
Maaf kalo masih ada typo.
-Selamat Membaca-
.....
Hari ini adalah hari kepulangan Nala dan rombongan ke Jakarta. Semua Mahasiswa/i telah berkumpul untuk melakukan acara perpisahan. Nala senang karena hari ini ia bisa kembali ke jakarta, ia sudah merindukan rumahnya, terutama orang tuanya yang memang sudah satu minggu lalu kembali dari kota x. Nala ingin kepulangannya di sambut oleh ayah dan ibunya.
Nala ingin menceritakan kegiatannya yang sangat seru di kampus yang dua bulan ini menjadi tempat ia mencari dan juga berbagi ilmu. Namun Nala juga merasa sedih karena harus terpisah dari teman-teman sekamarnya di asrama. teman-teman yang baru ia kenal namun sangat mengerti dirinya. Mereka juga sudah mengetahui hubungan Nala dan Axel, juga hubungan toxic antara Nala dan Rain.
“kita bakalan merindukanmu nanti Nala” ucap Afni sambil menangis memeluk Nala
“ia, walaupun baru kenal dua bulan, kamu sudah aku anggap saudara aku Nala” tambah Susi.
“ingat ya Nala, jangan melupakan kami. Kalo kamu suatu saat ke sini lagi jangan lupa hubungi kami.” Kata Lea.
Nala mengangguk. Mereka semua berpelukan.
Setelah semuanya selesai, rombongan Nala di arahkan ke dalam bus kampus. Namun Nala menaiki mobil Axel. Axel sudah berbicara dengan pengawas dari pihak kampus Nala.
Sesampainya di bandara, rombongan di arahkan untuk masuk ke dalam pesawat. Axel juga meminta agar ia dan Nala duduk berdekatan. Dan ya kini di dalam pesawat Nala dan Axel duduk berdampingan sambil Axel terus memegang tangan Nala.
Axel menyandarkan kepala Nala di bahunya. Mereka mengobrol dan sekali-kali Axel menggoda Nala. Axel bahagia saat melihat wajah Nala yang memerah saat ia menggodanya.
“kak, kita sudah kembali, kita berdua nanti jarang ketemu. Gimana dong kalo aku kangen sama kak Axel” ucap Nala.
“kita bisa video call-an sayang. Atau kakak yang bakalan ketemu kamu, tapi tidak sering. Pokoknya, kalo mau ketemu, kakak yang akan samperin kamu. kakak juga nanti bakalan kenalan sama orang tua kamu” balas Axel.
“tapi ingat, jaga tubuh kamu dari Rain, jangan biarkan dia menyentuh kamu, selain hanya berpegangan tangan.” Sambung Axel lagi.
__ADS_1
“ia kak. Aku tau kok” jawab Nala” tapi kak Axel juga, Nala gak mau kakak dekat-dekat sama orang lain saat kak Axel sudah punya hubungan sama Nala” sambungnya.
“ia. Kakak janji. Kita harus saling menjaga dan saling percaya. Ok?”
Nala mengangguk. Tapi tiba-tiba ia mengingat sesuatu.
“kak. Tapi pacar kakak yang waktu itu gimana, yang waktu itu di restoran Mall x” tanya Nala.
“kakak udah gak ada hubungan lagi sama dia. Kita juga sama seperti kamu dan Rain, kita sudah berakhir, hanya saja ia tak bisa menerimanya. Tapi kamu tenang saja, dia gak bakalan ganggu kamu, kakak akan kasi pengertian ke dia. Sebenarnya dia baik, hanya saja obsesinya untuk mendapatkan kakak yang membuat ia seperti itu. Dia juga tau tentang siapa yang kakak cintai, dia tau tentang kamu, cuman ia belum tau kalau Nara yang selama ini aku cintai itu kamu sayang.” Jelas Axel. Ia tidak mau sampai Nala salah paham padanya.
“syukurlah. Aku kirain masih, nanti aku di kira rebut kak Axel lagi” kata Nala.
“gak sayang. Kamu bukan perebut. Justru di sini aku yang jadi perebut. Tapi gak apa-apa biarlah aku di sangka merebut kamu, asalkan kamu jangan di anggap jadi perebut” ucap Axel.
Nala mengganguk saja, ia semakin mengeratkan pelukannya. Ia tidak mau melepaskan pelukannya, karna ia tahu saat sampai ke Jakarta nanti kebersamaan mereka akan terbatas. Saat-saat kebersamaan mereka seperti sekarang ini akan terbatas. Karena mereka masing-masing akan memainkan peran mereka dalam sandiwara yang telah mereka buat.
“kak Ax, kenapa kita bersembunyi?” tanya Nala.
Axel menunjuk kearah orang itu.”liat di sana” kata Axel, Nala mengikuti arah jari Axel. kini Nala mengerti.
“kak Rain. Dia pasti menjemput aku kak. Sebelum berangkat tadi dia menelpone, aku kasi tau jadwal kepulangan aku kak” ucap Nala.
“ia sayang. Jadi, kita berpisah di sini yah, kamu dari sini langsung ke kampus kan? Rombongan kalian pasti ke kampus dulu”
“ia kak. Tapi kak Rain pasti ngajakin aku naik ke mobilnya.” Ucap Nala
“ia, itu sudah pasti. Gak apa-apa. Aku ijinin kamu. sini peluk aku dulu” Axel membuka ke tangan nya lebar. Nala langsung menghambur ke pelukan Axel.
Selesai berpelukan”kamu duluan sayang, setelah kalian pergi kakak akan nyusul” kata Axel.
__ADS_1
Nala mengangguk”ia kak. Aku pergi yah” Nala berjalan meninggalkan Axel, melambaikan tangan kanannya, sambil tangan kirinya menarik kopernya. Axel tersenyum membalas lambaian tangan sang kekasih hati.
Sedangkan Rain, dari kejauhan ia melihat Nala mendekat, ia tersenyum senang, ia sangat merindukan Nala. Tetapi tidak dengan Nala, ia hanya tersenyum singkat saja. Ia rasanya ingin menyudahi sandiwara bodoh ini, ia lelah berpura-pura bertingkah manis di hadapan Rain, tapi belum saatnya, ia harus bersabar sedikit lagi, sedikit lagi menunggu ayahnya benar-benar pulih.
“sayang” panggil Rain kepada Nala, saat Nala sudah semakin dekat padanya.
Saat Rain ingin memeluk Nala, tiba-tiba Nala melangkah mundur. Entah kenapa Nala langsung mengingat perkataan Axel yang mengatakan hanya boleh berpegangan tangan saja. Rain yang tahu Nala menghindari pelukannya langsung bertanya.
“kenapa” tanya Rain, ada nada ketidaksukaan dalam pertanyaannya itu.
“malu kak, banyak orang di sini, gak enak akunya kak” jawab Nala, tapi dari wajah Rain seperti tidak suka.
“kan Cuma berpelukan sayang. Apa salahnya. Sudah biasa kok itu” kata Rain, Rain merasa seperti ada yang beda pada Nala.
“biasa bagi kak Rain, tapi buat aku gak biasa kak” ucap Nala.
“ya udah deh. Terserah kamu. kamu mau ke kampus kan? Ayo Ikut sama mobil aku.” Ucap Rain, mengambil alih koper yang di pegang Nala, dan satu tangannya lagi menggemgam tangan Nala.
Sambil berjalan keluar, Nala sempat menoleh sekilas ke belakang, terlihat Axel sedang memandangnya keluar bersama Rain.
Sedangkan Axel ia tak rela miliknya di genggam oleh orang lain, tapi dia sudah mengijinkan Nala, dia bersyukur, tadi Nala sempat menghindar dari Rain saat Rain ingin memeluknya.
Tapi Axel sedikit mewanti-wanti, Nala boleh menghindar di depan umum, bagaimana kalo mereka hanya berduaan, Rain pasti ingin lebih, minta ciuman misalnya, dan itu yang paling di benci Axel saat membayangkannya, dalam bayangannya saja, ia tidak mau, apalagi kalo benar-benar nyata. Oh tidak, teriak batin Axel.
Mobil Rain, mengikuti rombongan kampus Nala yang manaiki bus kampus, Rain mengajak Nala berbicara, menanyakan banyak hal, namun tanggapan Nala membuat Rain ingin marah, seolah-olah jawaban yang di nantikan Rain tidak memuaskannya, Nala hanya menjawab dengan singkat saja. Nala setelah menjawab terus berdiam, Rain jadi bingung, pikiran Rain mungkin Nala lagi kelelahan, di esok hari pasti dia akan kembali seperti semula.
Rain tipe orang yang tidak tau malu yah, walaupun sudah balikan sama Nala ia ingin hubungannya dengan Nala tidak boleh berubah, ia ingin Nala seperti dulu, seperti Nalanya Rain waktu kejadian pengkhiatannya belum terungkap. Egois banget kan?
Bersambung....
__ADS_1