
Raut wajah Bella seakan berubah. Entahlah Dari mendengar namanya saja Bella tau itu orang yang turut memberi komentar di postingannya Nala. Bella mempunyai firasat, si Bunga ini bakalan bikin ulah.
"Ah tapi gue gak boleh terlalu berfikir kayak gini, gak baik nanti bikin depresi" gumam Bella dalam hati.
"Bel, kok bengong sih, itu Dosennya Uda masuk." Kata Nala.
"Yah ampun, iya-iya. Hufft." Bella membuang nafas panjang.
Setelah menyelesaikan Urusan kampus. Mereka masing-masing pulang ke rumah. Nala gak tau mau ngapain jam segini, karna belum terlalu malam juga. Ia akhirnya mengeluarkan bukunya dan mengulangi materi yang tadi ia dapat.
...
Malam ini, Axel mengajak Rio untuk bertemu di Club malam, Axel memesan beberapa botol wine. Axel menceritakan masalah antara dia dan Rain. Rio tidak tau harus berbuat apa, karena kedua orang yang sedang bermasalah ini merupakan teman baiknya.
"Gue sangat sesali perbuatan Rain. Tega-teganya dia lakuin ini sama Nala. Nala kurang apa coba? Heran gue. Tapi sebagai teman gue cuman kasih saran agar kalian jangan bermusuhan. Kita itu udah berteman dari kecil loh Ax, jangan sampai gara-gara masalah ini merenggangkan hubungan persahabatan kita." Rio mulai memberi saran pada Ax, ia berharap, Ax bisa mendengarnya.
"Gue harus gimana Rio. Gue bilang sama Rain, stop gangguin Nala. Gue cuma gak mau Nala di permainkan seperti ini. Loe belum rasain bro, orang yang loe sayang dipermainkan oleh orang lain, apalagi sahabat loe sendiri. Awalnya gue kan udah janji kalo Nala bahagia, gue akan ngalah dan tetap mantau dia dari jauh. Tapi skarang Nala di selingkuhi Yo, gue gak tega liat wajah sedihnya seandainya semua ini ketahuan."
"Gue nanti coba ngomong sama Rain.'
"Gue udah ngomong Yo, tapi dia malah nantang gue. Shitt. Bajingan itu, dia menutupi sisi Brengseknya dengan tampang sok baik."
"Gue harap-harap cemas juga. Takutnya, kalian nanti saling menyakiti. Gue tau sifat Rain sebenarnya bro.kalian berdua itu sama-sama kejam dan gak mau ngalah. Haissttt. Pusing gue" Rio memijit pelan pelipisnya.
Axel dan Rio panjang lebar bercerita hingga waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Mereka berdua memutuskan untuk pulang saat itu juga.
Di dalam mobil, Axel menyetir dengan pikiran yang berkecamuk. Memikirkan masalahnya dengan Rain, juga memikirkan bagaimana memberitahu tahu kebenaran ini pada Nala. Axel berfikir Nala pasti gak kuat menerima kenyataan kalau Rain berselingkuh.
"Sial sial sial" Axel berteriak sambil memukul setir mobilnya.
Axel berniat menelpon Nala. Ingin mendengar suara lembutnya. Dalam keadaan seperti ini. Dia hanya ingin Nala berbicara padanya.
Pada panggilan pertama, Nala tidak mengangkat, panggilan kedua juga sama. hingga panggilan ketiga baru Nala mengangkatnya.
"Hallo Kak Axel" terdengar suara serak namun lembut dari gadis pujaannya.
"Kamu lagi apa Na" Axel gak sadar kalo ini udah larut malam.
__ADS_1
"Aku udah tidur kak, aku kaget karna hape aku bunyi. Ternyata kak Ax yang nelpon. Kakak mabuk yah"
Axel melihat jam di tangannya ternyata Uda lewat jam 12 malam.
"Mabuk dikit aja kok, maaf kak Ax udah ganggu kamu, tidur la..., Ah sial. Remnya kenapa gak berfungsi." Di arah berlawanan ada sebuah mobil mewah juga, mobilnya mengarah ke mobil Axel.
"Hallo. Kak Axel. Kakak... Kak Axel Abraham" teriakan Nala menggema di malam itu.
"Nala. Hei. Kakak gak apapa." Sial. Dalam hati ia mengumpat, siapa yang berani berbuat seperti ini pada seorang Axel.
"Kakak tadi cuma kaget Nala" Axel melihat mobil itu sudah mulai mendekat. Sebelah jalan bagian kiri ada truk, sedangkan kanan mobil mewah. Kalo mobil mewah takutnya di dalam ada beberapa anggota keluarga yang sedang pulang dari bepergian.
"Kak Ax, Kaka dengar tidak. Kakak lagi dimana? Pulang kak, Uda larut." Axel walau masih menyetir, tapi fokusnya tidak hilang dari suara Nala.
"Maaf Sayang. Kakak Cinta sama kamu. Cinta banget. Melebihi cinta kakak ke diri kakak sendiri. Ahhhhhh" Pernyataan Cinta diikuti Teriakan panjang yang menggema di kuping Nala, beriringan dengan suara keras seperti suara tabrakan.
"Kak Axel" Nala kaget. Ia langsung menjatuhkan hapenya ke Lantai. Tangannya udah gemetaran, air matanya udah turun tanpa ijin dari Nala.
"Gak. Kak Ax pasti baik-baik saja"
Nala Berusaha tenang. Ia kembali mengambil hapenya. Ternyata sambungan telepon di hapenya sudah terputus. Nala mencoba menelpon kembali nomor kak Axel tapi tidak aktif. Ulang beberapa kali lagi tapi sama saja tidak tersambung. Nala akhirnya menghubungi Rio (karena kedekatan Nala dan Axel sebulan ini, Nala juga sudah mengenal Rio).
"Nala, kamu kenapa, kenapa juga dengan Axel Na?" Perasaan Rio sudah mulai tidak enak.
Nala bercerita tentang apa yang barusan terjadi.
"Gitu kak. Nala takut terjadi sesuatu sama kak Axel"
"Kamu tenang yah. Kamu gak usah berfikir yang tidak-tidak. Sekarang kamu tidur, kakak akan pergi ke rumah Axel. Nanti kakak telepon lagi kalo sudah ada kabar dari Axel."
"Ia kak. Jangan lupa kabari Nala yah kak"
Nala memutuskan panggilannya. Ia belum tidur. Dan ia tidak bisa tidur. Ia terus teringat pada Axel.
Detik menit jam berlalu, Nala tidak bisa memejamkan Matanya. Hingga pagi menjelang.
Nala bangun bergegas ke kamar mandi. Sehabis itu ia berencana menghubungi Rio.
__ADS_1
Tapi sebelum menelpon, ia melihat, ada dua pesan masuk. Dari Rio dan Axel.
Kak Axel: SlamAt Pagi Nala. Maaf yah, semalam hapenya mati. Pagi-pagi ini kakak lagi keluar Negeri dulu ada urusan perusahaan, kak Ax akan lama di sana mungkin. kamu baik-baik yah. Jaga diri.
Kak Rio: Axel baik-baik saja. Ia katanya pagi ini akan keluar Negeri. Dia bilang kamu jaga diri kamu.
Nala membaca pesan itu ia sedikit lega. Tapi kenapa hatinya tidak tenang?
...
Rumah sakit
"Gimana Rio, kamu Uda hubungi Nala?" Tanya Mama Sandra
" Sudah Tante, semus seperti yang Tante bilang"
"Makasih yah Rio. Kejadian ini tidak boleh ada yang tau yah. Apalagi Nala. Tante gak mau, Nala sedih. Axel pasti akan marah kalau melihat Nala menangis"
"Ia Tante."
Dokter keluar dari ruangan Axel.
"Bu. Kita akan mempersiapkan segalanya untuk keberangkatan Sodara Axel ke Singapura"
Mama Sandra cuma mengangguk. Sedangkan papa Axel sedang berurusan dengan media untuk tidak membuat berita mengenai anaknya. Biarlah keluarganya saja yang tau. Ia juga memerintahkan orang-orang setianya untuk mencari tau dalang di balik kecelakaan anaknya.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
__ADS_1
#Dangke
#Saranghe😍