
Maaf kalo masih ada typo.
-Selamat Membaca-
.....
Melupakan apa yang terjadi di hari-hari kemarin, hari ini Nala tengah bersiap-siap karena satu jam yang lalu, dirinya di telepon oleh Rain untuk ke butik membeli gaun buat di pakai ke acara di hari sabtu esok. Dan Nala mengiyakan ajakan itu, ia skarang tidak memusingkan pertengkaran yang terjadi karna ia sangat bahagia hari ini karna Axel, walaupun malas keluar dengan Rain, namun Nala tetap mengikutinya saja.
Setelah bersiap-siap cukup lama, sementara menunggu Rain, Nala menyempatkan mengirim pesan ke Axel, karna Nala belum memberitahu Axel kalo ia akan ke butik betsama Rain.
To My Love
“kak, hari ini Nala akan ke butik bersama kak Rain. Nala gak tau ke butik mana, yang pasti bukan butik milik mamanya kak Axel”
From My Love
“yaudah, hati-hati sayang. Jangan lupa kabari lagi kalo udah sampe di butik yang kamu tuju”
To my Love
“ia kak”
Tak ada lagi balasan dari Axel, mungkin ia sedang rapat pikir Nala.
Tit... tittt...tittt
Terdengar bunyi klakson mobil, itu pasti kak Rain, tebak Nala. Nala pun berjalan ke luar rumahnya, dan benar saja, emang kak Rain. Kali ini ada yang berbeda, Rain tidak keluar dari mobil dan menyambut Nala sekalian membuka pintu mobil seperti yang biasa ia lakukan, Rain hanya berdiam di dalam mobil.
Nala memasuki mobil. Rain yang melihat Nala sudah berada di sampingnya dan sabuk pengamannya sudah terpasang, ia pun melajukan mobilnya menuju butik. Dalam perjalanan sepasang manusia itu hanya berdiam, mereka seakan tidak ingin memulai pembicaraan, Rain pikir Nala masih marah padanya, sedangkan Nala juga berpikir demikian.
Hingga mobil pun sampailah di depan butik, Nala baru sadar, ternyata butik yang mereka datangi adalah butik mama Sandra mamanya Axel. Nala masih diam dan belum turun hingga sura Rain mengagetkannya.
“ayo turun, bukannya kamu ingin membeli gaun di butik ini kan? Ini yang kamu mau kan? Kita sudah sampai” ucap Rain datar. Rain pun keluar dari mobil tanpa menunggu balasan dari Nala. Ia langsung masuk ke dalam butik.
Di dalam mobil, Nala masih tediam. Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Rain.
“bukannya kemarin kak Rain tidak mau ke sini? Kok tiba-tiba ke sini? Aneh banget. Yaudahlah pusing amat mikirin perasaannya, gak penting” ucap Nala pada dirinya sendiri “oh ia lupa aku harus ngirim pesan ke kak Axel dulu. Hampir lupa. “ Nala mengirim pesan kepda Axel bahwa ia berada di butik mama Sandra. sambil keluar dari mobil Rain dan menyusulnya masuk ke dalam.
“selamat datang tuan... dan Nona” ucap pegawai butik saat melihat Rain dan tak lama di ikuti Nala dari belakang.
__ADS_1
Rain menganggukkan kepalanya”tolong tunjukan gaun buat pesta kepada kekasih saya ini tapi gaunnya yang sopan yah” ucap Rain kepada pegawai butik itu.
“baik tuan, silahkan duduk sebentar, atau silahkan liat-liat dulu nona, gaun yang sudah kami sediakan di depan ini” ucap pegawai itu sambil menunjukan pajangan gaun kepada Nala, dan Nala mengangguk. Pegawai itu pun beralih dari situ dan hendak mengambil beberapa gaun lagi yang mungkin cocok di pakai oleh Nala. Tapi pegawai itu merasa kenal dengan Nala, terasa tak asing.
Sedangkan di kantor, Axel yang sedang rapat, merasa terganggu dengan bunyi notifikasi dari handphonenya, ia mengeceknya ternyata pesan dari sang kekasih.
My Angel: kak kita ke butik mamanya kakak ternyata.
Axel tersenyum dan mencari kontak mamanya, ia langsung mengirim pesan kepada mamanya.
Kembali ke butik.
Mama Sandra sementara di ruangannya, ia mendapat pesan dari Axel bahwa Nala sedang berada di butiknya. Ia keluar dari ruangannya berpapasan dengan salah satu pegawainya. Ia menanyakan apa ada gadis cantik dan seorang pria baru saja datang, dan pegawainya itu menjawab ia.
Mama Sandra pun menyuruh pegawainya untuk ke bawah saja, ia akan mengambil gaun yang di cari. Ternyata, Axel telah meminta tolong kepada mamanya jauh-jauh hari untuk membuat gaun untuk Nala, dulu sekali saat Axel pernah mengajak Nala ke butik itu. Dan Mama Sandra dengan semangat membuat gaun pesta yang sangat cantik untuk Nala, bukan Cuma gaun pesta biasa, saking gilanya Mama Sandra ia bahkan sudah membuat pakaian pengantin untuk Axel dan Nala tanpa sepengetahuan mereka. Gila kan yah, kayak tau aja kalo Nala bakalan berjodoh sama Axel. Eh tapi kita doakan saja yah, semoga mereka berdua berjodoh duia dan akhirat. Hehe
Di bawah, Nala sedang mengukur gaun untuk di lihat Rain, sudah beberapa gaun yang Nala coba, hanya saja ia kurang menyukainya. Sedangkan Rain bilang Rain menyukainya, Nala menolak. Ia ingin yang benar-benar cocok menurutnya.
Tak lama kemudian, datanglah mama Sandra dengan membawa sebuah gaun cantik, Nala yang melihatnya langsung menyukainya, hanya saja ia menduga kalo baju itu pasti sudah di pesan oleh oleh lain.
“sayang. Kamu di sini?” ucap mama Sandra pura-pura merasa terkejut.
“ia ma, Nala sama kak Rain ma, pacar Nala” tunjuk Nala pada Rain.
Mama Sandra tersenyum kecut pada Rain.
“ia tau kok. Tante tau kalo kalian sudah tunangan.” Balas Mama Sandra.” Oh ia, kalian cari gaun pesta yah, apa buat acaranya Rio nanti nak?” tanya mama Sandra lagi sambil melihat bergantian ke arah Rain dan Nala.
“ia tan” “ia ma” ucap Rain dan Nala berbarengan.
“tanta rasa gaun ini cocok deh buat kamu sayang, kamu coba dulu, ini gaun rancangan tante yang terbaru” ucap mama Sandra lalu memberikan gaun yang di pegangnya kepada Nala.
Nala senang” benaran ma, Nala kira ini gaun udah punya orang, Nala juga suka ma, sama gaunnya, Nala coba dulu yah ma” ucap Nala senang, Mama Sandra pun mengangguk. Nala mengambil gaun itu dan menggantinya di dalam ruangan ganti.
Rain yang melihat kedekatan Nala dengan mama Sandra sangat tidak suka. Ia membuang wajahnya ke samping. Ternyata sudah sedekat itu mereka, pikir Rain.
Nala keluar dari ruangan ganti dengan pakian yang telah di ganti. Nala memakai gaun yang di berikan Mama Sandra, Nala terlihat sangat cantik sekali, gaun yang pakai Nala benar-benar cocok dengannya. Rain akui dari beberapa gaun yang tadi Nala kenakan gaun ini yang paling bagus.
“wah, cantik skali kamu sayang. Sangat pas di badan kamu” ucap mama Sandra memuji.
__ADS_1
“cantik” ucap Rain pelan. Rain yang masih sedikit marah pada Nala kali ini tidak mau memuji Nala berlebihan.
“kak, gimana?” tanya Nala.
“bagus. Kalo kamu suka yasudah ambil yang itu saja” ucap Rain.
Nala tak memusingkan ucapan Rain yang seperti itu. ia hanya mengangguk dan tersenyum, mendekati mama Sandra.
“ma, Nala mau gaun yang ini aja Ma.” Ucap Nala.
“ok sayang. Emm gaunnya kali ini mama kasi gratis sama kamu. karna kamu tunangannya sahabat anak mama. Kamu juga kan teman Axel” ucap Mama Sandra.
“gak usah, aku bisa bayar kok.” Potong Rain berjalan ke depan. Ia meyodorkan kartunya kepada kasir.
“gaun yang di pakai sama gadis itu” ucap Rain. Mama Sandra hanya tersenyum saja, melihat sikap Rain yang sangat berbeda dengan yang dulu.
“Nala, ganti baju kamu dulu sayang” ucap Mama Sandra.
Nala bergegas mengganti pakiannya dengan yang sebelumnya ia pakai untuk datang ke butik ini.
“ayo kita pulang.” Ajak Rain ke Nala saat Nala baru saja keluar dari ruang ganti. “ tante kita permisi dulu” ucap Rain, menarik tangan Nala.
“ia Nak”
“ma, kita pergi dulu yah” ucap Nala.
“ia sayang. Hati-hati”
Di luar butik.
“kak Rain apa-apaan sih, main narik-narik aja” ucap Nala sambil melepaskan pegangan Rain.
“masuk” ucap Rain kasar.
Kenapa kamu sangat berubah jauh seperti ini kak Rain, kamu berbeda jauh kak, sangat berbeda. Batin Nala.
Bersambung....
DIRGAHAYU KE 77 RI.
__ADS_1
PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT
MERDEKA