
Maaf kalo masih ada typo.
-Selamat Membaca-
.....
“kakak tidak usah takut, aku yakin orang tua ku akan mempercayai aku seratus persen kak, dan aku sudah siap menyudahinya skarang.” Ucap Nala” oh ia dan juga kamu bohong kak, bahkan tadi pagi saja kamu baru pulang dari menemui selingkuhanmu itu kak. Itu yang kamu bilang memulai lagi dari awal? “ sambung Nala
“Selingkuhan siapa...?”
Deg
Nala dan Rain terkejut kala suara dari pintu yang barusan terbuka lebar terdengar.
Mata Rain dan Nala terbelalak melihat siapa di depan pintu itu. Rain terkejut juga takut. Takut Nala akan mengatakan semuanya. Sedangkan Nala, walaupun tadi ia bertekad bahwa akan membuka semuanya, namun sekarang rasanya sangat berat baginya untuk mengungkapkan segalanya tentang ia dan Rain.
“siapa yang selingkuh sayang?” suara laki-laki itu terdengar lagi, ia adalah pak Ivan, ayahnya Nala.
“ia sayang, siapa yang selingkuh sayang” tambah bu Nola yang ada di samping ayah Ivan.
Nala dan Rain saling memandang. Tidak ada yang bersuara. Dalam hati Nala berdoa semoga ayahnya tidak terkena serangan jantung mendengar semua ini.
“sayang. Kok kalian diam saja sih?” tanya Bu Nola lagi karna melihat belum ada tanda-tanda dari Nala dan Rain untuk memulai pembicaraan.
“gak ada apa-apa kok tante om, mungkin om dan tante salah dengar” ucap Rain.
“tidak kok, kita tidak salah dengar nak. Pendengaran kita masih bagus” kata ayah Ivan.
“ayah, bu. Nala ingin berbicara penting sama kalian. Bisa kita berbicara di dalam saja sambil duduk bu. Kasihan ayah, terus berdiri seperti ini” ucap Nala.
“baiklah, kita bicara di dalam saja. Ayo” ucap bu Nola, lalu menuntun ayah Ivan masuk ke ruang tamu.
__ADS_1
Mereka pun duduk, Nala dan Rain duduk sedikit berjauhan karena Nala memang tidak ingin dekat-dekat Rain.
“sayang kok duduknya jauhan seperti itu sih. Kalian lagi marahan yah” kata ayah Ivan.
“gak Om, Nala hanya salah paham sedikit sama Rain om” jawab Rain.
“gak salah paham yah Bu. Kita memang ada masalah” ucap Nala.
“masalah sayang. Coba kamu bicara baik-baik sama Rain, agar masalahnya dapat terselesaikan sayang” ucap Ayah Ivan.
“ia ayah, makanya, Nala ingin menyelesaikannya sekarang Ayah. Nala tidak kuat lagi ayah” ucap Nala. Air mata sudah merembes keluar dari matanya.
“sayang, hei, jangan nangis. Coba kamu ceritakan sayang” Ayah Ivan dan ibu Nola berjalan mendekat ke arah tempat duduk Nala. Mereka duduk di sebelah kanan dan kiri Nala.
“gak om tante. Nala Cuma salah paham sama Rain om, tante. Percaya sama Rain, kita berdua masih bisa menyelesaikan masalah ini sendiri om, tante” ucap Rain. Rain tidak mau Nala membongkar semuanya dan orang tua Nala memutuskan hubungan pertunangan mereka. Rain tidak mau itu sampai terjadi.
“kamu diam dulu Rain. Saya tau anak saya, dia tidak akan menangis seperti ini kalo masalahnya sangat berat” potong ayah Ivan.
“ayah, jangan marah-marah. iNgat kesehatan ayah” ucap bu Nola, mengusap-usap pelan bahu ayah Ivan.
“yah bu, kak Rain Selingkuh” ucap Nala dengan satu tarikan nafas.
“apa?” ucap ayah Ivan dan bu Nola bersamaan. Mereka kaget karna selama ini mereka melihat Rain sangat mencintai Nala, makanya pikir mereka tidak ada peluang untuk Rain Selingkuh.
Ayah Ivan yang mendengar ucapan Nala, sontak memegang dadanya.
“ayah” panggil bu Nola dan Nala.
“ayah tidak apa-apa” ucap ayah Ivan, padahal ia sudah merasa sesak.
“bagaimana bisa kamu mengkhianati anak saya Rain” ucap Ayah Ivan.
__ADS_1
“itu hanya salah paham om” Rain masi mencoba membela diri, karna pikirnya Nala tidak mempunyai Bukti.
“gak ayah, bu. Nala gak salah paham. Yang Nala bilang ini benar. Kak Rain berselingkuh dengan Bunga ayah. Nala melihat dengan mata kepala Nala sendiri ayah, bu. Percaya sama Nala” ucap Nala lagi.
“bohong. Kamu tidak mempunyai bukti apa-apa Nala. Jangan hanya menuduh” ucap Rain. Nala menelan ludahnya, pasalnya bukti yang ia punya dulu memang sudah hilang entah kemana. Ia berharap ada keajaiban sekarang.
“ada buktinya.” Suara seseorang menggelegar dari ujung sana.
Dari arah pintu masuklah Rio. Rio berjalan mendekat ke arah mereka semua.
“loe? Ngapain loe ke sini Rio” tanya Rain menatap tajam ke arah Rio.
“gue mau kasi bukti perselingkuhan loe. Loe minta bukti dari Nala kan? Gue punya buktinya” ucap Rio sambil menaruh map coklat di atas meja.
“dasar pengkhianat Loe Rio. Gue gak nyangka loe tega nusuk sahabat loe sendiri.” Ucap Rain marah.
“gue atau loe yang tega Rain. Loe bilang mencintai Nala, tapi diam-diam di belakang Nala loe berselingkuh bahkan dengan sahabat baiknya Nala sendiri. Loe cowok brengsek yang pernah gue temuin dan gue nyesal pernah jadi sahabat loe Rain” marah Rio balik.
Rio dan Rain sementara bersitegang. Bu Nola dan ayah Ivan mengambil map coklat di atas meja dan membukanya. Sontak mata mereka membuka bertambah lebar, terpampanglah foto-foto Rain dan Bunga yang bermesraan. Memang persis seperti orang pacaran.
“ini” ucap ayah Ivan melihat foto-foto kemesraan Rain dan Bunga.
“sejak kapan kalian mengkhianati anak saya?” tanya ayah Ivan. Walaupun ayah Ivan sudah merasa sesak, namun ia tetap memaksakan diri terlihat baik-baik saja.
“semua itu rekayasa om. Rio ingin menghancurkan saya om. Makanya dia merekayasa semua foto-foto ini. Semua salah paham om” Rain masih membantah semua yang terjadi saat ini.
“apa berpegangan tangan dan berciuman, kamu bilang salah paham?”marah ayah Ivan. Ia tidak menyangka Rain yang selama ini ia percayai dapat berbuat seperti ini pada anak kesayangannya. Oh Tuhan kenapa selama ini ia menjadi sepercaya ini pada Rain, tapi ia juga bersyukur Tuhan begitu baik menunjukannya sekarang, selagi mereka belum ada dalam tahap pernikahan. Pikir ayah Ivan.
“Rian bisa jelaskan Om. Foto itu tidak seperti pada kenyataannya Om. Rain dulu mengira Yang menolong Rain itu Nala, padahal Rain salah, ternyata itu Bunga. Rain dulu berjanji bahwa Rain akan menjaga dan melindungi penolong Rain itu, namun Rain kira Nala adalah penolong Rain. Rain ingin menjaga Nala, waktu itu Rain pas pertama kali menemui Nala yang Rain kira adalah orang yang dulu membantu Rain, Rain langsung suka sama Nala om. Rain cinta Sama Nala, ternyata saat kedatangan Bunga ke Indonesia, Rain baru tau kalo Nala bukanlah gadis kecil waktu itu. tapi Bunga. Karna Rain sudah berjanji bahwa akan menjaga Bunga, makanya hubungan kami hanya sebatas itu saja Om, tidak lebih. Semua ini hanya Rekayasa saja Om.” Jelas Rain panjang lebar agar ayah Ivan mempercayainya.
“apa bukti yang ada di tangan saya juga merupakan kesalapahaman tuan Rain?”
__ADS_1
Suara dari arah pintu membuat semua orang yang ada di situ berbalik arah ke arahnya.
Bersambung....