
Axel sudah sampai di rumah Nala, Nala keluar rumah dengan begitu anggun. Untuk kesekian kalinya Axel jatuh cinta dan jatuh hati pada gadis kesayangannya itu.
"Cantik banget kamu Nala" Axel memuji Nala.
"Nala tau kok hehe" balas Nala dengan bangganya.
...
Axel melajukan mobilnya ke sebuah tempat permainan yang begitu ramainya. Disana Juan dan Bella sudah beberapa menit yang lalu menunggu mereka.
"Juan, Bella" Teriak Nala
"Nala, kak Rain akhirnya kalian datang juga, kita uda pegal-pegal ni nunggunya. Lama banget sih, ia kan Ju" Bella menyenggol lengan Juan, Juan mengiyakan saja, daripada berabe ntar.
"Sorry, macet soalnya" Nala tersenyum kikuk
"Ayo. Kita masuk. Hari ini kalian berdua main sesuka hati, kak Axel dan Juan siap menemani" kata Axel. Axel menarik Nala masuk ke dalam.
Axel memang sudah mengenal Juan dan Bella karna pertemuan-pertemuan yang tidak di sengaja Axel melibatkan Juan dan Bella juga.
Axel dan Nala berjalan duluan, sedangkan Bella dan Juan di belakang Mereka.
"Eh Ju, loe liat deh, kak Axel dan Nala cocok yah. Dari pada kak Rain mending kak Axel Ju, gue perhatiin kayaknya kak Axel itu sayang banget sama Nala, perlakuan kak Axel ke Nala itu kayak seseorang yang sangat menjaga miliknya gitu loh Ju" Bella mulai mengutarakan apa yang ia rasa.
"Iya, gue juga liatnya kayak gitu tapi Nala gak mungkin duain Si Rain itu kan, secara Nala sayang bangat sama tuh orang. Kita liat aja nanti ke depannya" kata Juan menambahkan. Walaupun hatinya ngilu mengatakan itu, tapi ia senang banyak orang yang menyayangi Nala, sama seperti dirinya yang diam-diam menyayangi Nala.
Hari itu Nala dan Bella, bermain sepuas mereka. Segala jenis permainan mereka coba mainkan, hingga merasa lelah.
"Kalo uda capek, ayo pulang" Axel mendekati mereka yang baru turun dari salah satu permainan.
"Tunggu dulu kak, ada satu lagi yang belum" tunjuk Nala pada salah satu permainan di depan mereka.
"Ayo. Bella sama Juan, Nala sama kak Axel yah" Nala menarik tangan Axel untuk segera menaikinya. Di susul Juan dan Bella.
Saat mereka sampai di dalam kotak permainan itu, Nala begitu senang sekali.
"Kata orang, kalo kita menaikinya dengan orang yang kita cinta terus berciuman di sini, pasti berjodoh. Bodoh amat mau di bilang anak kecil. Yang penting di coba aja dulu" gumam Axel dalam hati.
Axel berpindah ke sebelah Nala.
Cup
__ADS_1
Axel tiba-tiba Mencium Nala. Nala kaget, jantungnya berdegup kencang.
"Loh, jantung Nala kok rasanya mau copot yah" Dalam hati Nala bergumam.
Nala tersadar. Dan mendorong pelan Axel.
Axel melepaskan bibirnya. Ia melihat wajah Nala yang sudah merah merona, di tambah Nala memegang dadanya erat.
"Maaf" Kata Axel tiba-tiba
"Eh, i..iaa kak" Nala tidak tau mau bicara apa lagi. Dia seakan kaku.
Permainan itu tiba-tiba berhenti. Axel mengajak Nala turun.
Sepanjang perjalanan menuju rumah. Nala hanya terdiam. Axel juga diam saja. Tak memulai pembicaraan. Sampai tiba di rumah.
"Makasih kak udah ngajakin keluar dan Uda nganterin Nala pulang kak" Akhirnya Nala yang membuka percakapan setelah beberapa menit berlalu mereka saling diam.
"Oh ia Nala. Kakak senang kok, em kamu boleh marah kok sama kakak, tapi please jangan jauhin kak Axel yah" Ucap Axel dengan wajah sendu.
"Iya kak. Nala turun yah kak, sampai jumpa lagi kak Axel" Nala cepat-cepat turun dari mobil dan berlari ke dalam. Axel yang melihat Nala sudah masuk ke dalam rumah, melajukan Mobilnya dari tempat itu.
"Loh kok masih berdebar-debar sih" Nala senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi bersama Axel.
Drrt
Drrt
Dering telepon membuyarkan lamunan Nala. Nala Melihat, ternyata dari kak Rain.
"Hallo Kak Rain" ucap Nala. Nala kok jadi berharap yah kalo telepon tadi dari kak Axel?
"Maafin Kak Rain sayang, kerjaan kakak banyak banget, sampe lupa hubungi kamu" kata Rain di seberang telepon.
"Oh. Kak Rain baliknya hari ini kan kak. Jam berapa? Biar Nala jemput."
"Maaf sayang, kakak gak jadi balik sayang, kerjaan Kakak di perpanjang di sini, entahlah sampe kapan? Jangan marah yah" kata Rain.
"Yaudah kak, gak apapa kok kak, kak Rain Baik-baik yah di situ, aku tutup yah kak" Nala pun menutupnya begitu saja. Entahlah. Mimpinya semalam membuatnya tidak percaya lagi dengan Rain apalagi Rain baru menghubunginya setelah seminggu keluar kota, di tambah kerjaannya mengharuskan Rain Untuk berlama-lama di sana. Nala sudah berpikir positif tetap saja tidak bisa.
...
__ADS_1
Di tempat lain.
"Kamu udah pintar berbohong En, aku Suka" kata Tessa sambil memeluk Rain. Rain tidak bergeming. Dia diam saja. Seakan merasa bersalah pada Nala.
"Gue kenapa jadi seperti ini sekarang, jelas-jelas Gue cinta sama Nala, tapi brengseknya gue selingkuh dengan Tessa, kalo sampe Nala tau, gimana yah. Gak Nala gak boleh tau, gue akan bikin Tessa tutup mulut" gumam Rain dalam hati.
"En. Kok diam aja sih"
"Sa, kita cukup sampe sini yah. Gue gak mau nyakitin Nala" Rain mulai bicara
"Enak aja kamu, mau ninggalin aku setelah apa yang telah kita lakukan bersama" bantah Tessa
"Aku cinta sama Nala Sa" kata Rain lagi.
"Oh. Kalo kamu benar-benar ingin hubungan ini berakhir, siap-siap juga kamu bakal kehilangan Nala" ancam Tessa
"Maksud kamu apa Tessa?" Marah Rain
"Ya aku akan bilang semuanya pada Nala" ucap Tessa lagi.
"Jangan Gila kamu Tessa, akan ku bunuh kamu jika Nala tau semuanya" geram Rain
"Begini saja En, kamu bisa lanjutin hubungan kamu dengan Nala, tapi hubungan kita tetap terjalin, selain aku menjadi rekan bisnis kamu, aku juga Bakalan jadi selingkuhan kamu. Enak juga yah jadi selingkuhan selalu di utamakan. Haha. Dan kamu harus mau, kalo gak mau Nala ninggalin kamu En. Hahaha" Tessa berbicara dengan begitu anggun tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Rain merasa frustasi. Sekarang ia menyesal. Godaan sesaat membuat dia menjadi lelaki brengsek sekarang.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
#Saranghe😍
__ADS_1