
"Bunga" Nala berteriak sangat kencang.
Deg
Saat mata Rain menangkap sosok Bunga, ia seakan mengenal sosok itu, tapi dimana yah pernah ketemu.
"Nala" Bunga dan Nala saling berpelukan tak menghiraukan Rain yang melihat mereka.
...
Nala melepaskan pelukannya dari Bunga. Bunga menoleh pada Rain, mengetahui ke mana arah mata bunga, Nala pun memperkenalkan Rain pada Bunga.
"Oh ia. Hampir lupa, sayangku Bunga, kenalin ini kak Rain tunangan Gue. Ganteng kan? Jangan naksir yah" seru Nala memperkenalkan Rain dengan sedikit bercanda.
"Hai. Gue Bunga, teman masa kecil Nala. Senang bertemu denganmu" Bunga mengulurkan tangannya ke arah Rain.
"Gue Rain tunangan Nala" Rain menyambut uluran tangan Bunga.
Mereka berdua saling bertatapan, tanpa mau melepaskan genggaman tangan mereka.
"Hmm. Mau sampe kapan berjabat tangan terus" Omongan Nala membuat keduanya melepaskan tangan mereka masing-masing.
"Ayo kita balik, loe tinggal dimana nanti Bunga?" Tanya Nala.
"Di apartemen"
"Ok. Let's go" Nala menarik tangan Bunga dan menuju mobil Rain.
Bunga dan Nala berbincang sepanjang perjalanan menuju apartemen Bunga. Rain hanya jadi pendengar setia aja, tanpa tau apa arti perbincangan dua sahabat yang baru ketemu itu. Hingga mereka tiba di loby apartemen.
"Sampai juga. Senangnya gue Na. Akhirnya kita bisa sama-sama lagi" kata Bunga.
__ADS_1
"Ia. Gue juga." Jawab Nala.
"Ayo masuk dulu" ajak Bunga.
Mereka bertiga memasuki apartemen milik keluarga Bunga.
"Wah. Masih sama kayak dulu. Bersih lagi" kata Nala.
"Ia seminggu sebelum kepulangan kami, mama nyuruh orang buat bersih-bersih Na" jawab Bunga menjelaskan.
"Foto kita dulu masih kamu simpan yah." Kata bunga sambil memegang sebuah bingkai foto di atas meja pojokan.
"Masih dong. Masa aku buang sih. Ini akan jadi kenang-kenangan buat kita Na" ucap Bunga.
"Loe memang teman terbaik gue Bunga" Nala menaruh bingkai itu dan memeluk Bunga.
Rain sekilas melihat foto yang ada dalam bingkai itu, ia seperti penasaran, Rain mendekati Foto itu ingin melihatnya lebih jelas, namun ada panggilan masuk dari hapenya.
"Hallo, Rain kamu dimana? Bisa tidak jemput mama kamu? Papa lagi ketemuan sama teman lama papa."
"Bisa pa, kirim alamatnya ke Rain, nanti Rain jemput" kata Rain mengiyakan.
"Ok. Nanti papa kirimin. Sekarang aja kesananya, kamu tau kan gimana mama kamu, nanti papa lagi yang di salahin"
"Ia pa" Rain memutuskan sambungan telepon.
Rain melihat alamat yang di kirim oleh sang papa, ternyata, tak jauh dari tempatnya sekarang.
"Sayang. Papa nelpon nyuruh aku buat jemput mama, kamu mau di sini dulu atau mau ikut sama aku" tanya Rain.
"Nala ikut kak Rain aja deh. Ok Bunga sayang, esok gue kesini lagi"
__ADS_1
"Ok. Jangan lupa kesini esok yah, kita jalan bareng?"
"Oke sayang." Nala mencium pipi Bunga dan berlalu dari Apartemen Bunga.
...
Setelah kepergian Rain dan Nala, Bunga mengambil bingkai foto itu menatapnya dengan tajam.
"saatnya permainan dimulai" ucap Bunga
Bunga memasuki kamarnya, dia menekan sebuah tombol, dengan sendirinya lemari pakaiannya tergeser. Tampak sebuah kamar lagi. Di dalam kamar itu, terpanjang beberapa foto. Foto Nala, Axel maupun Rain.
Berbeda dengan foto Rain dan Axel yang masih bersih, foto Nala sudah di penuhi dengan berbagai coretan.
Bunga mendekati foto Rain dan mengusapnya pelan.
"Ganteng juga ni orang. Siapapun yang menyayangi kamu, akan gue rebut Nala Kejora. Haha" Bunga tertawa sangat kencang sambil memandang semua foto-foto yang berada dalam kamar rahasia itu.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
__ADS_1
#Saranghe😍