Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
69


__ADS_3

-SELAMAT MEMBACA-


.....


Drrtttt


Drrrttt


“hallo. Kak Rain” ucap Nala


“hari ini aku antar ke kampus yah. Kamu siap-siap aku udah dalam perjalanan ke sana” kata Rain


“tapi kak...”


Tut....


Belum sempat Nala menolak, Rain sudah mematikan panggilannya. Nala hanya pasrah. Sudah dua hari semenjak kedatangan Rain ke rumah, Nala terpaksa mengikuti semua yang Rain mau. Seperti hari ini. Tidak bisa menolak semua perkataan Rain.


“pasti kak Rain datang lagi sama Bunga. Pasangan yang tidak tahu malu. Jangan cemburu Nala. Biarkan mereka saja.” Nala bergegas mandi dan bersiap-siap ke kampus.


Hari ini hari terakhir pertemuan terkait keberangkatan mereka ke Singapur. Karena sesuai jadwalnya besok merupakan hari dimana rombongan perwakilan dari kampus itu mengikuti kegiatan disana.


Sehabis siap-siap, sementara menunggu kedatangan Rain, Nala menyempatkan waktu untuk sarapan. Beberapa menit setelah menyantap sarapannya, terdengar bunyi klakson dari depan.


“bi. Nala pergi dulu yah. Slamat siang”


“ia non. Hati-hati yah” seru bibi


Nala keluar dari dalam rumah menuju mobil Rain. Seperti dugaan Nala, di dalam mobil ada si Bunga.


“Bunga, kamu duduk di belakang yah. Nala sama aku di depan” ucap Rain


“gak usah kak, biar Nala di belakang aja” balas Nala


“gak apa Na, kamu di depan sama kak Rain, biar aku di belakang” ucap Bunga polos

__ADS_1


Bunga keluar dan pindah ke kursi belakang. “tenang Bunga. Tenang”batin Bunga sambil mengelus dadanya meredam benci


Nala masuk dan duduk di samping Rain. Rain melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Nala. Mereka bertiga hanya diam saja di dalam mobil, tidak ada yang ingin memulai pembicaraan. Setelah sekian lama terdiam, akhirnya Nala angkat suara.


“Bunga. Loe kenapa barengan sama kak Rain? Kenapa gak naik taksi aja. Bukannya gimana tapi aku gak nyaman aja, aku uda mulai maafin kalian sih, tapi kalo masi kayak gini, aku mikirnya kalian masih punya hubungan loh. Jangan keseringan minta tolong cowok orang dong Bunga.”


Skakmattttt.


Bunga dan Rain terdiam. Rain tidak mau menjawab. Karena benar sih apa yang di katakan Nala.


“ maaf yah Nala. Soalnya gue mau kita kayak dulu lagi. Gue mau yakinin loe kalo gue sama kak Rain itu udah gak ada apa-apa lagi” balas Bunga


“justru kalo kalian perginya kayak gini gue merasa kalian masih ada apa-apa Bunga. Kalo loe mau minta tolong, jangan keseringan ke kak Rain. Minta tolong aja sama gue” ucap Nala


“sial” batin Bunga


“iya Na. Maaf yah. Mulai sekarang gue bakalan jaga jarak sama kak Rain kok. Loe tenang aja. Kak Rain, maaf yah, Bunga udah bikin repot kak Rain selama ini.” Ucap Bunga dengan nada yang lemah.


“ia. Gak apapa kok. Yaudah sayang. Mulai sekarang, aku bakalan jaga jarak sama Bunga ataupun perempuan manapun. Tapi kalo darurat boleh kan sayang?”tanya Rain sambil satu tangannya menggenggam tangan Nala untuk menenangkan kekasihnya itu. Melihat itu Bunga semakin benci, ia menahan amarahnya dari tadi. Nala pun pura-pura tersenyum sambil membalas genggaman tangan Rain.


“ia kak. Besok siang berangkatnya kak. Kita cukup lama di sana. Gak apa-apa kan kak. Jangan rindu yah” Nala sengaja memanas-manasi Bunga.


Rain yang mendengar Nala berkata seperti itu bahagia skali. Ia tidak menyangka begitu gampangnya Nala memaafkan kesalahannya.


Nala memperhatikan tingkah Bunga. “aku sudah tau rencana kamu Bunga. Tenang saja. Mari kita bermain. Kak Rain, walaupun Nala menerima kakak. Tapi untuk kembali kayak dulu lagi Nala tidak bisa. Maka mari kita teruskan sandiwara ini Bunga dan kak Rain” batin Nala


“kakak pasti rindu sayang. Tapi nanti kalo ada waktu pasti kakak nyusulin kamu kesana” ucap Rain.


“benaran nanti nyusul? Jujur kak, saat tau kita akan pisah waktu itu Nala sedih banget kak. Kak Rain kan tau Nala sangat mencintai kakak.” Ucap Nala Pura-pura. Matanya juga sudah mulai berkaca-kaca.


Tak terasa, mobil sudah memasuki area kampus. Rain menghentikan mobilnya.


“kakak juga sangat mencintai kamu Nala. Ingat yah, apapun masalah kita kamu jangan minta putus yah” balas Rain.


Nala mendekatkan wajahnya ke arah rain dan “Cup” satu kecupan di pipi kiri Rain. Mata Rain melotot. Karena selama ini Nala tidak pernah menciumnya walau di pipi. Rain balas mengecup kening Nala lama. Mereka sampai lupa kalo di dalam mobil masi ada Bunga.

__ADS_1


“khmmm” Bunga berdehem. Mengagetkan dua sejoli itu.


“eh. Yah ampun maaf yah. Lupa kalo ada loe Bunga” kata Nala. Nala tertawa girang dalam hati melihat sekilas raut kesal di wajah Bunga. “Nala loe harus seperti ini terus jika loe ingin memenangkan permainan konyol ini” batin Nala


“maaf Bunga. Yaudah kalian turun. Kakak mau langsung ke kantor. Hari ini kamu pulangnya dengan Bella atau dengan taxi aja yah. Karena siang sampe sore jadwalnya padat banget sayang. Jadi kakak gak bisa jemput kamu” kata Rain


“ia gak apa-apa kok. Nala ngerti. Kita turun yah. Kakak hati-hati nyetirnya. Jangan mikirin Nala terus”


“kamu ini. Yaudah kakak pergi. Dah sayang” ucap Rain sambil melambaikan tangan kepada kekasihnya dan Bunga. Dalam perjalanan ke kantor, Rain senyum-senyum terus, masih mengingat tingkah Nala hari ini padanya, sangat manis sekali. Pada saat masih bahagianya memikirkan Nala, satu pesan masuk.


“Bunga.”


Pesan: kak. Kakak gak benaran jauhin Bunga kan? Kakak udah janji loh.


Rain belum membalas pesan Bunga, ia berencana membalasnya kalo sudah tiba di kantor.


Sedangkan di kampus setelah berpisah jalan dari Nala, dan mengrimkan pesan kepada Rain, Bunga masuk ke kelasnya. Ia tidak fokus karena belum mendapat pesan balasan dari Rain. Dua jam berlalu hingga selesai mata kuliahnya di jam pertama, masih saja belum ada balasan dari Rain. Bunga pun menelpon Rain. Tetapi sudah tiga kali panggilan tidak juga di angkat oleh Rain. Hati Bunga memanas, ia pun kembali mengirim pesan kepada Rain. Tiga pesan berturut-turut tetapi satupun tidak di balas oleh Rain.


...


Sore hari setelah menyelesaikan meetingnya, Rain kembali ke ruangannya. Hari ini jadwalnya sangat padat sehingga ia belum sempat membuka hapenya dan mengabari Nala. Namun saat hapenya di buka, bukannya menerima panggilan dan pesan dari Nala, ini malah semua pesan dan terlihat beberapa panggilan tak terjawab dari Bunga. Rain membuka pesan tersebut.


“kak. Balas dong pesan Bunga”


“kak. Angkat telpon aku kak”


“kak. Kita ketemu yah. Jangan tinggalin Bunga kak. Kakak uda janji kan?”


Itulah pesan-pesan dari Bunga. Rain pun memutuskan menelpone Bunga. Pada dering pertama, lansung di angkat oleh Bunga.


“hallo kak. Kenapa gak balas pesan Bunga kak. Mau ninggalin aku yah”


Rain menghela nafasnya sebelum menjawab” kita gak bisa ketemu Bunga. Kamu yang sabar. Kak Rain gak ninggalin kamu, hanya saja. Kakak uda gak bisa bantu kamu kayak dulu, gak bisa sering ketemu kamu terus. Kalau ketahuan sama Nala gimana. Nanti kita cari waktu yah kalo mau ketemu. Dan juga kalo kamu ada keperluan yang benar-benar butuh bantuan kak Rain. Kak Rain udah janji sama Nala, kamu juga harusnya ngerti dong. Kita itu gak bisa kayak dulu lagi.”


Setelah memberikan pengertian kepada Bunga, Rain pun duduk bersandar di kursinya. Ia menghela nafas panjang. Untuk sementara seperti ini dulu. “Maafkan aku Bunga. Aku gak lupa kok sama janji aku” gumam Rain.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2