Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
104


__ADS_3

Maaf Kalo Masih ada typo.


-Selamat Membaca-


.......


"Kamu"


"Loe? ngapain Loe kesini?"


kaget Nala dan Axel bersamaan.


sedangkan Lia diam saja. dia dan pria itu saling memandang dan tersenyum. pria itu beralih menatap Nala habis itu menatap juga Axel.


dia berjalan memutari meja dan tanpa permisi duduk di samping Lia, membuat Axel jengkel.


"Bajingan ini, ngapain dia ke sini? bikin naik darah saja" batin Axel kesal.

__ADS_1


"siapa yang ngijinin loe duduk di sini. pergi gak gue bilang." Marah Axel.


yang di marahin diam saja, malah mengambil minuman orang yang sedang memarahinya dan menyerumputnya, membuat Lia geleng-geleng kepala.


"Dua orang ini, dari dulu tidak pernah berubah. udah kayak Tom dan Jerry saja" batin Lia.


"Santai aja kale. loe kenapa sebenci ini sama gue." Ucap pria itu.


Axel tidak menjawab, ia hanya melotot marah ke arah pria itu. Dalam hati Axel berkata bahwa Lelaki di sebelahnya ini sangat tidak tau diri. lupa akan kesalahannya sendiri.


"huff" terdengar helaan nafas pria itu. dia sengaja ingin memancing amarah Axel namun ia sadar ini di tempat umum.


"gue hitung sampe tiga, kalo loe gak mau pergi dari sini, gue gak jamin loe keluar dari sini masih dalam keadaan utuh seperti ini" ancam Axel.


"ok ok. gue minta maaf Soal Gue yang waktu itu terjebak sama Nala. lagian mana gue tau Ax kalo Nala adalah Pacar loe atau Rain. gue gak tau, dan skarang gue udah tobat kale. gue udah tobat mainin cewek. karena gue uda ada pawangnya" jelas Pria itu, yang tak lain adalah Leon. teman nya Axel yang dulu menyewa Nala karena jebakan dari Bunga.


"bukan itu aja kesalahan yang loe buat ******." Marah Axel.

__ADS_1


"Kak, sabar yah" tenang Nala. Axel memandang Nala penuh sayang. emosinya sedikit redam kala Nala mengusap pelan tangannya yang terkepal.


"Kalo yang dulu gue juga minta maaf Ax. sumpah gue gak salah. ini salah paham doang. nanti gue jelasin ke loe sama Rio. ini semua jebakan Rain. tapi dia limpahinnya ke gue, dan gue kecewanya loe dan Rio segitu gak percayanya sama gue. kita udah lama sahabatan Ax, gue gak mungkin khianatin loe. kalo ada waktu, loe, gue dan Rio ketemuan. kita bahas semuanya." Ucap Leon.


Axel terdiam sejenak, sebelum akhirnya bertanya.


"kalo loe tau itu jebakan Rain, ngapain loe gak nunjukin buktinya sama gue atau Rio. loe main pergi aja. dengan loe memilih pergi gue jadi berpikir bahwa emang loe pelakunya" Ucap Axel.


"Gue terlalu kecewa sama loe dan Rio. walaupun gue gak nunjukin bukti harusnya kalian percaya dong sama gue. kalian lebih memilih mempercayai ucapan si brengsek Rain itu, ketimbang gue yang udah dari kecil sama loe berdua. gue kecewa"


Axel terdiam. Perkataan Leon ada benarnya.


"Loe tau Ax, gue kira loe dan Rio bakalan nyariin bukti buat ngebuktiin gue gak bersalah. padahal gak. loe malah benci sama gue. dan yah, gue juga sempat benci sih sama kalian." ucap Leon enteng di akhir kalimatnya.


Axel Terpaku. benar kata Leon. kenapa dia dan Rio begitu bodoh, gak nyari bukti dulu. gak mungkin Leon mau mengkhianati aku. batin Axel.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2