Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
94


__ADS_3

Maaf kalo masih ada typo.


-Selamat Membaca-


.....


Di ruangan lain, mama dan papanya Bunga sementara menunggu dokter keluar dari ruangan. Tak berapa lama dokter keluar dan memberitahukan kondisi Bunga pada keluarganya.


“keluarga Bu Bunga” panggil dokter.


“iya dok” jawab keduanya.


“bagaimana keadaan putri saya dokter” tanya papanya Bunga.


“nanti saya jelaskan pak tapi di ruangan saya yah. Kalian boleh melihat Bunga sebentar, lalu ikut ke ruangan saya. Bunga akan kami pindahkan ke ruang rawat inap. Ia akan menginap sementara” kata dokter.


“ia dokter” jawab papa dan mamanya Bunga.


Dokter berlalu ke ruangannya, sedangkan papa dan mamanya Bunga masuk ke dalam. Di dalam ternyata Bunga belum sadarkan diri. Setelah melihat Bunga beberapa saat, perawat datang dan memindahkan Bunga ke ruang lain.


Orang tua Bunga mengikuti perawat yang mengantarkan Bunga. Setelah Bunga menempati ruangannya, orang tua Bunga mendatangi ruangan dokter di antar oleh seorang perawat.


Setelah berada di ruangan dokter, orang tua Bunga sedikit deg-deg an hendak mendengar apa yang akan di jelaskan oleh dokter.


“jadi gimana dokter, keadaan anak saya” tanya papanya Bunga.


“begini bu, pak. bu Bunga sekarang sedang hamil, tapi...” omongan dokter terpotong.


Duarr


Papa dan mamanya Bunga hampir pingsan mendengar kata hamil yang dokter katakan tadi.


“ha..hamil dok?” tanya ayahnya Bunga tidak mengerti. Sedangkan mamanya Bunga matanya sudah berkaca-kaca. Apa yang ia takutkan terjadi. Sejak dari rumah keluarga Nala, ia sempat berpikiran ke arah situ. Ternyata apa yang ia pikirkan terjadi.


“ia. Putri anda hamil pak. Kehamilannya sekarang memasuki usia enam Minggu” jelas dokter.


“kenapa bisa seperti ini” gumam papanya Bunga tidak menyangka.


“maaf pak bu, suaminya bu Bunga di mana yah, saya juga harus beritahu hal penting sama suaminya. Karena ini menyangkut kondisi bu Bunga dan janinnya” tanya dokter.


“suami?”


“iya suaminya. Karena ini menyangkut janinnya juga, saya perlu berbicara dengan suami bu Bunga”

__ADS_1


“tapi putri saya bel...”


Ucapan papanya Bunga terpotong karena omongan mamanya.


“maaf dok. Menantu saya sedang berada di luar negeri. Dia sedang mengurus bisnisnya di sana. Tanggung jawab Bunga skarang ada pada kami dokter. Nanti kami sampaikan kepada menantu kami. Dokter bisa jelaskan saja pada kami orang tuanya” ucap mamanya Bunga. Mamanya Bunga terpaksa berbohong.


“baiklah bu, pak.”


“begini, kehamilan bu Bunga skarang beresiko. Kandungan Bu Bunga sangat lemah, bu Bunga skarang terkena Kanker Serviks stadium awal”


“apa dok? Kanker serviks?” tanya mereka bersamaan.


Dokter menganggukan kepalanya.


“ia pak, bu. Kanker serviks adalah jenis kanker yang tumbuh pada sel-sel leher rahim dan berkembang terus secara tidak terkendali..


Kanker serviks disebabkan oleh berbagai jenis human papillomavirus (HPV) dan infeksi menular seksual.


Kehamilan dengan komplikasi kanker serviks, menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan ibu dan janin. Kanker serviks dapat menyebabkan pertumbuhan janin gagal atau terhambat, kelahiran prematur, dan hambatan persalinan. Parahnya, kanker juga dapat menyebar ke janin.”


“lalu apa yang harus kita lakukan dokter” tanya ibunya


“saya harus berbicara dulu sama bu Bunga, harus meminta persetujuan Bu Bunga. Mumpung masih stadium awal, bisa segera di angkat.” Jelas dokter.


“ia kami akan lakukan yang terbaik.” Balas dokter lagi.


“terima kasih dokter. Kami akan kembali ke ruangan anak kami dok” ucap papanya Bunga.


“iya. Silahkan pak, bu” balas dokter.


Papa dan mamanya Bunga segera menghampiri Bunga ke ruangannya. Papa dan mamanya Bunga kecewa memang dengan perbuatan Bunga ke Nala, di tambah skarang mengandung anak dari tunangan temannya sendiri. Tidak terhitung berapa besar kekecewaan papa dan mamanya.


Tapi skarang mereka juga merasa sedih melihat kondisi Bunga. Bagaimana pun kesalahannya, sebesar apapun kesalahan yang Bunga lakukan, Bunga tetap anak mereka. Perbuatan Bunga di masa lalu dan skarang merupakan kegagalan didikan mereka.


Mereka memasuki ruangan Bunga, ternyata Bunga sudah bangun dari tidurnya. Ia hendak bangun tetapi di larang oleh papa dan mamanya.


“jangan bangun sayang. Tidur lagi.” Ucap mamanya.


“Bunga kenapa pa, ma” tanya Bunga.


Mama Bunga melihat ke arah papanya. Papanya mengangguk.


“kamu lagi hamil sayang. Kandungan kamu sudah berusia enam minggu”

__ADS_1


Bunga kaget, mereka sebenarnya ingin memarahi Bunga awalnya, namun saat mendengar penjelasan dokter mengenai kondisi Bunga, mereka merasa lemah. Rasa marah di gantikan dengan perasaan sayang.


Bunga terkejut juga merasa sedikit senang dalam hatinya. Karena dengan kehamilannya Rain akan bertanggung jawab padanya.


“tapi sayang, ada yang ingin papa dan mama sampaikan, kondisi kandungan kamu tidak bisa di pertahankan karena kandungan kamu lemah, kamu terkena kanker serviks stadium awal sayang” ucap mamanya Bunga.


Deg....


Jantung Bunga seakan-akan berdetak lebih dari normal. Bunga tidak percaya apa yang di katakan oleh mamanya.


“gak mungkin ma. Bunga gak percaya” ucap Bunga tidak percaya.


“itu benar sayang. Lagian kamu masih kecil. Kamu harus berobat, biar bisa sembuh.”


“aku gak mau ma. Tunggu hingga anak ini lahir.” Bantah Bunga.


“pokoknya mama mau kamu mengikuti semua yang papa dan mama sarankan. Semua demi kebaikan kamu. jangan membantah.” Ucap papanya. Kali ini ia harus sedikit tegas kepada anaknya.


“Bunga udah bilang pa, ma. Bunga akan tetap mempertahankan anak ini, dengan begitu kak Rain akan tetap bersama Bunga.” Ucap Bunga masih mempertahankan egonya.


Plak....


Bunga dan mamanya menganga. Mereka tidak menduga Bunga mendapat tamparan dari papanya saat kondisinya seperti itu.


Sedangkan papanya Bunga tidak merasa bersalah, harusnya ini yang ia lakukan sejak mengetahui perbuatan Bunga terhadap Nala dan keluarganya.


“dengar papa Bunga, kalo kamu membantah lagi, papa akan melakukan yang lebih kejam dari ini. Rain saja yang kamu pikirkan. Kamu tidak pernah sedikitpun memikirkan perasaan orang tua dan orang-orang sekelilingmu yang terluka. Sekali lagi kamu membantah silahkan tinggalkan kami. Pergi sejauh mungkin dan jangan kembali sebelum kamu benar-benar menyesali perbuatan kamu. ingat itu.”


Setelah mengucapkan itu, papa Bunga keluar dari ruangan Bunga dengan air mata yang tak lagi ia tahan. Sudah berapa kali dalam waktu dekat ini Bunga membuat orang tuanya menangis karena merasa gagal mendidiknya.


Di dalam ruangan, Bunga juga ikutan menangis. Seumur hidupnya baru kali ini ia di marahi bahkan di tampar oleh papa yang begitu menyayanginya.


“sadarlah Bunga. Mungkin ini teguran Tuhan untuk kamu sayang.”


Bunga. Tidak menjawab mamanya. Ia terus menangis memegangi pipinya.


Mamanya Bunga yang juga merasa kecewa terhadapnya juga hendak keluar, tetapi omongan yang keluar dari mulut Bunga menambah kekecewaan padanya.


“kenapa hanya Nala yang beruntung. Kenapa semua orang sangat menyayanginya. Kenapa semuanya hanya menyalahkan Bunga. Kenapa? Aku membenci kamu Nala. Semua ini berawal dari kamu. kamu sudah merebut semua orang yang aku sayangi. Aku sangat sangat membenci kamu” teriak Bunga.


Mamanya Bunga hanya menggelengkan kepalanya. padahal seharusnya semua ucapan yang di katakan Bunga harusnya berbalik padanya. Bukankah Bunga yang sudah berusaha merebut orang yang Nala sayangi?.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2