
Mohon maaf kalo masih ada typo.
SELAMAT MEMBACA!!!
...
Di kantor, Rain sedang berkutat dengan laptopnya. Wajahnya masih Berseri mengingat kejadian tadi pagi di depan kampus Nala.
"Ah. Gue gak fokus ni. Mending telpon Nala Aja, Uda jam segini pasti lagi istirahat" kata Rain.
"Hallo kak Rain" suara Nala di balik teleponnya Rain.
"Kamu lagi apa sayang. Uda makan?" Tanya Rain
"Lagi jalan ke Kantin kak. Ini mau makan siang dulu" balas Nala
"Pulangnya kakak jemput yha."
"Gak usah kak. Habis makan langsung pulang kok. Kuliah hari ini sampe siang aja kak. Kak Rain kan banyak kerjaan." Jawab Nala sambil menengok nyari tempat duduk.
"Na, duduk sini" terdengar suara Bella memanggil. Nala mengangguk.
"Kak. Nala pesan makanan dulu yah. Ntar Nala telpon balik"
"Ia. Kamu makan dulu. Ingat makanannya jangan kepedasan. Jaga lambung kamu"
"Siap. Laksanakan pak Bos tunangan Nala yang ganteng" Nala cengengesan.
Rain tersenyum mendengarnya.
"Yaudah. By sayang" Rain mematikan sambungan teleponnya.
Sementara Rain lagi mikirin Nala. Rina Sekretaris Rain mengetuk pintu ruangannya.
Tok tok tok
"Masuk"
"Maaf Pak. Di bawah. Di loby ada mba Tessa membuat keributan pak. Mba Tessa ingin menemui bapak"
"Gak usah kasih ijin Tessa masuk mulai hari ini yah. Mengenai bisnis saya akan membatalkan semua yang berhubungan dengan perusahaan keluarga Tessa" Kata Rain menegaskan.
"Baik pak" Sekretaris Rain keluar dari ruangan. Belum sampai satu menit, telpon Rain berbunyi.
"Hallo Pak. Ini mba Tessa katanya mau ngomong. Kata mba Tessa kalo pak Rain tidak mau bicara, bapak akan tau akibatnya"kata Rina.
__ADS_1
"Sambungkan ke saya" kata Rain dengan wajah yang sudah memerah karna ingin marah.
"Hallo En sayang. Sebegitu Gampangnya kamu buang aku En? Hahahaha. Kamu lupa rahasia kita ha? Mau aku ketemu Nala?" Nada bicara yang lembut tapi penuh ancaman.
"Berani loe temuin dia, gue habisin loe" ancam Rain Balik
"Duh duh, takut. Hei. Gue gak takut. Mari kita hancur bersama kalo gitu".
"Berikan teleponnya pada Seseorang di situ"
"Hallo Pak ini dengan saya..." Belum selesai bicara, Rain sudah memotongnya.
"Biarkan wanita itu masuk"
"Baik pak"
Tessa pun berjalan dengan sombongnya. Menaiki lift khusus ke ruangan Rain.
Sampai di depan ruangan Rain, Tessa tanpa mengetuk pintu lagi, langsung masuk saja menemui Rain.
"En sayang. Aku kangen banget sama kamu." Tessa berlari memeluk Rain. Rain dengan refleks mendorong Tessa hingga jatuh ke lantai.
"Aow. Sakit En" ringis Tessa.
"Haha. Sok polos loe. Jangan munafik loe Rain."
Tessa berjalan dengan anggun menuju meja kerja Rain.
"Gue udah sabar yah. Loe dengan teganya buang gue gitu aja. Tapi loe lupa gue siapa? Haha. Jangan harap hal itu terulang lagi. Kalo mau hubungan loe sama Nala tetap Berjalan" SkaranG Tessa sudah duduk di pinggiran kursi Rain.
"Stop Sa. Jangan bikin gue khilaf dan menghilangkan loe dari muka bumi ini" Rain sudah emosi. Tapi Tessa masih tenang-tenang saja.
"Ayolah. Gue gak akan gangguin loe. Tapi gue mau loe tetap sama gue seperti yang kita lakuin di Bali. Gue bisa kasih apa yang gak bisa Nala kasih." Tessa mulai berani duduk di pangkuan Rain.
Rain sejenak berfikir. Untuk saat ini biarlah seperti ini.
"Loe akan menyesal Sa. Tunggu aja hari dimana loe tidur dan gak akan bangun-bangun lagi" Kata Rain dalam hati.
"Baiklah. Gue ikutin mau loe"
"Yang manis dong sayang. Bukan gue loe, tapi aku kamu En Sayang"
Tessa pun mencium bibir Rain. Rain pun membalasnya dengan semangat.
Rain mendudukkan Tessa di atas meja dan mereka melakukan hal erotis pada siang itu.
__ADS_1
...
Di tempat lain, Nala sudah dalam perjalanan pulang. Ia berniat mampir ke perusahaan Rain. Tapi ia tidak memberitahu Rain.
Beberapa saat kemudian Nala sampai di depan kantor Tunangannya. Nala berjalan ke Arah lift khusus CEO. Semua orang sudah mengenal Nala jadi tidak ada halangan untuknya masuk. Malahan mereka tersenyum dengan kedatangan tunangan dari bos mereka.
Setelah sampai di depan ruangan Rain, Nala hendak masuk tapi Rina karna mengerti ada Tessa di dalam ia berbasa-basi dengan Nala. Semoga pak Rain bisa mendengar suara kita. Bisa kacau kalau Nala masuk kedalam tapi ada Tessa disana. Lagian kenapa lama banget yah mereka di dalam, pikir Rina.
"Eh. Dek Nala. Duh udah lama gak kesini. Tambah cantik aja" Rina mengeraskan suaranya.
"Mba Rina. Hehe. Makasih mba. Kak Rain ada di dalam mba?" Rina mengangguk.
Rain dan Tessa yang lagi ngos-ngosan mendengar suara kalo itu Nala. Mereka segera merapikan Pakaian mereka, Rain menarik kuat tangan Tessa hingga memerah. Mendorongnya ke kamar mandi hingga Tessa jatuh ke lantai. Rain bahkan tidak mempedulikan Tessa.
"Loe tunggu di sini. Jangan ada gerakan tambahan." Rain merapikan pakaiannya dengan benar di dalam kamar mandi.
Nala memasuki ruangan Rain. Tapi gak ada orang.
"Kak Rain. Kak.. di toilet mungkin"
Di dalam Toilet Tessa yang gak terima di dorong oleh Rain. Menari tangan Rain dan menciumnya lagi. Rain hendak mendorong tapi
"Loe gak mau kita ketahuan kan." Rain Pasrah. Sementara Tessa yang terus mencumbunya Rain berteriak dari dalam.
"Nala sayang. Bentar yah"
"Ia kak gak apapa di kok"
Selama 5 menit Rain dan Tessa melakukan hal yang tidak senonoh di dalam sana. Tessa senangnya bukan main. SkaranG Rain berada dalam genggamannya.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
#Saranghe😍
__ADS_1