. Awalnya Nala merasa canggung, karena saat masuk ia di sambut dengan tatapan tajam dari ketiga temannya itu, namun seketika tawa salah satu dari mereka pecah. Ternyata mereka hanya iseng pada penghuni kamar yang baru.


“hai. Aku Lea” “aku Afni” “aku Suzi” mereka masing-masing memperkenalkan diri.


“aku Nala. Dari Indonesia” kata Nala


“wow. Nala, nama yang cantik secantik wajah kamu” goda Lea


“hehe. Makasih. Kalian juga cantik” seru Nala


“pasti dong. Aku kan kembarannya Bae Suzi.


Walaupun namanya aja sih” kekeh Suzi


“gak kok. Kamu benaran cantik.” Ucap Nala


“yalah, yang namanya perempuan itu, semuanya cantik. Masih ganteng” timpal Afni


Kini Nala merasa lega, karena teman-temannya sangat Frendly. Semoga dia akan betah bersama mereka selama kegiatan ini berlangsung.


...


Di sisi lain, Axel dan Rio sedang duduk sambil mengerjakan urusan kantor, walau hanya melalui laptop.


“bro. Nala udah di sini thu, di kampus x, tapi ketat banget Coi. Gak bisa keluar sembarangan karena mereka di tempatkan di Asrama cewek” ucap Rio


“gue udah tau. Sebelumnya gue udah nyuruh oang buat cari tau. Tapi masih ada waktu tiga jam kan buat mereka keluar? Lagian kalo gak ada waktu juga gue pasti ke kampus itu kok, loe tau sendiri Rektor di kampus situ mantan pacarnya Mama” ucap Axel santai


“what?” kaget Rio


“biasa aja kali kagetnya. Ada yang salah?”

__ADS_1


“ya itu, mantan pacar mama loe itu”


“haiss. Uda deh jangan lebay. Dia juga temannya papa kok. Mereka dulu temanan, mereka alumni kampus itu juga. Jadi gue uda kenal sama dia dan keluarganya”


“hebat juga yah orang tua loe. Punya teman wah smua”


“ckkk” decak Axel. Axel heran sama Rio. Perasaan keluarga mereka juga terpandang. Dan kenalan keluarganya bukan orang sembarangan, tapi kelakuan Rio seperti ini. Emang dasar yah, otaknya kan hanya di penuhi sama wannita malam saja.


“tugas loe nanti ke kampus, pura-pura ketemu sama Nala, trus bilangin kondisi gue. Ingat harus bisa meyakinkan Nala agar mau datang liat gue, kalau gak datang, awas aja loe” ancam Axel


“itu terlalu beresiko bro. Gue takut Nala tau yang sebenarnya, dia bakalan benci sama loe bro” balas Rio


“kalo itu urusan gue. Tugas loe hanya buat dia jadi datang kesini” ucap Axel


“ok baiklah kalo gitu”


Axel dan Rio kembali terhanyut dalam pekerjaan mereka. Walaupun sudah di larang dokter untuk beristirahat, namun Axel tidak menuruti perkataan dokter. Ia tetap bekerja walaupun secara online. Axel bersyukur mendapat teman seperti Rio karena dalam keadaan apapun, dia selalu ada di samping Axel. Axel berjanji setelah masalahnya dengan Nala berakhir, ia akan membantu mencari seseorang yang selama ini di cari Rio.


....


Tak terasa sudah satu minggu Nala di kampus ini. Banyak pelajaran yang Nala petik dan Nala ambil selama seminggu ini, dia benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang kampusnya berikan padanya.


“Nala” panggil orang itu.Nala menengok.


“kak Rio?” kaget Nala


“Ngapain di sini?” tanya mereka berbarengan


“ kamu ngapain di sini? Pindah kuliah di sini?” tanya Rio kembali basa-basi


“gak kak. Nala lagi ikut pertukaran mahasiswa kak” ucap Nala


“wah. Hebat banget kamu. berapa lama? Eh kita bicara di sana saja yok” ajak Rio. Nala pun mengiyakan. Biarkan saja ke perpusnya selesai mata kuliah berikutnya.


Nala dan Rio sudah menduduki bangku panjang di situ.


“Na, kamu belum jawab pertanyaan kakak, berapa lama kamu di sini”


“oh. Itu kak, kurang lebih dua bulan kak, karena dua bulan lagi kan sudah semester baru kak”

__ADS_1


“oh. Lumayan lama juga yah bagus kalo gitu” gumam Rio tanpa sadar


“maksudnya kak. Bagus kenapa?” tanya Nala.


“gak-gak. Kamu salah dengar kali. Tadi kakak tiba-tiba teringat sesuatu” ucap Rio beralasan.


“oh. Kalo kakak ngapain kesini.?” Tanya Nala


“aku kesini nemuin kenalan aku, sebenarnya sih, pekerjaannya Axel, hanya saja sudah hampir seminggu ini Axel jatuh sakit, makanya aku yang handel” ucap Rio memberikan tatapan sendunya.


“kak Axel sakit? Sakit apa kak” tanya Nala penasaran. Entah kenapa saat mendengar Axel sakit, Nala merasa khawatir.


“aku gak bisa kasi tau kamu. tapi kalo kamu mau jenguk, nanti aku kasi alamatnya. Minta nomor kamu’


Nala memberikan nomornya, setelah itu Rio mengirim alamat rumah Axel.


“kalo kamu mau datang, kasi tau dulu yah. Axel pasti senang kalo kamu datang” ucap Rio


“iya kak. Aku pasti datang kok. Jangan bilang ke kak Axel yah” kata Nala


“iya tenang aja” ucap Rio. Padahal dalam hati dia berkata, boro-boro jangan kasi tau, kamu gak tau aja Nala kalo semua ini adalah bagian dari rencana Axel. Rio tersenyum menyeringai.


Tak terasa perbincangan mereka memakan waktu hampir satu jam. Nala pamit untuk melanjutkan perkuliahan, sedangkan Rio beranjak keluar kampus dengan senang, karena berhasil mengajak Nala. Dengan begitu ia tidak akan mendapat omelan pedas dari si Axel.


Rio merogoh handphonenya dari dalam saku celananya, dan menghubungi Axel.


“hallo” ucap Axel


“hallo bro” balas Rio


“gimana? Harus kabar baik” tekan Axel dari seberang sana.


“tenang aja. Semua berjalan lancar, Nala janji bakalan datang jenguk loe. Tapi entah kapan, hari ini atau esok, atau esoknya lagi. Gue gak tau. Yang pasti, kalo dia jadi datang, dia ngirim pesan duluan” jelas Rio.


“ok. Thanks bro. Loe balik sini. Gue butuh bantuan loe”


Tut. Axel mematikan sambungan secara sepihak, membuat Rio berdecak kesal.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2